Archive for July 27, 2008

Mr. Magorium’s Wonderful Emporium: “you have to believe to see it…”

Directed by: Zach Helm

Cast: Dustin Hoffman as Mr. Edward Magorium, Avid shoe wearer

Zach Milis as Eric Appletaum, The hat collecter

Jason Baeman as Henry Weston, Mutant

Natalie Portman as Molly mahoni

Ted Luzik as Bellini, The book builder

Ketika Mr. Magorium meninggal, toko mainan jadi hitam semua. Molly mahoni dikasih kotak kayu sama yang empunya toko. Awalnya, dia gak percaya kalo kotak itu ajaib. Dan lama-lama kotak itu menunjukkan keajaibannya. Tiba-tiba bergerak, bahkan terbang. Kotak kubus itu kemudian terbang kea rah Henry hingga membuat dia jatuh pingsan.

Inilah yang dimaksud dengan: “have to believe it?” Henry kemudian melihat magic dalam took itu. Munculah sparkle di sekeliling badan Mahoni. Sebenarnya cube wood itu adalah diri Mahoni itu sendiri. Karena sudah muncul kekuatan magic itu, kemudian barang-barang di dalam toko itu yang disentuh oleh Mahoni pun akhirnya menjadi bersinar kembali. Yang hitam menjadi colorful. Ternyata benar apa yang dikatakan Mr. Magorium, “Mahoni, you must conduct this store…”

Conduct di sini berarti, biarlah si Mahoni yang memimpi layaknya conductor, seorang dirigen dalam suatu konser. Apalagi, Mahoni gemar bermain piano sehingga mempunyai jari-jari yang gemulai dan lihai. Dengan demikian, maka akan munculah magic.

Berapa jumlah Zebra dalam film Mr. Magorium’s Wonderful Emporium??

Gue baru nyadar mengapa sering banget gue ngliat zebra berseliweran di pilem ini. untuk yang pertama, sih wajar coz zebra tampil dalam konteks dia sebagai boneka yang dijual di took mainan itu. Tapi, lama-lama aneh juga. Ada “zebra” lain lagi. Entah itu cuman motifnya aja atau bentuk nyatanya. Kalo dari ilmu kesoktauan gue, sih… ini hasil dari narsisme lembaga yang mensponsori pembuatan ini. kayaknya dia pengen menunjukkan kekuatan dari kekuasaannya. Mungkin, si empunya cerita dimodalin banyak, kali sehingga harus memunculkan “embel-embel” lembaga yang empunya copyright atas pilem ini.

Kenapa tokoh zebra yang sering berseliweran? Kenapa kgak monyet? Kenapa kgak singa, yang rada sangar’an dikit, gitu? Ya, gimana kagak. Wong, di bagian akhir pilem tertulis:

© MMVII Stupid Zebra, LLC.

Is the author of this motion pic for purposes of copyright and other laws. Waldern media and uhe warden media skipping stone logo are registered trademarks of walden media, LLC.

All rights reserved.

Well, liat ajah tuh kata ZEBRA yang nampang di atas… Kalo namanya Stupid Monkey, ya mungkin bakal banyak wajah mirip monyet yang berseliweran di sono… Atau bahkan, si tokoh utamanya mungkin akan berwajah monyet…

Yah, namanya juga bangsa barat. Penuh paham liberalis dan kapitalis, selalu hidup berdampingan dan selalu menjadi pasangan yang setia, tidak pernah bercerai. Jadi, wajar-wajar aja kalo si perusahaan ingin menunjukkan ke-eksis-annya dengan cara seperti itu. Hmmm, buat gue itu hal yang kreatif. Orang juga gak begitu sadar dibalik “kenarsisan” itu. Gue ajah yang sok tau dan suka menghubung-hubungkan. Biar seru, gitu… hihihiiiii… ^^!

Leave a Comment

YELLOW

YELLOW

Diected: Alfredo de Villa

Cast: Roselyn Sanchez

Film ini diproduksi pada tahun 2006 di San Juan, Puerto Rico dan melalui dubbingan New York.

Kisah seorang gadis Puerto Rico bernama Amaryllis (Roselyn Sanchez), yang artinya artinya yellow (kuning). Padahal, bunga amarilis itu sendiri sebenarnya berarti red rico. Gadis ini dari kecil sudah mempunyai bakat menari dari sang ayah. Ayahnya sempat menjadi penari balet sebelumnya. Hingga beranjak dewasa, ayahnya lumpuh dan Amaryllis malah menjadi pengantar pizza. Walaupun dia hanya emmendam impiannya sebagai penari, dia masih sering latihan menari di rumahnya demi menjaga kelenturan tubuhnya.

Hingga akhirnya, dia kehilangan sosok seorang ayah. Ayahnya mati bunuh diri karena melihat kenyataan bahwa istrinya emnjadi biang keributan di dalam keluarganya. Malah terkesan, istrinya lebih senang mendekati pacar Amaryllis sendiri. Ironis, memang. Maklum, usia ayah dan ibu Amaryllis terlihat tampak jauh. Sang ayah tampak jauh lebih tua dibandingkan dengan istrinya. Kemesraan sang ibu dengan pacar si anak, jelas terlihat saat mereka berdansa salsa setelah pergi ke pemakaman sang ayah. Amaryllis jelas-jelas shock dan merasa keheranan. Lebih-lebih saat Amaryllis tahu bahwa ibu dan pacarnya telah berhubungan intim di atas ranjang.

Dia yang kehilangan keluarga itu akhirnya malah mengungsi ke tetangganya, penjaga warung. Dan berkat kemurahan hati si wanita penjaga warung kelontong itu, Amaryllis dapat pergi keluar kota untuk mencari sodaranya yang lain. Di sana dia pun mencoba bertahan hidup dengan segala cara dan dia berusaha untuk melupakan kejadian yang telah mengahncurkan hatinya.

Di akhir cerita, Amaryllis akhirnya dapat mengejar impiannya. Meneruskan mimpi sang ayah, yaitu menjadi dancer sejati…

Di film ini mengatakan bahwa warna kuning merupakan warna pemaaf. Ada sepnggal puisi yang berjudul YELLOW dari seorang tua, kenalan Amaryllis saat dia harus berkelana selepas peninggalan ayahnya.

Berdoalah untukku dan aku akan berdoa untukmu.

Berdoa untuk yang buruk hati dan juga yang jahat.

Dan untuk yang jenius dan tak terlalu pandai.

Yang dengan senyumannya masih menyentuh hatimu.

Berdoa untuk mereka yang hancurkan semua

Bayi perempuan danlaki-laki dengan mainan jahat mereka.

Berdoa untuk perampok dan pencuri.

Berdoa untuk hilangnya kepercayaan kita.

Berdoa untuk mereka yang tak lagi bisa berdoa.

Berdoa untuk hilangnya sehari lagi ayah dan ibuku pergi dari sini.

Dan orang-orang lain yang ku cintai dari masa lalu.

Dan sat aku makin tua dan bergerak menuju tidur…

Melepaskan rasa sakit yang ku tahan begitu dalam.

Dalam di luas batas penyesalan jiwa dan kenangan yang belum kulupakan.

Berharaplah, kekasihku…

Jangan tinggalkan aku dulu.

Bibirmu lembut bagaikan sinar saat aku terseret ke dalam malam…

she is dancer… and yellow is her name…”

Leave a Comment

Skandal Seks Max Moein

Tugas Presentasi Mata Kuliah Kewarganegaraan

Disusun Oleh:

Thalita Evani (03271)

C. Gandes P.W. (03273)

Casimirus W. Marcelino (03279)

Vidi Istanto (03297)

LATAR BELAKANG

Sekitar awal bulan Mei 2008 ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan munculnya foto mesra dari salah satu anggota legislatif negara ini yang bernama Max Moein. Sebenarnya hal ini bukan kali pertama salah satu anggota Legistlatif terkena kasus yang hampir serupa. Seperti pada kasus sebelumnya, masyarakat Indonesia juga pernah dikejutkan dengan beredarnya video panas milik Yahya Zaini bersama penyanyi dangdut yang bernama Maria Eva pada akhir November 2006 (http://infoindonesia.wordpress.com).

Kasus lain yang masih terkait di antaranya, mengenai kaitannya dengan hubungan Al Amin dengan wanita lain, yang ternyata masih berhubungan dengan kasus korupsi yang dilakukan olehnya. Kasus-kasus yang telah disebutkan di atas hanya sebagian dari kasus perselingkuhan anggota legislatif yang diekspos oleh media.

Secara khusus, kelompok kami akan menganalisis kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh anggota DPR dari Partai PDIP, Max Moein. Ada beberapa alasan mengapa kami memilih kasus tersebut, di antaranya karena adanya Max Moein terkena dua kasus perselingkuhan. Pada awal Mei 2008, media nasional mendapati beredarnya foto panas Max Moein di internet. Foto tersebut menggambarkan Max Moein yang bertelanjang dada bersama seorang wanita yang disebut-sebut juga sebagai mantan sekretaris anggota DPR dari partai PKB, Nursyahbani Kantjasungkana (http://cahpct.blogsome.com). Belum lagi, dia juga diduga terkena skandal pelecehan seksual dengan Desi Firdianti, mantan sekretarisnya (http://www.detiknews.com/). Berdasarkan dua kasus yang telah diungkapkan oleh media, kami melihat bahwa Max Moein tampak diliputi oleh kisah perselingkuhan dengan wanita-wanita lain.

Ternyata, kasus-kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh para elit birokrasi tidak hanya berhubungan dengan persoalan moral dari pihak pelaku saja. Merujuk pada kasus-kasus di atas, kelompok kami mencoba mengaitkannya dengan beberapa konsep kebangsaan dan ketahanan nasional Indonesia. Menurunnya nilai kebangsaan juga dapat dilihat dari skandal seks anggota DPR yang bermunculan beberapa tahun terakhir ini. Nilai kebangsaan yang menurun itu akan dikaji secara personal, dilihat dari status yang dimiliki oleh Max Moein, yaitu sebagai anggota DPR.

Selain itu, skandal seks tersebut juga dapat dianalisis beradasarkan konsep ketahanan nasional Indonesia, baik di bidang sosial budaya maupun dalam bidang politik. Ketahanan nasional Indonesia sendiri didefinisikan sebagai kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Ketahan nasional sendiri terkait dengan ancaman-ancaman yang masuk ke dalam negara Indonesia, baik secara internal maupun eksternal. Kelompok kami berpendapat bahwa skandal seks yang dilakukan oleh Max Moein merupakan salah satu ancaman yang bersifat eksternal dan mampu mempengaruhi ketahanan nasional negara di bidang sosial budaya dan juga politik.

Untuk itu, perlu adanya pembahasan lebih lanjut mengenai kaitannya antara skandal seks tersebut dengan perihal kebangsaan dan ketahanan nasional Indonesia sendiri.

LANDASAN TEORI

    1. Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia (TANNAS)

TANNAS Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan naisonal yang terintegrasi. Tannas berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi danmengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam dan untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.

Adapun asas-asas TANNAS, adalah sebagai berikut:

  • Asas Kesejahteraan dan Keamanan

  • Asas Komprehensif Integral

  • Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar

  • Asas Kekeluargaan

Sifat TANNAS Indonesia sendiri adalah sebagai berikut:

  • Mandiri (percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri)

  • Dinamis (dapat menyesuaikan diri pada perubahan zaman)

  • Wibawa

  • Konsultasi dan kerjasama

    1. Aspek-Aspek TANNAS

Ketahanan nasional Indonesia dapat ditinjau dari berbagai aspek, di antaranya dalam bidang sosial budaya dan politik.

  • Sosial Budaya

Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis sosial budaya bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadpai dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar/dalam secara langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan Negara Republik Indonesia.

  • Politik

Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadpai dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, rangka menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

Pembahasan

  1. Analisis

Secara umum, kami ingin menyoroti bagaimana tanggapan masyarakat Indonesia terhadap kasus ini. Dalam skandal seks dari Maw Moein, kami menemukan banyak masyarakat Indonesia yang merasa kecewa dengan perilaku Max Moein yang justru merusak nama bangsa. Dengan munculnya kasus ini, wibawa bangsa Indonesia semakin menurun. Kita semakin tidak mempunyai wibawa di mata dunia padahal wibawa bangsa dapat dilihat dari pembawaan pemimpinnya.

Seharusnya seorang pemimpin dikenal karena kehebatannya dan keunggulannya dalam kinerja politiknya, tetapi kita justru mengenal Max Moein karena skandal seksnya. Berikut analisis kami, khususnya dalam perihal ketahanan Indonesia dalam aspek sosial budaya dan politik.

  1. TANNAS Sosial Budaya

Dalam aspek ini, kami merasa bahwa seharusnya sebagai pemimpin rakyat, harus bisa mencerminkan kepribadian bangsa, khususnya mengenai budaya Indonesia. Dalam foto-foto yang beredar tersebut, tercermin perilaku yang tidak bermoral. Apalagi sebagai seorang pemimpin, tidaklah pantas jika sampai terjerat kasus pelecehan terhadap lawan jenis. Bahkan, Max Moein sendiri sempat mengaku bahwa orang yang berada dalam gambar tersebut bukanlah dirinya.

Skandal seks yang dilakukan oleh Max Moein merupakan tindakan yang melemahkan ketahanan nasional bangsa kita dari dalam. Bisa jadi, kaum-kaum muda mengikuti perilaku yang kurang baik ini, sehingga kelak masa depan Indonesia semakin runyam. Dengan kata lain, pelecehan yang dilakukan Max Moein adalah ancaman atau gangguan dari dalam bangsa yang mungkin secara tidak langsung bisa membahayakan ketahanan bangsa dalam bidang sosial budaya. Misalnya saja, budaya masyarakat kita yang bermonogami dan dilarang berzinah akan ternoda dengan perilaku ini. Apalagi, jika hal ini justru dilakukan oleh seorang pemimpin rakyat. Bisa dibayangkan apabila ini dicontoh oleh rakyat, dianggap sebagai hal yang lumrah dan kemudian menjadi ”budaya baru” bangsa kita. Seperti halnya ungkapan ”Like Father Like Son”, dengan asumsi dimana pemimpin bangsa adalah seorang ”ayah” bagi rakyatnya.

  1. TANNAS Politik

Ternyata, persoalan mengenai skandal seks ini juga dapat dikaitkan dengan persoalan politik apalagi mengingat status dari Max Moein yang merupakan pejabat Negara, salah satu kaum elit politik. Dari segi ketahanan politik sendiri, bisa kita lihat dari perilaku para antek-antek politiknya. Jika para pejabatnya saja tidak bermoral, apakah masih ada muka untuk bertemu dengan pejabat-pejabat dari lain negara? Apakah mereka masih dapat bekerja dengan tenang setelah banyak masyarakat yang mengetahui adanya skandal seks yang telah dia lakukan? Tentunya tidak. Kinerja pelaku sebagai anggota dewan pun tidak menjadi optimal. Itulah sebabnya mengapa moral yang baik diperlukan dalam menjalani kehidupan dan tugas sebagai seorang wakil rakyat. Seorang wakil rakyat harus bisa menjaga muka bangsa dengan terlebih dahulu menjaga muka diri sendiri.

Analisis lainnya bisa dikaji dari status Max Moein yang merupakan anggota DPR dari partai PDIP. Ada dampak negatif yang ditimbulkan dari skandal ini terhadap kepentingan partai. Bisa jadi image yang dibangun oleh PDIP menjadi rusak hanya karena salah satu kadernya yang terbongkar skandal seksnya.

Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa seorang wakil rakyat merupakan representasi dari partai. Dalam kasus ini, PDIP menjadi korban gairah muda dari Max Moein. Karena kasus ini, citra PDIP dapat menurun padahal pemilihan presiden sebentar lagi. Mungkin program pendidikan moral kader bisa dimasukan sebagai salah satu program andalan Megawati.

Di salah satu webblog, kami menemukan komentar masyarakat atas artikel yang berjudul ”Skandal seks Desi Vridiyanti-Max Moein” (http://blogberita.net/). Salah satu komentar mengatakan bahwa dengan kasus ini, pamor Megawati sebagai salah sorang pemimpin bangsa dapat mengalami penurunan. Megawati dapat mendapat penilaian dari masyarakat bahwa beliau sebagai pemimpin partai tidak bekerja optimal dalam membina kader-kader politik dalam partainya. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila kasus ini dapat berindikasi sebagai penghambat karir Megawati dalam pemilihan umum 2009 mendatang.

Ada perihal lainnya lagi yang dapat disangkutpautkan ke dalam hal politik. Desi Firdiyanti diduga secara sengaja ”telat” melapor kepada publik dan Badan Kehormatan mengenai pelecehan seksual yang telah dilakukan oleh Max Moein padahal pelecehan tersebut sudah berlangsung satu tahun yang lalu. Namun, masih dalam artikel yang sama mengatakan bahwa karena Desi sendiri masih belum yakin untuk menang melawan Max Noein secara hukum. Dia pun harus mempersiapkan bukti-bukti yang mendukung terlebih dahulu. Kaitannya dengan politik adalah diduga ada oknum-oknum politik lainnya yang sengaja membuat Desi baru mengaku. Ada komentar yang mengatakan bahwa pada saat menjelang pemilu ini, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menjatuhkan Max Moein dan partainya.

Namun menurut kelompok kami, permasalahan ini sebaiknya tidak terlalu dicampuradukkan dengan politik. Jika memang benar terjadi pelecehan seksual Max Moein terhadap Desi, maka segeralah permasalahan ini dibawa ke pengadilan, diadili secara transparan dan dimasukkan dalam hukum pidana. Sehingga, tidak perlunya pembahasan secara tertutup di dalam Badan Kehormatan DPR. Hal ini dilakukan untuk menghindari segala prasangka dari publik dan tetap menjaga keterbukaan atas masalah yang terjadi. Lagipula, jika persoalan ini dicampuradukkan dengan politik, maka persoalan akan menjadi kabur dan hukum menjadi tidak tegas. Pemerintah sebaiknya membawa persoalan ini dengan pendekatan secara hukum agar si pelaku juga tidak lolos dari jerat hukum.

  1. Dampak

        • menurunnya integrasi bangsa

        • menurunkan wibawa bangsa di mata dunia

        • hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya

        • generalisasi masyarakat pada kalangan politisi, masyarakat makin menganggap mereka bermoral buruk.

KESIMPULAN

Kasus yang dilakukan oleh wakil rakyat ini adalah ancaman bagi ketahanan nasional. Indonesia, terlebih dalam bidang TANNAS Sosial Budaya dan Politik. Wakil rakyat belum sepenuhnya memikirkan masalah rakyat, mereka justru disibukkan dengan kasus-kasus pribadinya yang seharusnya bisa dihindari. Masih diperlukannya pendidikan moral yang baik bagi para wakil rakyat. Wakil rakyat bukan dikenal melalui kinerja politiknya, tetapi justru melaui skandal-skandal foto syur mereka dan korupsi mereka.

Daftar Pustaka

Nizaminz, ”Skandal Seks Pejabat-Memakai Uang Rakyat untuk Maksiat?” <http://infoindonesia.wordpress.com/2008/07/18/skandal-seks-pejabat-memakai-uang-rakyat-untuk-maksiat/>

Anonim, “Foto syur Max Moein Anggota DPR?”

< http://cahpct.blogsome.com/2008/05/>

Muhammad Nur Hayid, “Skandal Seks di DPR: BK DPR Dalami Pengakuan Max dan Desi”

<http://www.detiknews.com/read/2008/07/07/143248/968060/10/bk-dpr-dalami-pengakuan-max-dan-desi>

Jarar Siahaan, “Skandal Seks Desi Virdiyanti-Max Moein”

< http://blogberita.net/2008/06/06/skandal-seks-desi-vridiyanti-max-moein/>


Comments (1)

“Pacarku, betapa kau mencintai kuliah…”

Tenang… ini bukan perkataan gue untuk pacar gue… hahaha… ini merupakan hasil obesrvasi dan tidak lupa juga dengan menggunakan ilmu ke-sotoi-an gue! berikut deskripsinya:

Objek

si X dan seorang cowok yang mencurigakan.

Ciri2

si X dengan rambut panjang lurus hasil bondingan. Badan berisi. Teman sekelas mata pas kuliah Pancasila. Dan seorang cowoknya yang berparas kurus, rambut pendek agak keriting, kulit sawo matang.

Tempat

Ruang kuliah 4304

Waktu

Jam Kuliah Kewarganegaraan, Selasa-Kamis pk 09.30 mpe sesuka dosennya

Dari awal kuliah, gue sebenarnya sedikit reflek aja ngeliat si X bersama dengan seorang cowok yang interaksinya sudah seperti jarak interpersonal saja. Beberapa hari gue ngeliat kalo si X itu datang bersamaan dan duduk berdua dengan si cowok. Gue inget banget saat bakat sotoi gue spontan muncul pas gue ngliat mereka telat dan baru nyampe tangga, gitu. *berarti, gue juga telat, dong!* hahahaa…

“kayaknya, cowok itu pacarnya, dah! Hmmm… Tapi… Emangnya cowoknya itu kakak angkatan, pa?? kayaknya, kagak, dah!” Entah kenapa, gue berpikiran seperti itu… Mungkin, karna gue masih keinget soal pembelian formulir nonton pilem The Conductor. Seinget gue, dia juga nelpon cowoknya buat beli tiketnya. Trus, karna acara nonton itu juga diadain di kampus-kampus lainnya, tuh cewek sempet bilang: “Apa nontonnya di kampus XX *gue lupa*aja, yah? Kampusnya dia…” Naaaahhh… makanya gue mikir kalo ada sesuatu yang aneh atas kehadiran tuh cowok…

***

Pertemuan sebelum mid pun gue lalui dengan melupakan si cowok misterius itu. Mungkin, ini memang hanya ulah ke-sotoi-an gue semata. Ya, refleksi diri sendiri ajah: gak boleh SOTOI!! Hehehehe… Tapiiiiii… setelah mid semester berlalu, dosen yoi gue ngadain acara presentasi, gitu. Hal pertama yang gue pikirkan bukanlah soal memilih topik! Melainkan… “Ini waktunya untuk membuktikan ke-sotoi-an gue!! Hohhohoo…”

Presentasi pun di bagi dalam dua pertemuan plus 1 pertemuan pengganti. Semuanya ada 10 kelompok. Gue kebagian kelompok 8, ngebahas Skandal Seks Max Moein. Di hari pertama, kelompok 1 sampai kelompok 4. Dan di jadwal berikutnya (ditambah dengan pertemuan pengganti), kelompok 5 sampai dengan 10. (Jujur) Walaupun gue gak bersemangadh ngedengerin orang2 yang presentasi, di hari pertama gue tetep gak liat tuh makhluk nampang di depan kelas.

Mari kita melihat hasil observasi di pertemuan terakhir. Ternyata, wajah tuh cowok juga kgak nampang2!! WOW!! Kalo udah kayak gini, mah udah kgak usah ditebak lagi, dah! Tuh cowok emang bukan mahasiswa yang daftar SP!! Gila, tuh cowok rajin banget. Ironis banget, yah… Wong, mahasiswa yang wajib ikut kuliah aja, sering kedatengan rasa males buat masuk kuliah… Malah, kuliah itu kadang hanya untuk menggenapkan ajaran Kitab Suci orangtua saja. E e eee… Dia yang mahasiswa luar malah setia sekali mengikuti kuliah orang lain… Ckckckckckkkk… Apa di kampusnya, kgak ada mata kuliah Kewarganegaraan, kali yak?? Atau, dia hanya mengisi waktu luang saja selama pacarnya ikutan SP. Kan, lumayan. Tempat hangout bareng kan gak cuman di mall atau tempat rekreasi… ternyata, Full selama SP, lagih!! Sekalian aja, dia ngikut kuliah selama satu semester!! Modar, dah dia!! Weleh weleh weleh… “Pacarku, betapa kau mencintai kuliah…”

Leave a Comment

[Kiamat!] Jika Aku Punya Kembaran…

250708

Hmmm, coba, gue punya sodara kembar… Barang satu bijiiii aja, dah! Gimana, yah rasanya… Gue ajah suseh banget wat ngebayangin. Pasti bakal ironis banget kondisi keluarga gue. ngurusin satu anak cewek kayak gue aja, udah repotnya setengah maot… apalagi kalo ada dua orang kayak gue!! imajinasi gue muncul ketika dua hari yang lalu *kalo gak salah ingedh*, di malam hari, waktu gue dan Mba Dani lagi nongton Super Twins.

“Mba, yang nyanyi itu bertiga, kembar semua, yah? Busettt… gimana kalo kembar lima apa tujuh, gitu…??? ” Gue heboh ketika ada peserta cewek yang kembar tiga nyanyi bareng.

“Iya, yah… Lama-lama yang jadi pesertanya yang kembar tujuh apa yang kembar sepuluh doing, dah… hehehehee…” Sahut temen kost gue yang lama-lama ketularan stress kayak gue!

“Eh, gimana yah kalo aku punya kembaran??” Daya khayal gue mulai berlarian liar.

“Heh???!! Gandes punya kembaran?? Wuah, itu mah bisa kacau, dah!” Kata Mba Dani sambil ngebayangin gimana jadinya dunia ini kalo gue punya kembaran.

“Gini mba…” Gue mulai berkhayal lagi.

Gue bilang ke Mba Dani kalo kembaran gue nantinya bernama Gendis. Gandes dan Gendis! Nama pasangan kembar yang sangat apik, bukan? Bisa ngalahin kedashyatan Kembar Srikandi, tuh! Hags. Gendis, kembaran imajinasi gue itu dikutuk menjadi cewek yang feminim, lemah gemulai, dan seperangkatnya. Pokoknya, tuh anak jadi cewek yang cewek abis jiji’i gitu, dah! Beda banget ma gue yang kayak wanita jejadian… hehehehe…

“Iyah, nti dia yang ngajarin kamu soal dandan, pake rok, high heels…” Mba Dani semakin membantu gue berimajinasi.

“Dih, kagak!” Gue langsung nyerobot ajah. “kalo dia maksa aku supaya pake make up, gitu… wuih, langsung tak tendang… SYYUUUUNGG!!” Kat ague bersemangadh sambil memperagakan tendangan maut pemicu KDRTBSK (Kekerasan Dalam Rumah Tangga Bersama Sodara Kembar).

“Ya, Allah… Tuh, kan kamu tuh pasti yang menganiaya sodara kembarmu nanti… Ckckckckck..” katanya Mba Dani sambil memberikan tatapan prihatin terhadap tingkah gue yang kayak anak autis, gitu..

“Ouw, jelas… Gandes mang selalu menang dari si Gendis.. Nanti kalo jalan di sekolah, gitu… Dia yang selalu di belakang aku, mba… hahahhaa… Parah banget, yah jadinya…” Cerita gue dengan bangganya. Serasa punya pembantu pengawal pribadi ajah, dah kalo si Gendis itu benar-benar ada. Udah gitu, gue juga meraga’in kalo gue minta tolong ke si Gendis wat ngerjain tugas-tugas kuliah gue. apalagi, kalo kite berdua satu kamar. Yang ada, yang bersihin kamar si Gendis mulu. Nyuci baju, nyuci piring, ngelap’in computer… dia semua, dah! Hohohohooo… *bahagianya tiada tara*

“Ya, Allah… Trus, gimana tuh si dodol? Dia milih Gandes apa Gendis??” Tanya Mba Dani jahil. Pengen gue lakban ajah, tuh mulutnye… hehehehe..

“Yaaa.. terserah… Kalo mo pilih Gendis, ya silahkan monggo… Yang penting, si Oji tetep punya Gandes…”

“Ouw, sinting nih anak…” Hehehe…. Mba Dani mulai memuji gue lagi, dah! *lho??* hehehe…

***

Beberapa menit kemudian, gue beneran tanya pendapatnya si dodol lewat sms. Gimana kalo gue punya kembaran. Trus, dia bakal milih siapa, gitu… Yang feminim (Gendis) atau yang kayak cowok (Gandes)… Eh, dia malah ngebales:

“Ha?? U kembar?? Jangan, deh! Repot, pastinya… Gandes satu biji aja udah bikin repot stgh ampun, apalagi klo dua!! Kasihan nanti keluarga u…”

Sia’ul!! Huhuhuhuuhuuu… Apakah sebegitu parahnya jika aku punya kembaran?? Padahal, itu sesuatu yang santai, relax, dan menyenangkan!! *khususnya buat gue!* Hehehe…

Tapi, kasihan juga kalo si Gendis beneran hadir dalam hidup gue, apalagi statusnya menjadi sodara kembar gue yang punya sifat 180 derajat lebih baik daripada gue… Dia pasti akan mengikuti jejak karir si Lala Bidadari, dah. Selalu menangis karna disiksa, dihina, dan dianiaya… Trus, gue?? Yang ada, gue bakal dapat kutukan jadi manusia item, dah! Gara-gara kgak bisa jadi sodara kembar yang baik… Hehehehee…

Mama, terimakasih aku gak punya sodara kembar…

Bapak, terimakasih untuk free style-mu yang tidak menghasilkan aku yang kembar…

Kakak, terimakasih untuk tidak berbuat seperti apa yang aku angan-angankan jika punya sodara kembar yang klemer-klemer (menghina, mencerca, dan menganiaya adiknya)…

Tuhan, salam buat my sister who always lived around me…

Leave a Comment