Archive for January 3, 2009

Mo pindah kost lagi, ha???

dua januari dua ribu sembilan bikin gw senewen aja.

Mba dani tiba-tiba sms, ngajakin pindah kost. Emang banyak masalah yang ada di kost gue. Tapi, masalah itu ada bukan untuk dihibdari, to?? Bener, gag sih??? Gue ngerasa, selama masih bisa dikomunikasikan, kenapa gag diselesaikan?? (that’s why i learn communication)…

hufff… sempet bingung; mo ikut pindah kost atau nggak. Tapi, gw tetep mo ngebahagia’in ortu gw, termasuk emak gw. Emak gue udh makin nyap-nyap (nyanyian amarah ibu2) aja, denger kalo gue diajakin pindah kost, apalagi kost yang jauh dari komplek Tambak Bayan.

Gimana nyokap gue gak marmoz, gue udh pindah kost sebanyak tiga kali!!! Padahal, gue aja baru semester tiga… Udah kayak banyak uang ajah, kali gue. lagipula, yang milih kost di situ juga gue sendiri. Trus, kenapa pindah lagi?? Gak cocok??? Alaaaaahhhhh… udah kayak alasan artis2 di infotaintment yang pada cerai ajah…. “yaaah, mungkin karena udah tidak ada kecocokkan… sudah tidak jodoh lagi…”

PRETTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!!

Gue sendiri gag tau, bakal pindah apa nggak.. Misi gue saat nanti gue pulang k kost, gue tetep bakal ngomong dulu sama bapak kost, gimana solusi yang tepat. Win Win Solution, paling nggak. Kalopun tidak mencapai kata mufakat, gue gag akan pindah kost yang jauh dari komplek TB (sekali menegaskan). Cuman komplek itu yang deket ma kampus gue. Gue, sebagai si pejalan kaki yang setia, takkan mampu menempuh jarak yang lebih jauh lagi dari Tambak Bayan 8… paling, puol… TB 10, lah…  hehehee…

Toh, gue juga gak bisa menggantungkan hidup gue dengan orang lain. Tapi, ue bukan berarti tidak butuh orang lain… Gue juga ngerti adanya paham manusia sebagai makhluk sosial. Tapi, setiap orang juga punya tujuan, prinsip, dan cara hidup yang berbeda-beda..

so, keep smiling, ndeso!! You’ll find the sunshine and you can keep smiling!!

Leave a Comment

SCTV Terlalu Awal untuk Melakukan Kesalahan

Jumat (02/01/09), saya memang berniat menunggu adzan maghrib yang muncul sekitar pukul 18.10WIB di SCTV. Why? Karena oh karena, di situlah saya bisa melihat Fauzi Baadilla sejenak, setelah tidak bertemu dengannya dalam tayangan Nikmatnya Dunia… hehehee…

Namun nampaknya, SCTV melakukan kesalahan dalam tayangan adzan maghrib tersebut. Kesalahan yang dilakukan lebih ke arah teknis, audio yang muncul tidak sesuai dengan video yang ditampilkan. Fauzi Baadilla telah muncul di layar televisi namun audio yang muncul malah audio dari beberapa iklan. Cukup aneh dan benar-benar tidak sesuai dengan video yang sedang ditayangkan. Ironisnya lagi, di saat terlihat tulisan-tulisan yang mengkumandangkan nama Allah, audio yang muncul malah kalimat-kalimat persuasif yang mengkumandangkan nama produk. Weleh.. weleh…

Hal tersebut memang tidak mengganggu apabila audience yang menonton tayangan tersebut sambil me’mute audio tipi mereka. Tapi, bagaimana dengan audience yang tetap menonton tayangan tersebut dengan volume yang normal?? (seperti saya ini)

Saya sempat bertanya-tanya apakah kesalahan teknis ini akan berlangsung penuh selama tayangan adzan maghrib? Ternyata tidak. Atau tepatnya, HAMPIR. Pada saat teks: “tiada Tuhan selain Allah” muncul, audio pun sudah kembali normal. Dengan perasaan iseng (lagi), saya melihat jam dinding di ruang tamu: pk 18.15WIB. Dengan begitu, kesalahan teknis berlangsung sekitar 4 menit dan nyaris sepanjang tayangan adzan maghrib tersebut ditayangkan. Karena, Setelah teks tersebut muncul, tayangan tersebut berakhir….

Mungkin, dengan kejadian tersebut dapat mengecewakan para kaum muslim. Saya, sebagai pribadi yang non muslim pun turut kecewa atas kesalahan teknis yang telah dilakukan oleh SCTV. Apalagi, ini masih terlalu dini (baru tgl 2 januari- 1 hari setelah taon baruan, cuy!) untuk melakukan kesalahan. Namun, mungkinkah ini jugat tidak terlalu dini bagi SCTV, meminta audience’y untuk memakluminya???

nb: mungkin, sang audioman’y masih terlarut dalam suasana malam taon baruan… (alias masih ngantuk)

Comments (3)