Archive for February, 2008

.intermezzo garap komper.

di kost kostan terlaknat..

di suruh bikin komper…

malah males2an..

huh..

yg ada.. mengisi waktu luang dg poto2..

memakai kaca mata yang tak pernah kupakai hingga lumutan

tuh kaca mata..

dan akhirnya, komper gue kelar pada jam satu pagi…

fiuhhhh…

harusnya, gue bisa tahan melek mpe jam stngh dua, noh..

huh…

gue kan mo bdiskusi..

hahahhahahaa..

hahahahhaha…

hasilnya???

gw yg mesti ngrangkum chapter 12 dan 4,,,

yg chap. 4 kagak gw kerjain…

males..

.si’dodolz kuadrat super.

Comments (2)

.LOVE.

Gue nonton nih film pada tanggal 21 Februari 2008 yang lalu. Bersama aiu, mba dani, dan Oniq… mantan anak kost tb5/5. Sebenarnya, gue gak terlalu ngfans beradh ma film Indonesia. Tapi, karena gue pengen bangedh ngliat gimana lihainya kekasih gue (Fauzi baadilla) dalam berakting.. Hahahaa.. Alhasil, gue pun berniat mengeluarkan uang 15 rebu wat ngliat tuh film.

img_0001.jpg
Konsep film ni kayak Love Actually atao Pari de Tjame. Ada 5 kisah cinta yang dirangkum jadi satu (Acha-Fauzi, Sofan Sofyan-Widyawati, Surya Saputra-Wulan Guritno, Darius-Luna Maya, dan Irwansyah-Cyntia Bella). Tapi, kalo di film ni.. lama-lama masih saling berhubungan. Misalnya, ternyata si Bella menjadi pengajar anak dari Wulan Guritno yang autis tu. Trus, apalagi ketika bagian klimaks di mana salah satu pasangannya mengalami accident dan hingga dibawa ke rumah sakit (Bella, Sofan Sofyan, dan Acha). Ketiga peran itu berada di dalam satu rumah sakit, dengan kamar yang berdekatan.
Dari film ni, ada beberapa bagian yang bikin RISIH. Menurut gue, ada yang aneh. Misalnya, dari seorang perempuan muda (sebagai Dewi) yang sedang hamil. Perempuan itu berperan sebagai yang membantu Widyawati di rumah makan sotonya. Dia sedang hamil, namun dia malah lari-lari tanpa berlaku seolah-olah sedang hamil. Pergerakan tangannya dalam menopang punggungnya (seperti orang hamil pada umumnya) hanya diperlihatkan sesekali saja. Harusnya, orang hamil itu merasa “berat” akan beban perutnya sendiri. Apalagi, ”buntelan” yang ada di perutnya itu tampak bulet sekali. Wuih, udah kayak bola basket aja, tuh.. Hehehe..
Yang kedua adalah, tokoh yang diperankan oleh acha. Gadis yang berasal dari Sukabumi. Gadis ndeso, lah. Tapi, kok penampilannya gak mencerminkan wong ndeso, yak..?? Mungkin, si sutradara ingin mengubah stereotype akan masyarakat pedesaan. Biasanya, orang kampung itu dandanannya kampungan, sederhana bangedh, dll. Tapi, gue rasa.. apa yang ditampilkan terlalu jauh mengada-ada. Rambutnya Acha di cat pirang. Busettt… Orang kampung bisa mpe kepikiran kayak gitu, yak?? Salut, gue!! Apalagi, dari gue sendiri mengintrepretasikan tokoh Acha sebagai gadis yang lugu, berasal dari daerah pedesaan, sederhana, dan berasal dari kaum yang gak punya. Belum lagi, masalah kostum. Cardigan merah dan rok dengan potongan miring pun bikin gue risih. Tadinya, gue mo ngecek, tuh merk sandal yang dipake Acha. Jangan-jangan merknya Elizabeth, … Hahaha..
Selanjutnya adalah sola sponsor. Setelah gue menikmati film-film Indonesia beberapa akhir ni (Quickli Express, Otomatis Romantis, dan Love).. ternyata ada unsur sponsor yang kliatan bangedh. Benar-benar terlihat. Yah, selama gak ganggu penglihatan dan kliatan di pas-pas’in, sih gak apa-apa.. Di film Love sendiri, sponsor Aqua jelas yang paling mendominasi apalagi sebagai pendukung dalam jalannya cerita. Di dalam cerita, Bella diceritakan sebagai gadis yang terkena kanker payudara dan dia mudah dehidrasi. Untuk itu, dia perlu mengkonsumsi air mineral sesering mungkin. Gue, sih gak masalah dengan pemunculan brand itu. Namun, ada bagian di mana Darius dan Luna Maya makan malam. Pendengaran gue terganggu ketika Darius mengucapkan: “Hah?! Kamu sampai pesen KFC delivery??!!” Busetttt… Itu merusak keindahan cerita.. gue pikir, yang dipesen malah Pizza Hut.. Hahhaa…
Trus, ada lagi. Waktu si Bella menghindari dari Irwansyah. Bella langsung masuk ke dalam busway. Anehnya, dia malah berdiri padahal busway lagi dalam kondisi sepi penumpang. Masih banyak tempat duduk. Wuih, kalo dalam kehidupan sehari-hari mah orang-orang benar-benar memanfaatkan kursi kosong itu untuk duduk. Soalnya, jarangbanget sekarang busway sepi penumpang kecuali hari-hari tertentu saja. Padahal, kalo Bella duduk juga gak mengurangi kedramatisiran bella, kok. Posisi Bella yang duduk membelakangi Irwansyah yang ada di halte pun bisa jadi adegan yang bagus. Dan saat Busway udah jalan, Bella tetap bisa memalingkan kepalanya ke belakang, ke arah Irwansyah.
Dan yang lebih bikin gue risih, waktu Surya Saputra mendapati Wulan Guritno berciuman dengan rekan kerjanya. Surya marah dan pulang ke rumah, masuk kamar. Dia kecewa berat. Dia membanting semua barang yang ada di kamar. Dan, bayangan tentang istrinya merasuki pikirannya. Bayangan saat istrinya berada di tempat tidur, saat istrinya pake piyama, saat istrinya mau mandi, dan bahkan saat istrinya sedang mandi.. We’eeee… kalo dari diri gue sendiri, gue mengintrepretasikan hal tersebut bahwa perempuan hanya diinget-inget pas dalam kehidupan seks ajah. Kenapa si Surya gak membayangkan saat mereka sekeluarga piknik bersama (mereka berdua bersama ananknya yang autis), atau saat mereka berdua dalam perjalanan ke kantor dan sang istri tersenyum/tertawa. Memang, sih.. Wulan berprofesi sebagai wanita karir, jadi akan lebih aneh lagi kalo Surya membayangkan Wulan yang sedang bekerja di dapur, menyediakan kopi untuknya atau menyediakan sarapan bagi keluarganya.
Namun, gue tertarik ma fragmen cerita Sofyan yang kena penyakit alzhaimer. Cukup menyentuh. Dia terserang penyakit itu sejak anaknya, Amir, meninggal. Dia malah memanggil cucunya (Gading Marthen), Arif, dengan nama anaknya. Arif pun memakluminya Karen aeyangnya begitu merasa kehilangan Amir. Nugroho, peran yang dimainkan oleh Sofyan, adalah seorang guru. Setiap pagi dia pergi ke sekolah untuk mengajar namun selalu dicegat oleh seorang bapak dan malah mengajaknya bermain catur dengan tetangga. Kemudian, dia pergi ke tukang cukur hingga akhirnya ke rumah makan milik Widyawati, untuk mencari Hengky karena dia inginmembenarkan jam tangannya yang rusak. Kegiatan itu berulang begitu terus menerus. Sekolah-main catur-tukang cukur-mencari Hengky… Perasaan gue mulai bilang: “Anjrot!!” saat si sutradara mengarahkan si tukang cukur yang tidak memotong rambut Nugroho sedikit pun. Untuk menggambarkan bahwa “kebiasaan” itu telah dilakukan Nugroho berulang-ulang kali. Dan, hal tersebut gue bisa memaknai bagaimana penyakit alzhaimer itu telah merasuk ke dalam Nugroho. Keren.
Oia, gue sempet senang karena mall pujaan hati gue dijadiin tempat syutingnya. Tepatnya, pas adegan si Surya Saputra membeli kalung perhiasan untuk Wulan Guritno. Selain itu, view Lippo Supermall Karawaci, khususnya bagian café dan juga bagian timur mall, juga dipakai untuk scene di mana Darius dan Luna maya sedang melobi. Hahahaa.. ternyata, mall yang udah kayak pasar itu, masih laku juga buat tempat syuting. Huhuhu.. jadi kangen ke sana. Biasanya mah, kalo mo beli apa-apa.. supermarket yang deket, cuman itu itu ajah.. hehehehee..
Well, that’s all my thoughts.

LOVE…

If you love someone,  just speak your love..

Leave a Comment

Kenangan yang (mungkin) terindah…

tampang gue ketika diusir ma ibu kost.. menangis-nangis.. meronta(n)-ronta(n).. memBambu-bambu.. alah!

pasang tampang melas.. berharap mendapatkan sedekah….

hahahhahahaa..

Leave a Comment

Waktu ultah si bundo…

ni dia partner in crime gue…

partner in crime…

nama: Dani

Asal: Pati

Hobi: Melet dan ngupil..

Warna fav.: pink yang bikin mata gue siwer…

hahahahaaa…

Leave a Comment

Buat Gue, Itu biasa.. Tapi Sayangnya, Mereka Bukan Gue..

Kemaren mood gue bener-bener dibuat turun naek. Suhu otak menunjukkan 150 derajat Fahrenheit. Mungkin kalo gue periksa tekanan darah gue, bakal lebih dari 200, kali.. hampir kena serangan stroke dini! Hahahahaa.. Lagi lagi masalah kerja kelompok. Hmm, dan lagi-lagi soal diri gue yang selalu berharap bahwa semua orang mempunyai pemikiran dan kemampuan yang sama dengan gue. Padahal, setiap orang mempunyai pemikiran, kemampuan, dan kecantikan yang berbeda-beda. *lho?? Yang terakhir kagak nyambung* hahahaa..
Gue berpikir… “kalo gue bisa, kenapa mereka gak bisa??” “kalo mereka bisa dan gue gak bisa.. itu baru wajar..”
Di semester genap ini, gue dapet dosen jackpot bangedh. Tiap hari sabtu dan selasa, gue mesti ngumpulin tugas makalah. Ironisnya, gue dan temen-temen yang dapet tuh dosen, mesti menerima takdir na’as ini selama satu semester!! Beuuhh… Sayangnya, ini mata kuliah Teori Komunikasi, yang mana merupakan bekal hidup gue di dunia perkuliahan nanti. Alhasil, gue dan temen-temen mesti kerja kelompok tiap hari jumat dan sabtu.
Masih mending kalo gak menadapt tugas tambahan dari mata kuliah yang laen. Naahh.. minggu init uh, lagi panen-panennya tugas yang mesti dikumpulin hari senen, selasa, n rabo.. Huhuhuuuu… Nikmat bangedh, kan??? Yawdah, tanpa ada maksud memaksa, gue berharap tugas makalah itu udah fix dan diketik sehingga hari jumat tinggal ditransfer ajah. Eh, ternyata.. apa yang gue harapkan hanya impian belaka. Ada dua orang anggota gue yang blom ngetik sama sekali dan translate’tannya blom kelar.. Gue sendiri??? Gue udah kelar dan udah gue ketik.. Waktu itu gue kerjain mpe jam setengah satu pagi.. Padahal, jatahnya udah gue bagi sama rata.. *kira2 begitu* Hahahaa..
Okeh, lah.. gue maklumin.. Satu orang yang belom kelar itu ternyata draft kerjaannya hilang entah ke mana sehingga dia harus mengerjakan kembali. Sedangkan yang satu, dia lagi ada masalah.. Gimanapun juga, kondisi perasaan juga kadang emmpengaruhi otak buat bekerja.. Lagipula, tuh tugas toh udah gue kumpulin dan udah kelar.. Walo gue jadi boloz kuliah.. Hahahhaaa.. Bangun kesiangan… DODOL!!
Terus, gue juga mesti ngerjain komunikasi massa.. ditranslate dulu, sih.. paling gak, hari minggu udah fix ato udah dikumpul.. Selain itu, tugas makalah juga harus kumpul hari minggu.. Tapi, ini masih mending karna yang dibahas cuman 1 chapter doing.. jadi tiap anak dapet satu subbab ajah. Yang laennya dapat jatah menerjemahkan 2-3 halaman.. Sedangkan gue??? Dengan (sok) rendah hati, mencoba tantangan menerjemahkan 7 halaman!! Gue bela-belain..!! Padahal, maksud gue tuh.. supaya mereka bisa menerjemahkan komunikasi massa lebih cepat.. Eh!! Mereka malah udah ngeluh ajah. Katanya, banyak bangedh tugasnya.. “Kurang tidur mulu”… Kepalanya mumet, lah… Apa, lah… Ya, Tuhaaaaaannnnn… gimana kalo dia gue kasih yang 7 halaman itu..??? Belom lagi, nti yang bikin video presentasi komunikasi massa yang bakal dikumpul hari rebo ntu.. gue gue juga yang garap!!! Kurang dosa apa, gue??!! Ya, Tuhaaannn…
Makalah ajah, gue yang ngedit2, gue yang mencetak, gue yang ngumpulin (derita kost deket kampus), gue yang….

STOP!!!

Gue gak boleh esmosi jiwa tingkat tinggi. Sumpah! Sebenarnya, gue takut bangedh kena stroke di usia dini. Kenapa?? Penyakit stroke itu kan bisa menyerang siapa dan kapan saja. Selain itu, penyakit stroke juga dapat terjadi kalau kita terlalu memendam masalah di otak.. Gue takut otak gue pecah!! Hahhahaaa… *lebai* Gimana kagak??? Gue pengen bangedh ngomong ke mereka: “eh, kalo kalimat sebelum titik/koma itu.. gak usah pake spasi..” “eh, tugas ini tuh belom seberapa.Apalagi kalo kita kerja di dunia komunikasi. Deathline itu udah jadi makanan sehari-hari.. Otak itu terus2an berpikir tanpa henti kayak darah dalam arteri dan venamu!! Gak ada istirahat!! 24 jam nonstop!!” “eh, kalo ada kata yang pake imbuhan –ment, -ist, -ing, dll… itu ada kemungkinan dicari kata dasarnya dulu…” “eh! Kalo ada to be + Vpast… berarti itu dipasifkan…, dodol…” “Duuuuuhhhh… kok, belom selesai, sih???!!!”

STOP!!!
“Gandessss… mereka bukan elo yang udah dari kecil kenyang
dengan kata-kata kasar kayak gitu…”

Yapz! Jujur, gue punya life script yang selalu dihujani kata kata kasar seperti itu. Dari bokap gue, kakak gue, apalagi.. gue inget bangedh, bokap gue pernah bilang, “Akh, payah! Masa gitu ajah gak ngerti.. Goblog!” Jujur, gue mpe nangis pas denger kata goblog yang keluar dari mulut bokap gue itu.. Tapi, lama-lama gue mikir kalo itu ngebuat gue tambah kuat.. Ada lagi kalimat yang bikin gue kesel ma bokap gue, “Apa?! Kalo gak ngerti artinya.. cari di kamus, donk! Buat apa bapak udah beli’in kamus Indonesia.. kamus inggris ada.. Kamus biologi ada.. Gimana, sih??” Hahhaaa.. Gua baru nanya soal arti satu kata aja, diceramahin satu abad… hahahhaa.. Tapi, bener juga, sih.. emangnya bokap gue itu kamus berjalan.. kalo nyokap gue?? Akh, itu mah sama ajah. Dia malah bingung kok, gue bisa mpe lulus SMA, yak.. Hahahhaa..
Lain lagi kalo kakak gue. Dia mah hobi bangedh buat ngatain gue sepuas-puasnya… Mencaci maki.. TOLOL!! LEMOT!! MONYET!! Dari kata hinaan tingkat rendah sampai yang tingkat tinggi… Tapi, ada satu kalimat yang masih gue inget dari kaka gue yang sok perfect itu..
“Nek (panggilan rumah)! Lw kalo udah kuliah nanti, gak boleh ngeluh-ngleh mulu.. Apalagi, kalo lo nti kerja di tipi ato perusahaan surat kabar.. deathline’y mepet-mepet.. ” gitu katanya.
“Akh! Tenang ja.. gue udah terbiasa dengan deathline.. apalagi yerbuk gue… mpe jam tiga pagi juga gue jaban’in.. Setengah enam’y, gue udah sekolah lagi..” jawab gue sok hebadh.
“yeeee.. itu mah belom seberapa! Lo ntar ngerasain sendiri, dah..”
“Iya, yah..???” Nyali gue langsung ciut.. Ternyata, apa yang gue rasa “CAPEK”.. ternyata itu “belum seberapa capek’y”..
Itu yang masih disimpan ma otak gue. Kadang, bisa buat gue untuk semangadh ngerjain tugas.. Ngerasa bahwa tugas-tugas yang ada di depan mata gue itu.. “BLOM SEBERAPA!!”
Gak hanya dari keluarga ajah. Temen-temen gue yang laen juga gak akan segan-segan ngomong ke gue dengan embel-embel: “LEMOT, akh lw..”, “akh! Bego bener…Begini, lho..” Jadi, yah.. Kalo ada yang salah dari diri gue, langsung ajah diomongin. Ceplas ceplos. Dan gue, asik-asik ajah.

STOP!!!
“Tapi.. mereka gak akan bisa menerima apa
yang telah kamu terima, gandeesss…”

Ya, gue tahu.. Mereka bukan gue. Mereka bukan gue yang pantas dihujani deengan kata-kata kasar. Mereka gak pantas untuk dibentak. Hmmm… gue udah sempet ngomong ke merek abaik-baik. Mereka malah jadi down. Makin gak percaya diri.
“Iya, yah..?? Aku salah, ya? Aku emang bodoh, kok..” gitu kata mereka.
Kalo gue ngomong kayak gitu ke kakak gue, yang ada.. tuh bocah makin menghina gue: “Iya! Lo mang goblog! Baru tau, yak??” *mampuz!* hahahhaaa…

STOP!!!

Hmmm, terus gue mesti gimana?? Gue bossy bangedh, yak?? Kalo gue kagak gitu, gimana kerjaan mo kelar.. Gak mungkin, kan gue bilang ke mereka, “yawdah, terserah.. tugasnya mo dikumpulin kapan aja.. Kalo capek, istirahat ajah dulu.. Nyantai,lah..” Mampuz, yang ada!!
Hufff….
Gue harus tetap semangadh!! Apapun itu!! Paling, gak.. Sekarang gue tahu apa yang harus gue lakukan sekarang…

ngerjain tugas lagi!!

nb: doakan semoga saia tidak terserang stroke di usia dini.. Amiiinnn…

Leave a Comment

Can Everyday be Valentine??

14 Februari 2008. Hari Kamis. Hmm, tampaknya bukan itu maksudnya. Gak banyak orang yang mendewakan hari ini sebagai hari kasih sayang. Tuker-tukeran coklat. Beuuhh! Kalo dipikir-pikir, sejak kapan orang Indonesia mempunyai budaya makan coklat?! Nasi yang menjadi makan pokok kita aja, gak semua orang bisa makan setiap hari..

Gue sendiri sempat mengagung-agungkan hari itu. Dalam artian, share the love to everyone. Jaman-jamannya SMP dulu. Tuker-tukeran coklat ma temen-temen. Hahahaa… makna yang ada di otak gue waktu itu: V-Day = Hari kasih sayang = coklat = tekor…!! Jadi kesimpulannya, V-Day = BOKEK!!  Hahaaa.. gue males bangedh kalo udah ada valentine’s day di depan mata. Siap-siapin ngeluarin budget buat beli coklat. Gue juga gak mpe tega beliin coklat koin buat temen-temen gue. But, it was fun. Apalagi, bisa ngerasain coklat buatan temen-temen gue yang emang udah pny karunia dalam membuat coklat. Coklat rasa mint, coklat yang dilumeri ke koko crunch, coklat rasa bubble gum… sluuurrrppp!! Buatan nophie si muggle mang yahud.. ^_^

Tapi di tahun ini, gue semakin merasa kalo V-day adalah sesuatu yang biasa. Namun, gue terjebak! Terjebak kenapa??? Gue berada di lingkungan yang baru. Gue bertemu teman-teman baru.. Mereka menganggap bahwa valentine’s day merupakan hal yang begitu istimewa. Yang ngejomblo, ngerasa sedih (bahkan, ada yang menangis semalam karna dia merasa bahwa tahun ini adalah valentine kelabu baginya) karena gak bisa menemukan seseorang yang bisa diajak ber-valentine-ria. Yang punya pasangan, lebih-lebih merasakan bagaimana nikmatnya V-day.. Mungkin, ini juga pengaruh media massa yang mengeksplorasi bagaimana keindahan V-day.. Alah! Jadi nyambung ke efek media massa, dah!

Tapi, gue juga appreciate kalau media mampu menghadirkan sisi kedewasaan bahwa hari kasih sayang gak cuman di hari valentine ajah. Bagus, itu! Oia, ada satu hal yang sempet gue bertanya-tanya. Konsep valentine itu kan, (gambaran sempitnya) moment di mana seorang wanita menunjukkan rasa kasih sayangnya ke prianya. Tp, gue agak “lucu” ketika ada seorang cowok yang ngasih coklat ke si cewek. Setau gue (menurut jurus sooty andalan gue), di hari White Day nanti adalah moment untuk “pembalasan kasih sayang” dari si cowok kepada si cewek.. Bener, gak yak?? Gue juga gak gitu ngerti, kok.. ^_^! Just, forget that!

Gue emang gak begitu ngerasa kalau V-Day adalah sesuatu yang penting. Tapi, gue gak muna’ kalo gue tetap saja membeli coklat!! Hahaha… *plin plan* Alasan pertama gue adalah, gue beli coklat yang dijual ma temen kost gue, Ayu. Ya, itung-itung membantu pomset penjualan, lah.. Lagipula, gue ada acara kumpul-kumpul bareng anak-anak kost lama. Gak ada ruginya, kok. Kedua, gue juga beliin coklat buat temen kuliah gue yang deket. Gimana, yah? Tadinya, gue gak kepikiran buat itu. Tapi, gue takut kalau mereka memaknai V-Day ini.. Lagipula, gue juga udah ngerepotin mereka..

Selain itu?? Gue cukup senang dengan V-day ini.. kalo gak ada istilah valentine.. kalo hari ni tidak ditetapkan sebagai hari valentine… Dia gak akan sms gue!! Hahahaa… Senang, sih.. Apalagi, dia duluan yang ngucapin hepi valentine!! Walopun itu sms forward’an.. saia tetap senang, Tuhan.. Hahahaa.. Eits, gue gak boleh terhanyut dengan sms yang hanya berlangsung 4 kali tadi.. Gue gak boleh terbang terlalu tinggi, ntar kalo jatoh.. pasti sakiiiiiitttt bangedh.

Hahaaa.. gue emang gak konsisten ma apa yang udah gue komen’in.. Biarin ajah. Ini kan hak gue. Berarti gue bisa melihat sesuatu dari hal negative dan positifnya.. Alah! Prettt!! Oia, gue sebenarnya agak “geli” juga kalo gue harus mempersiapkan segala sesuatu untuk V-Day.. Hahahaa… Buat gue, Everyday is Valentine’s Day..

Over all, setiap orang bebas untuk memaknai V-day seperti apapun. Mau hari kasih sayang, hari kasih-an, ato hari balas dendam, whatever lah… ini hidup kita, dan itu harus kita nikmati sebaik mungkin selagi kita masih bisa menikmatinya..

Well, that’s only my thought. Gue gak nganggep tulisan gue itu berarti. Gue cuman pgn nunjukkin bahwa cah Ndeso juga punya cinta, bahwa cah Ndeso juga punya cerita. Just it.

Semoga rasa kasih sayang selalu setia setiap saat, melebihi rexona yang kaw pakai!!
Love y’all puooollll…
Happy Valentine!

Leave a Comment

.cintah TaekBebekLima..

Ni tulisan yang udah berhasil dua kali buat gue ngluarin aer mata.. eh! Pas gue tunjukkin ke temen kost gue.. dia malah ikut-ikutan jadi korban juga… hahahahhaa..

Tulisan ni gue persembahkan untuk smua penghuni TaekBebekLima..

ini kost kuw yang dulu..

280108
Hampir jam 11pm.
Jogja.

Diary..
Hari ni kakiku pegel bangedh.
Hari ni bundo ultah.
Makan KFC.
Thx, God. Thx Bundo..
Hufff…
Terus, kita poto2 di luar mpe jam 9an.
Have fun..
Sedih juga..
Kangen TB5/5
Hikz.
Gandes pasti bakal kesepian bangedh nantinya..
Gag ada kawandh.
Gag ada teman tertawa mpe jam 12 malem lagi..
Gag ada teman cerita mpe jam setengah 1 pagi..
Gag bisa lagi nginep-nginep di kamar orang lain..
Gag bisa lagi pindah-pindah kamar di jam 12 malem…
Gag ada lagi ketawa ketiwi lyat supermama..
Gag ada lagi makan di ekonomis…
Gag ada lagi aku sering treak-treak “bundooo..”
Gag ada lagi aku treak-treak “Mba Daniiee…” tiap pulang kuliah..
Gag ada lg yang bisa aku isengin lg…
Yang bisa kuketuk pintunya…
Yang bisa kumaenkan tulisan di pintu…
Yang bisa kumaenkan tulisan di pintu…
Yang bisa ku’umpetin sendalnya…
Gag ada…

Gag ada lagi yang bisa kutebeng lg motornya.
Gag ada lg yang bisa mengantar aku cari buku…
Gag ada lagi suara tawa-tawa kalian…
Aku sedih
Lagi
Lagi
Dan lagi.
Smuah berjalan hanya dalam 6 bulan..
Harta yang tak akan pernah rapuh dimakan waktu.
Rasa yang tak akan pernah lapuk karna berpuluh-puluh ribu detik.
Aku bangga sama kalian…
Aku sayang sama kalian…
Maaf atas smua kesalahankuw
Maaf smua khilafkuw…
Maaf…
Maaf…
Dan trimakasih wat segalanya…
Atas semua rasa yang kalian tanamkan dalam dirikuw..
Atas smua cinta
Atas semua kasih

dan
atas kata: KELUARGA yang kalian beri…

di depan kOLAM aka kost lama

.tG4e.
-PW-

Leave a Comment

Masuk Kelas = Naek Bus Kota??

Parah! Tahun akademik udah dimulai lagi. Semester genap udah harus gue jalani. Hari-hari penuh ke-mumet-an harus kembali gue hadapi. Untungnya, ada penyegaran rohani yang suka dating secara tiba-tiba.. hehehehe… si “anu” yang mirip “anu”.. alah! He makes me smile..!! *lebai* Lumayan, lah..

Well, it’s not the point yang pengen gue certain.. Sebenarnya, gue mo protes ma kampus gue tercintah dan termahal (kata orang Jogja). Waktu gue masuk kelas pas mata kuliah Psikologi Komunikasi (PSIKOM), Pengantar Ilmu Hukum (PIH), Komunikasi Persuasif (KOMPER), dan Komunikasi Lintas Budaya (KLB).. gue harus bersiap-siap di depan pintu sambil menunggu dosen datang membuka pintu kelas. Gue juga harus siap menerjang teman-teman yang berebutan masuk kelas. Huff.. gue udah kayak ibu-ibu yang berebutan masuk mall yang baru dibuka dan di dalamnya ada program big sale besar-besaran. Kalo gue gak kalah cepet, gue bisa-bisa gak dapet tempat duduk.. lho?? Ini malah kayak naek bus kota ja.. Gimana kagak?? Kelas yang ada hanya mampu menampung 40-50 mahasiswa tetapi jumlah mahasiswa yang hadir ketika kelas dimulai ada, lebih dari 60 orang! Bahkan, di kelas KLB ada 78 orang!! Parah bangedh, kan?? Kelas PSIKOM, PIH, KLB, dan KOMPER, memiliki jumlah mahasiswa yang lebih dari 70 orang dan suasana kelas menjadi tidak aman dan terkendali. Bahkan, bangku panjang yang ada di koridor pun harus ikut masuk ke dalam kelas. Sekalian aja pake gelar tikar..
Membengkaknya jumlah mahasiswa gue rasa karna adanya pemadatan kelas. Memang, jumlah mahasiswa fakultas gue pada tahun 2007 ada 200 lebih. Tapi, masalah bisa teratasi pada semester ganjil dengan pembagian kelas sampai enam kelas. Dengan begitu, kelas rata-rata diisi mahasiswa dengan jumlah 40 orang. Sedangkan sekarang, hanya dibagi sampai 3 atau 4 kelas saja. Otomatis, jumlah mahasiswa menjadi padat dalam tiap mata kuliahnya. Belumlagi, ada jadwal mahasiswa yang bentrok kelas dari mata kuliah yang satu dengan mata kuliah lain. Hal tersebut semakin membuat kelas semakin penuh.

Kesel juga kalo tiap hari harus berdesak-desakan berebut korsi.. uh! Udah kayak elit-elit politik ja harus berebut kursi. Belum lagi, harus menghadapi kelas yang yang begitu ramai seperti di pasar. Kelas jadi tidak kondusif.. Kadang, suara dosen gak begitu kedengaran *apa gue’y yg budge, yak??* Belom lagi, kalo gue kbagian yg dating telat. Gue harus mengangkat2 korsi dari kelas sebelah.. Trus, menaroh korsi gue di sebelah korsi dosen.. Atau, laen kali.. gue bawa modal korsi sendiri, dah biar gak perlu khawatir kehabisan tempat duduk.

Setau gue, gue kuliah di kampus swasta yang cukup mahal (bagi kaum jogja), elit, dan yang notabene berkualitas yahud. Tapi, gue dapat pelayanan yang gak sesuai. Gue kayak sedang belajar di sekolah-sekolah terbuka bagi anak-anak yang kurang mampu kayak yang ada di komplek rumah gue. Mungkin, itu ajah lebih nyaman walo ruangannya gak ber-AC. Tapi tetap ja, gue gak habis pikir kalo setiap kelas harus seperti itu. Bagaimana mo merangsang niat belajar??? Dalam kondisi kelas yang kondusif j ague masih suka males2an belajar, apalagi kelas yang amat sangat tidak kondusif seperti ntu??? Beeeuuuhhh…

Bagaimana sikap kampus atas masalah ini?? Bagaimana cara mereka mengatasi masalah ini?? Bagaimana soal penyediaan fasilitas?? Penyusunan jadwal?? Kuantitas dari pengajar yang ada?? Semuanya perlu adanya kesesuaian dan keteraturan…

Sudah tau ada pembengkakan jumlah mahasiswa, eh! kampus gue masih penerima mahasiswa baru pada semester genap ini!! Parah!! Ngoyo bangedh, sih kalo soal mencari mahasiswa baru?? Mau taruh di mana, tuh mahasiswa?? Mo kuliah di lapangan parker, po?? Apakah kampus gue bener-bener pengen supaya regulasi keuangan yang terus menerus datang setiap semesternya??? Apa karena kampus gue ingin mempercantik diri sehingga memerlukan dana untuk membeli “pemolesnya”??

Leave a Comment

Bahaya Kondom Berasa

Seorang pemilik pabrik kondom berang sebab penjualan perusahaannya menurun karena perusahaan pesaing memperkenalkan kondom dengan berbagai rasa seperti strawberi, pisang, coklat. Pemilik perusahaan itu memanggil kepala divisi risetnya.

“Kamu sebagai kepala divisi riset harus kreatif dong, masak kalah sama perusahaan pesaing” Omel pemilik pabrik itu.

“Iya pak” jawab kepala div. riset takut.

“Oke, kalo gitu saya mau bulan depan pabrik kita sudah mulai memproduksi kondom dengan rasa” lanjut pemilik pabrik.

“Rasa apa pak yang kita pakai” tanya kepala div. riset.

“Saya gak mau tau. Itu tanggung jawabmu. Pokoknya harus beda sama pesaing. Kalo bisa yang khas indonesia” Omel pemilik pabrik itu.

Setelah sebulan, pabrik itu memproduksi kondom dengan rasa. Tapi penjulan tidak meningkat malah komplain ke perusahaan yang meningkat. Komplain kebanyakan berisi keluhan karena sering terjadi kecelakaan dalam permainan sex terutama saat oral sex. Yaitu penis pasangan sering tergigit dalam oral sex.

Peningkatan komplain ini membuat pemilik perusahaan memarahi lagi kepala divisi risetnya.

“Kamu ini gimana sih. Disuruh cuma nambah rasa aja di kondom malah ningkatin komplain ke perusahaan kita. Bisa bangkrut kalo gini” Omel pemilik perusahaan.

“Iya pak, mungkin kondomnya perlu ditarik. Sepertinya pengguna sering terlena karena rasanya” kata kepala div. riset

“Omong-omong emang kamu kasih rasa apa ?” tanya pemilik pabrik.

“Sesuai permintaan bapak, rasa khas indonesia, rasa rendang” jawab kepala div. riset.

Leave a Comment

Seks Dalam Istilah Komputer

Ejakulasi Dini : Peristiwa dimana komputer terlalu cepat keluar dari programnya. Ketika komputer sedang diaktifkan, tiba-tiba sudah exit dan tidak bisa melanjutkan programnya. Peristiwa ini sangat dirisaukan oleh pengguna komputer. Biasanya pengguna komputer akan mencari orang yang pakar dalam mengatasi masalah ini.

Menopause : Komputer generasi lama WS dan Lotus yang sudah tidak bisa diaktifkan lagi. Biasanya komputer jenis ini sudah ditinggalkan penggunanya. Jika dipaksakan komputer jenis ini, tidak akan menghasilkan produk.

Orgasme : Adalah rasa senang yang dialami pengguna komputer karena terlalu asyik dan larut dalam menggunakan komputer. Perasaan ini bisa membuat pengguna komputer lupa daratan dan tentunya dapat mengurangi produktifitas dan efektifitas etos kerja.

Penetrasi : Adalah istilah yang populer ketika seseorang memasukan disket ke dalam drive A atau drive B. Setelah d isket dimasukan, maka akan terjadi interaksi didalam CPU. Disket akan mengeluarkan program sesudah dimasukan ke drive A atau B.

Masturbasi : Adalah kelainan komputer dalam mengeluarkan program karena menyalahi prosedur yang lazim. Biasanya ini terjadi pada komputer yang jarang sekali dipakai oleh pengguna komputer. Untuk menghindarkan hal ini, sebaiknya komputer sering diaktifkan.

Leave a Comment

Older Posts »