Archive for January, 2009

.hanya sebuah analogi.

(080109)

Kemaren gue baca postingan blog: “cerita tentang sebuah cerita”, sebuah tulisan mba chule. Cerita itu menceritakan tentang si crayon dan buku gambar. Di situ gak diceritain, sih ukuran dari buku gambar itu; A4 atau A3… hehe… Singkatnya, sang buku gambar meminta agar crayon tetap berjuang supaya dapat mewarnainya lagi. Jangan sampe, anak kecil –si pemilik crayon- menuruti perkataan ibunya untuk mengganti crayon dengan pensil warna…

Cerita itu berisi perumpamaan kisah si mba Chule dengan dengan kekasih laknatnya… hahaha… (tenang aja, gw tau sapa orangnya! Orang yang pengen gue hina-dina slalu! ^^) Endingnya??? Tampaknya, si crayon akan tetap berjuang supaya dia bisa tetep memberikan berjuta-juta warna di hidupnya si buku gambar… the nice ending…

Setelah baca cerita itu, gue jadi pengen bikin perumpamaan juga *makasih, ya mba chule… inspiring banged, dah tuh cerita! Jangan GR…* Tapi mungkin, another perumpamaan and another ending. Kalo perumpamaan gue, tentang si cat sablon dan kertas gambar.

Pada suatu hari, sang ibu ingin melihat sebrapa besar bakat anaknya dalama hal gambar menggambar. Layaknya ahli-ahli psikolog anak yang sedang mengadakan penelitian, sang ibu pun meletakkan beberapoa alat gambar di depan anaknya: pensil warna, crayon, dan buku gambar. Namun, tanpa penjelasan apapaun sang ibu meninggalkan anak perempuannya yang masih berumur 3 tahun itu.

Lima menit sudah berlalu dan si anak masih duduk di atas lantai. Terdiam sambil menatap benda-benda yang ada di sekelilingnya. Anal itu udah kayak mbah dukun yang lagi dikelilingi sesajen kemeyan, kembang 1000 rupa, dan minyak nyongnyong.

Tiba-tiba anak itu menoleh ke belakng dan didapatinya sang ayah sedang menyablon spanduk.

“…” Anak tersebut terdiam. Lalu tersenyum kecil. Dia kemudian menarikbuku gambar A3-nya dan membuka covernya.

SRETTTT!!

Dengan pede-nya dia menyobek satu lembar A3. Dia kembali tersenyum. Apalagi melihat pinggiran kertas gambar itu yang gak karuan karna disobek secara paksa. Dia pun perlahan-lahan menekuk lututnya untuk bangkit berdiri. Dengan langkah pasti seperti anak cowok yang baru kelar disunat, dia berjalan menuju sang ayah. Dia bukan ingin menegur sang ayah yang sedang asik bermain warna juga. Dia juga bukan ingin meminta ayahnya untuk menggambarkan something on her paper. Dia hanya tertarik pada sekumpulan cat sablon yang berada di belakang ayahnya itu. Dengan tampang tanpa dosa, dia pun mencelupkan jari telunjuk kanannya pada cat yang berwarna merah. Lalu balik lagi ke tempat kertas gambarnya yang dia tinggalkan tadi.

Tanpa rasa ragu, telunjuk yang telah dilumuri dengan cat itu pun menari-nari di atas kertas gambar polo situ.

“…hehehehe…” ia tertawa terkekeh-kekeh. Cengar cengir. Matanya pun ikut jadi sipit.

Merasa telah menemukan cara yang tepat untuk mewarnai, dia pun mengulangi aksi brilliant-nya. Dia kembali kea rah sang ayah. Mencelupkan jari telunjuknya ke warna kuning. Ke tempat buku gambar. Dan kembali berekspresi. Begitu seterusnya…

Dia mengambil warna:

HIJAU

BIRU

Berkali-kali dia bolak balik hingga tanpa sadar begitu banyak tetesan warna yang berceceran di lantai. Sang ayah pun tak sadar atas apa yang dilakukan gadis ciliknya. Cat warna birunya pun nyaris menjadi ungu-ungu gak jelas karna telah dicelupkan warna merah dan hijau yang “dibawa” oleh sang anak.

Namun saat sedang asik asiknya melenggak-lenggokkan jari telunjuknya, dia mendapatkan aura yang tidak enak.

“LINGGA!!!!” Ternyata sang ibu telah berdiri di belakangnya sambil bertolak pinggang. “Mama udah kasih pensil warna sama crayon!! Kamu malah pake cat sablonnya papa!!” Ibunya makin marmos ngeliadh tingkah autis anak perempuannya.

Lingga. Gadis cilik yang paling sebel denger suara orang dewasa yang suka nelen toa itu pun gak bisa membendung air di pelupuk matanya.

HUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….!!!

Lingga akhirnya ikutan berteriak.

“Ada apa, sih ma…?” Tiba-tiba sang ayah menghampiri.

“ada apa?!! Kamu tuh gak peduli banget sama anak! Kalo cat itu masuk mata, gimana?! Kalo masuk mulut, gimana?! Kalo masuk hidung, gimana?! Itu RACUN, tauk!!”

“yawda… yang penting, sekarang si Lingga’nya juga gak apa-apa, kan? Lagian, masih ada kertas-kertas lain kalo mama mau si Lingga menggambar pake pensil atau crayon…”

“HUH!!” Sang ibu merasa kurang puas dengan jawaban suaminya yang sok cool itu. Dia pun menarik tangan Lingga dan berniat untuk membersihkan cat yang blepotan di tubuh Lingga. Dengan diiringi rengekannya, Lingga pun hanya bisa menuruti kemauan ibunya dan meninggalkan kertas gambarnya tergeletak di lantai.

Sang ayah yang tidak ingin mengalahkan sang anaknya itu kemudian membereskan alat-alat gambar yang berada di lantai agar dia dapat membersihkan bercak-bercak cat yang berceceran akibat ulah anaknya itu. Tiba-tiba saat ia mengambil kertas gambar karya Lingga, dia malah tersenyum kecil. Sang ayah yang tadi ingin membuang kertas itu pun mengurungkan niatnya.

And guess what???

Keesokkan harinya, gambar itu berada di dalam bingkai kayu dan akan selalu berada di dalam kamar Lingga.

-the hardest part-

Itulah kisah si cat sablon dan si kertas gambar! Sang ibu merasa bahwa cat sablon bukanlah pewarna yang cocok digunakan oleh anak kecil yang berumur tiga tahun. Lagipula, masa’ kertas gambar digunakan sebagai medianya… ?? begitulah persepsi sang ibu.

“Cat sablon ya dipake buat mewarnai kain. Kertas gambar juga biasanya diwarnai sama pensil warna, crayon, ya… mentok-mentok juga cat aer. Cat sablon kan terlalu ekstrim kalo dipake di atas kertas gambar…” Tapi, gimana kalo gambar yang dihasilkan ternyata gak kalah sama gambar yang dibuat oleh si pensil warna atau crayon?? Ato, bahkan bisa jadi lebih indah… benar-benar indah…

Padahal, andai sang ibu mengerti tentang perasaan si cat sablon dan sang kertas gambar…. Pasti dia takkan merasa kuatir kalo Lingga bakal “kemasukkan” cat sablon. Cat sablon hanya ingin mewarnai si kertas, kok! Bukan untuk menyakiti Lingga… Si kertas pun hanya ingin diwarnai oleh si cat sablon… walo hanya satu lembar saja.

Yapz! Hanya satu lembar. Untung, sang ayah mengabadikan lukisan berjuta-juta warna itu di dalam ruang berbingkai. Karna, si kertas pun tau bahwa dia takkan pernah lagi diwarnai oleh sang cat sablonKarna, kertas-kertas yang lain dalam buku gambar itu akan diwarnai oleh pensil warna atau crayon. Seperti apa yang diinginkan oleh sang ibu…

pelangi di kamar

Kisah ini memang tidak seperti si crayon dan buku gambar. Tidak seperti crayon yang akan berjuang agar tetap mewarnai lembaran-lembaran kertas yang tak terbatas dalam buku gambar itu.

Saat ini, si kertas dan sang cat sablon pun hanya dapat terpaku pada dinding ruang terbatas. Menyimpan berjuta-juta warna cerita yang hanya dapat mereka berdua rasakan. Yang hanya dapat mereka berdua simpan dalam bingkai kenangan dan kehidupan nantinya…

*terpaku dan tetap tersenyum*

Kini tak perlu kuatir jika setelah hujan tak tampak pelangi. Kini tak perlu kuatir pula jika hujan tak kunjung datang dan hanya teriknya matahari yang menyengat. Buat saia, pelangi itu tetap ada…”

Comments (2)

oleh-oleh dari Slipi

060109

Gue bukan orang yang suka jalan-jalan ke ibukota, apalagi ke tempat-tempat nongkrong seperti mall, cafe, atau tempat nongkrong yang biasa ditongkrongin ma anak-anak ABG aktif. Hehehee…

Cuman, hari ini gue lagi mau cari celana panjang yang murah meriah bareng nyokap setelah dia pulang gawe. Tadinya mau ke Tanah Abang, tapi udah terlalu siang. Males juga. Akhirnya, gue berdua nyari-nyari di Slipi Jaya ajah. Kebetulan deket sama kantor nyokap juga.

Alhasil, sekitar jam dua siang lewat… gue pun melancong ke Slipi Jaya.. Beruntung, gue gag menikmati tempat itu bersama beratus-ratus orang seperti layaknya pembeli pasar ikan… Jadi, gue bisa melenggang kangkung, deh ma emak gue, mengitari mall itu tiap lantai… Mungkin, bisa-bisa aja gue berdua guling-gulingan atau sirkus di situ sesuka hati… hehehe…

Hmmm, ternyata dari situ gue menemukan sesuatu yang bikin gue cukup usil untuk mengomentarinya. Ternyata, memang benar kata orang: “gak ada salahnya untuk peka terhadap apa yang ada di sekitar”…

And, i found something!!

1. Logo Pizza Hut

Hmmm, awalnya cuman ngerasa ada yang aneh pas ngeliadh billboard Pizza Hut di depan Slipi Jaya pas gue masih berada di KOPAJA 88. Tampak ada yang kurang, gitu… Tapi, apa yah.. Ada yang kurang… kurang… kurang mampu, kali yah gue wat beli pizza hut… *ya, iya lah!* Bukan! Bukan itu yang kurang…  Tampaknya, gue semakin mendapat pencerahan. Sedikit menemukan “sesuatu yang kurang” itu.. Tapi, masih ragu..

Gue pun turun dari KOPAJA karna ternyata mall yang bukan termasuk mall andalan para ABG itu udah berada di depan mata. Gue pun memasukinya, dan hampir melupakan “sesuatu yang kurang”…

Ternyata, saat gue masuk.. gue kembali diingatkan tentang “sesuatu yang kurang” lagi. Gimana kagak? Ternyata eh ternyata lagi, pas masup mall gue langsung dihadapkan dengan rumah makan pizza hari ulang tahun (hut) itu.. hehehe… dan “sesuatu yang kurang” itu pun tampak di depan rumah makan itu…

Dan, akhirnya pun gue menemukan jawabannya…

gambar 1

gambar yg gue liadh di billboard dan yang dipajang di depan tempat makannya PH

gambar yg gue liadh di billboard dan yang dipajang di depan tempat makannya PH

gambar 2

logo yang dianggap "sudah selayaknya dan sepantasnya"

logo yang dianggap "sudah selayaknya dan sepantasnya"

gambar 1 itu gambar yang gue liadh di billboard dan papan yang ada di depan rumah makannya si pizza hut. Dan, jelas berbeda (beruang mbe kuda) dengan gambar yang pada umumnya terpasang (gambar 2). Entah mengapa tulisan pizza hut itu tak tampak pada gambar satu (tapi, tanpa tulisan itu pun gue tetep bisa “menginterpretasikan” bahwa itu adalah PIZZA HUT —–> berarti pizza hut itu udh masuk dalam persepsi gue.

Kenapa, iah “sesuatu itu” hilang dari tempatnya. Apa udh ganti logo?? Tapi, setelah gue berbelanja di Slipi dan pulang melewati daerah kebon jeruk, gue melihat billboard pizza hut “sebagaimana mestinya”. Hehehehee… Apa karna cetak billboard di daerah slipi itu tergantung warna dan jumlah gambar?? hehehee… *kayak cetak baju aja!*

yaaaa, ato mungkin lagi di pgn di pretel wat diperbaiki, kali iah…

oh, atau… itu sebenarnya cabang pizza hut yang baru. Pizza Hut cabang Zimbabwe, mungkin.. hehehhe…

yasuwda, lah….

Yang penting, it’s interesting wat gue. Mkny, gue tulis.. hehehe..

2. Glodok Electronic

Well, mari kita berpindah tempat! Eh, tetap di dalam Slipi Jaya juga, siii.. hehehe… *lanjut!* Gue dan si emak iseng memasuki toko Glodok Electronic. Gue pikir, nih toko isinya cuman yang elektronik, semacam tipi, radio, dan terutama handphone. Secara, glodok identik dengan jual-beli hape.. hehhe… Ternyata, toko ini menawarkan barang-barang yang berbagai macam rupa. Ada toys, stasionary, alat-alat dapur, peralatan elektronik seperti kabel, lampu, saklar, dll. Bisa dibilang 3/4′nya hypermart, lah… hehehe…

Nah, di dalam toko itu ternyata gue menemukan sesuatu yang “seru” buat gue. Bahkan, ada beberapa hal yang bisa mendukung kuliah gue. hehehe.. *tetep! libur-libur mikirin kuliah… sok bangedh, deh akh!*

a. Making  Comfort the Consumers

Services dan Statisfaction! Mungkin itu yang sekarang dicari sama konsumen saat ini. Konsumen gak hanya nyari barang yang dia butuhin dan langsung pulang egitu aja. Tapi, mereka juga mencari kesan dari tempat/toko yang dia datangin, misalnya ya melalui servis yang ditawarkan oleh si toko itu. Apalagi, kalo dari servis itu mendatangkan kepuasan yang tinggi terhadap konsumen… Wuah, makin berkesan aja tuh para konsumen. Dengan begitu, si produsen pun berharap agar konsumen menjadi loyal terhadap mereka (para produsen) dan semakin seringlah konsumen mendatangi toko tersebut.

Ternyata, eh ternyata… Si Glodok Electronic (GE) mempunyai servis yang menurut gue cukup “nyoi mamen”, gitu.. hehehe

GE menyediakan air minum dan makanan kecil untuk para konsumennya. Gak tanggung-tanggung pula! GE menyediakan aer putih, nescafe, jus lemon, dan jus jeruk… *udah ngalahin aneka minuman yang biasanya dipajang di depan meja para anggota legislatif, to?? -biasanya kan, disediain aer putih dan aer berwarna-*

Trus, makanan kecilnya pun bukan semacam jajanan pasar, seperti arem-arem, lemper, ataupun bakpau. Tapi semacam kue bolu yang dilapisi macem-macem pemanis (coklat atau meses)  dan dipotong kecil-kecil *sekali lahap! makan 10 biji juga blom tentu kenyang, saking kecilnya* ^.^!

But, it’s good idea… i think…

karna (jujur), gue blom pernah nemuin hal seperti itu. Mungkin fasilitas minum gratis memang ada, tapi paling itu cuman ngasih minum aer putih gratis… gag nyampe 3 macem minuman berwarna.. hehehe… Apalagi, GE juga tokonya gak gede-gede amat, kok… jadi, itu tetep gue kategoriin sbg ide yang bagus, lah untuk menarik konsumen.. Nih toko, pasti idola dosen Perilaku Konsumen gue.. hehehhee…

Gue sebenarnya sempat kaget juga, si GE bela-belain buat begituan. “mending laku, neh toko…” pikir gue. Yaaa… gue takut aja kalo ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Seperti yang HAMPIR gue lakukan tadi.. Tadinya, gue mo nyomot tuh satu kue dan nyobain salah satu minuman berwarna ntu… tapi malu juga… Apalagi kalo gue gag beli apa-apa… hehehe…

Ada, sih… ibu-ibu yang minum aer putihnya… Tapi dia beliiiiii baraaaaannnggggg… hehehehe..

menyediakan 3 tempat minuman...

menyediakan 3 tempat minuman...


GRATISSS, cuy!!!!!

GRATISSS, cuy!!!!!

ini dia kue-kue yang ditawarin.. gak tau, siii ini cuman properti apa asli.. hehehe...

ini dia kue-kue yang ditawarin.. gak tau, siii ini cuman properti apa asli.. hehehe...

b. China Gives The Cheapest Toys!

Oce! Sekarang ada lagi yang jadi iseng gue… Pas masuk bagian mainan anak-anak… Gue nemu “sodara aspalnya” LEGO… Tau, kan LEGO paan?? Ntu maenan idola kakak gue, noh.. hehehe… Dulu gue sama kakak gue merengek-rengek minta maenan LEGO (waktu jamannya WAL-MART di MegaMall Lippo Karawaci) karena bonyok juga megap-megap disko dulu buat beliin… walaupun waktu itu jauh lebih terjangkau dari harga yang sekarang.

tapi, beruntung produk china masuk ke Indonesia. They can give us the cheap products!! Misalnya, merk Bricks ini (gambar 3)… Ini dia, si sodara “aspal”-nya LEGO… harga juga lebih murah, kok… Untuk maenan sekitak ini, *kalo gue gak salah inget* sekitar Rp 30.000-an…

gambar 3

sodara aspal-nye lego...

gambar 3 sodara aspal-nye lego...

Selain LEGO, barang buatan china juga bisa ngasih harga boneka barbie jadi lebih terjangkau… Huff… Coba barbie buatan China datang lebih awal, sehingga cita-cita gue buat koleksi barbie pun dapat tercapai… hehehe…. *centil banget, gue berniat untuk koleksi barbie!*

yaaaa, kira-kira…. begitu lah oleh-oleh gue dari slipi…

gak banyak, siii…

tapi, cukup seru aja, buat gue yang jarang menggauli kota jakarta..

*gelora nulis post ini semakin bekurang karna si ocha konsultasi take home UAS: metode penelitian komunikasi*

Comments (1)

yang dulu di 2008…

these are my journey along 2008 yang lalu… time was running so fast and so furious… (kayak pilem, deh akh!)

Januari “diusir dari kost”
(01) dapat nu year whises dari si dodol

(17) kepastian dari si penelepon esia

(20) Dapet TTD Raditya Dika darisi gomel. (thanks, mel! sohib paling yahud, dah! hehehee…)

(22) pencarian kost-kost’an. Ngetok sejumlah pintu dan mengeluarkan pertanyaan wajib: “ada kamar kosong, gag?” —->> “ada… kamar mandi, noh!”

Februari “kost baru yang sucks!!”

(02) dapet kost baru yang tak kurang seperti layaknya kandang ayam. Mana kasurnya jebol, pula! Alhasil buku TEKOM pun jadi sasaran ganjelan kasur! (bu Yudi, bukunya multifungsi, lho… hehehee…)

(12) realize that i’m not a perfect girl like her…

(10-14) bantu bantu aiu jualan coklat, maksudnya bantu bikin kemasannya. Kesian tuh anak, dibudayakan ma temen-temennya ampe bolos kuliah berkali-kali..

(14) dapet coklat kasih sayang dari sobar-sobat dan si dolkemitt… heehehee..

Maret “just speak up!”

(07) Nyet…!! Di warung Ekonomis ada yang Fauzi Baadilla… AJROOOTTTT!!! SROTT!! Cowo cepak, jaket abu-abu, celana pendek, napak tanah… hampir mirip… hehehee… *emang kalo jodoh, gag kemana!*

(26) nentuin tempat hang out bareng dodol

( 28 )-1- road show THE CONDUCTOR —> ramai dan lelah

-2- let’s talk! fish to fish… *inget-inget kagama, bunderan ugm, dua gelas suhe hangat, dan… penampakan!!*

-3- vita jadi tau gara-gara nuker helm kuning… basi, dah!

April “dia dan mereka…”

(07) ada yang ngucapin ultah… si sheli momon kecepatan ngucapinnya.. hee..

( 08 )  -1- my best day. Telpon-telponan dari jam 01.30 am ampe 05.30 am. Rekor dalam hidup gue. —-> ngobrol sama ngigo udah gak bisa dibedain. Jangan ditiru kalo gak mau tercipta miss-communication.

-2- surprise gagal : si erlin, intan, rina

-3- cornetto mini semuanyaaaa…. nuwun, yooo…

-4- TB5 —-> makan martabak. Si aiu sok-sok’an ada kul malam… beuh! heee…

(12) ultah si dodol

-1- one night, 3 places: benteng-alkid-paris

-2- untuk pertama kalinya say “NO” to MCD… *lagak bener, dah gw!* Padahal, udah lebih 5 bulan gw gag nyentuh junk food.

-3- Leher gw alergi —-> masa alergi pantai??? imposibil amat, dol!


Mei “the tragedy”

(07) 09.15pm tragedi jendela kamar.

(21) UAS pun kelar. Puji Tuhan…

(23) went to Paris. Mo denger pasir yang (masih suka) berbisik


Juni “temanya apa, iah???”

Liburan??? gw gag pulang kampuang. Ambil SP (kewarganegaraan). Ikutan FIAT (Fisip Atma Jaya Television).

Juli “stressing FIAT”

(21) mimpi sangar:

- tangan yang berdarah

- gempa bumi campur bledug kuwu… *dueng??!!*

si aris malah sms yang aneh-aneh, lagi… bikin tambah serem aje. Hehehe..

(24) dapet ide buat nulis blog, neh… ihiii…


Agustus “masih ada sisa STRESSSSS….!!”

(13) -1- gue gak sukses jadi PD (program Director), pa? Huhuhu…

-2- ada surprise ultah mba wudi.

(15)  Company Profile FE… hufff! no comment!! *jedag jedug kepala!*

( 18 )  mencoba untuk sadar namun itu hanyalah kesadaran sesaat. Kesadaran semu.

September “welcome to semester 3!”

( 08 )  pesimis ma semester 3.

(09) parno parno parno parno karna dosa…

Oktober “lelah menjadi pecundang!”

(05)  siap-siap UTS lagi. “mohon doa restu, ya…”

(07) went to solo… bertemu si buluk. Thanks wat sate kambiangnye…

(16)  -1- bete ma anak ********* —–>> korban diskriminasi!

-2- kenyataan perasaan: SAKIT!

(25) TIRED DAY

-1- at 5.30am jadi kru dokumentasi wisuda (kelar ampe jam 4.30pm)

-2- at 5pm disuruh kumpul ma BEM, tiap UKM

-3- at 6pm made decision with dodol. And finally, i MADE IT!! (dan kembali… itu keputusan semu… hufff..)

(26) -1- flashdisk satu giga yang udah berusia 3 tahun lebih itu menghilang.

-2- take a break!!

-3- kerja kelompok marcomm gagal

-4- ng’net 3 jam malah lupa kirim bahan OP ke erlin n sombret.

-5- tugas advert masih keteteran

-6- at 10pm baru nyadar kalo hari ini baru makan pagi doang.

(27) -1- sms dodol masuk at 9am.

-2- tugas advert baru kelar 1 jam sebelum kuliah jam 12pm. Gag sempat makan pagi padahal ntar kuliah ampe sesi 4 yang kelar jam 7pm.

-3- tugas ketinggalan, untung ada mba dani yang mo ngambilin… hee… Tx.

-4- Take a break again and again…


November “kelabu!”

(10) diserbu banyak tugas (MPK, film&sinema, marcommm, manpem, OP, dkk)

(29) -1- project proposal film&sinema gagal!! ganti judul lagi!!

-2- blom ngedit desain poster erlin. Mati lampu, lagih! *kata erlin: “oglangan, y ndes…”*

(30) cry me a river (again and again) *kayak cewek aja, deh akh!*

Desember “selesaikan hari ini dan mari kita pulang!”

( 18 )  the last UAS. The worst UAS. JANGKRIK!

(19) pamit kelar UAS sama Tuhan.

(21) satu hari puollll: cari oleh-oleh…

(22) pulang kampuang… eh! ketemu si flori… hehehe…

(23) nyampe rumah: bayar hutang tidur yang tidak nyaman selama di bus semalam!!

(24) malam natal bersama keluarga ke gereja. Si buluk pun datang…

(25) masak-masak. bagi-bagi. Open House part I

(26) Open House part II. Dan, uring-uringan pun dimulai… heee…

(27) Open House part III. Keluarga dari Menteng Atas pun datang.

( 28 ) -1- bagun pagi, ke gereja.

-2- ke pasar: cari cumi!

-3- Open House part IV —-> yang dari Tj. Priuk datang. Si yanto dan chule pun mampir…

(29) -1- gantian berkunjung ke rumah deweeee… yeyeyeyeyeyyy!!

-2- gag jadi ikutan reunian anak sleadi… hummmm…

(30) ke RS: check up! *suwi tenan, rek!!*

(31) ke gereja. Malam taon baruan bersama keluarga yang kurang lebih sudah satu tahun tidak bcengkrama bersama… Dan kami pun menanti pergantian tahun… dan kabar bahwa ada yang meninggalkan… huhuhuuuu…

well, those were my life in 2008.

what’s next???

new year.

new resolution.

new life.

new story.

new problem.

new solution.

happy new year, guys!!

nu-yer2 love your future!!

keep smiling!!

-si’ndeso-

Leave a Comment

Mo pindah kost lagi, ha???

dua januari dua ribu sembilan bikin gw senewen aja.

Mba dani tiba-tiba sms, ngajakin pindah kost. Emang banyak masalah yang ada di kost gue. Tapi, masalah itu ada bukan untuk dihibdari, to?? Bener, gag sih??? Gue ngerasa, selama masih bisa dikomunikasikan, kenapa gag diselesaikan?? (that’s why i learn communication)…

hufff… sempet bingung; mo ikut pindah kost atau nggak. Tapi, gw tetep mo ngebahagia’in ortu gw, termasuk emak gw. Emak gue udh makin nyap-nyap (nyanyian amarah ibu2) aja, denger kalo gue diajakin pindah kost, apalagi kost yang jauh dari komplek Tambak Bayan.

Gimana nyokap gue gak marmoz, gue udh pindah kost sebanyak tiga kali!!! Padahal, gue aja baru semester tiga… Udah kayak banyak uang ajah, kali gue. lagipula, yang milih kost di situ juga gue sendiri. Trus, kenapa pindah lagi?? Gak cocok??? Alaaaaahhhhh… udah kayak alasan artis2 di infotaintment yang pada cerai ajah…. “yaaah, mungkin karena udah tidak ada kecocokkan… sudah tidak jodoh lagi…”

PRETTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!!

Gue sendiri gag tau, bakal pindah apa nggak.. Misi gue saat nanti gue pulang k kost, gue tetep bakal ngomong dulu sama bapak kost, gimana solusi yang tepat. Win Win Solution, paling nggak. Kalopun tidak mencapai kata mufakat, gue gag akan pindah kost yang jauh dari komplek TB (sekali menegaskan). Cuman komplek itu yang deket ma kampus gue. Gue, sebagai si pejalan kaki yang setia, takkan mampu menempuh jarak yang lebih jauh lagi dari Tambak Bayan 8… paling, puol… TB 10, lah…  hehehee…

Toh, gue juga gak bisa menggantungkan hidup gue dengan orang lain. Tapi, ue bukan berarti tidak butuh orang lain… Gue juga ngerti adanya paham manusia sebagai makhluk sosial. Tapi, setiap orang juga punya tujuan, prinsip, dan cara hidup yang berbeda-beda..

so, keep smiling, ndeso!! You’ll find the sunshine and you can keep smiling!!

Leave a Comment

SCTV Terlalu Awal untuk Melakukan Kesalahan

Jumat (02/01/09), saya memang berniat menunggu adzan maghrib yang muncul sekitar pukul 18.10WIB di SCTV. Why? Karena oh karena, di situlah saya bisa melihat Fauzi Baadilla sejenak, setelah tidak bertemu dengannya dalam tayangan Nikmatnya Dunia… hehehee…

Namun nampaknya, SCTV melakukan kesalahan dalam tayangan adzan maghrib tersebut. Kesalahan yang dilakukan lebih ke arah teknis, audio yang muncul tidak sesuai dengan video yang ditampilkan. Fauzi Baadilla telah muncul di layar televisi namun audio yang muncul malah audio dari beberapa iklan. Cukup aneh dan benar-benar tidak sesuai dengan video yang sedang ditayangkan. Ironisnya lagi, di saat terlihat tulisan-tulisan yang mengkumandangkan nama Allah, audio yang muncul malah kalimat-kalimat persuasif yang mengkumandangkan nama produk. Weleh.. weleh…

Hal tersebut memang tidak mengganggu apabila audience yang menonton tayangan tersebut sambil me’mute audio tipi mereka. Tapi, bagaimana dengan audience yang tetap menonton tayangan tersebut dengan volume yang normal?? (seperti saya ini)

Saya sempat bertanya-tanya apakah kesalahan teknis ini akan berlangsung penuh selama tayangan adzan maghrib? Ternyata tidak. Atau tepatnya, HAMPIR. Pada saat teks: “tiada Tuhan selain Allah” muncul, audio pun sudah kembali normal. Dengan perasaan iseng (lagi), saya melihat jam dinding di ruang tamu: pk 18.15WIB. Dengan begitu, kesalahan teknis berlangsung sekitar 4 menit dan nyaris sepanjang tayangan adzan maghrib tersebut ditayangkan. Karena, Setelah teks tersebut muncul, tayangan tersebut berakhir….

Mungkin, dengan kejadian tersebut dapat mengecewakan para kaum muslim. Saya, sebagai pribadi yang non muslim pun turut kecewa atas kesalahan teknis yang telah dilakukan oleh SCTV. Apalagi, ini masih terlalu dini (baru tgl 2 januari- 1 hari setelah taon baruan, cuy!) untuk melakukan kesalahan. Namun, mungkinkah ini jugat tidak terlalu dini bagi SCTV, meminta audience’y untuk memakluminya???

nb: mungkin, sang audioman’y masih terlarut dalam suasana malam taon baruan… (alias masih ngantuk)

Comments (3)