<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dipewein</title>
	<atom:link href="http://dipewein.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dipewein.wordpress.com</link>
	<description>tumpukan dari apa yang telah dipupuk</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 01:54:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dipewein.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/59b3b61c88ffea4bba14727982442fac?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>dipewein</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dipewein.wordpress.com/osd.xml" title="dipewein" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dipewein.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>terima kasih</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2012/01/01/terima-kasih/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2012/01/01/terima-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 09:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=666</guid>
		<description><![CDATA[katanya, ini tahun baru. tahun yang berganti setelah merasakan 12 bulan dan kurang lebih 365 hari. tahun yang berganti, berharap ada sesuatu yang baru. apakah yang baru selalu lebih menyenangkan dan menenangkan daripada yang lalu? sejumlah orang, termasuk saya percaya bahwa apa yang terjadi pada masa lalu dan sekarang adalah hal yang akan memengaruhi apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=666&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>katanya, ini tahun baru.</p>
<p>tahun yang berganti setelah merasakan 12 bulan dan kurang lebih 365 hari.</p>
<p>tahun yang berganti, berharap ada sesuatu yang baru.</p>
<p>apakah yang baru selalu lebih menyenangkan dan menenangkan daripada yang lalu?</p>
<p><span id="more-666"></span></p>
<p>sejumlah orang, termasuk saya percaya bahwa apa yang terjadi pada masa lalu dan sekarang adalah hal yang akan memengaruhi apa yang terjadi di masa depan.</p>
<p>jika ada tahun yang baru, tahun yang lama pun takkan dapat benar-benar dilupakan.</p>
<p>manusia memang punya kebijakan untuk melupakan. namun kenyataannya, ada hal-hal tertentu yang justru tak dapat dilupakan.</p>
<p>melupakan hal yang sebenarnya harus selalu diingat dan justru mengingat hal yang seharusnya dilupakan. itulah manusia.</p>
<p>katanya, ini tahun baru.</p>
<p>apapun itu, terima kasih Tuhan&#8230;</p>
<p style="text-align:right;"><em>tangerang, pk 16:18 WIB</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/666/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=666&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2012/01/01/terima-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 tahun KOLU</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/11/27/7-tahun-kolu/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/11/27/7-tahun-kolu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 05:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kolu]]></category>
		<category><![CDATA[phone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Apa arti sebuah telepon genggam (ponsel) bagi kamu? Apakah hanya sebagai  alat komunikasi? Atau bahkan sebagai cerminan siapa diri kamu? Sejumlah orang mengartikan ponsel sebagai sahabat dan juga candu; tidak bisa hidup tanpa ponsel. Ya, setiap orang memiliki pemaknaannya sendiri-sendiri. Lalu, bagaimana dengan diri saya sendiri? Tulisan ini seharusnya ditulis pada tanggal 23 November 2011, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=652&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Apa arti sebuah telepon genggam (ponsel) bagi kamu? Apakah hanya sebagai  alat komunikasi? Atau bahkan sebagai cerminan siapa diri kamu? Sejumlah orang mengartikan ponsel sebagai sahabat dan juga candu; tidak bisa hidup tanpa ponsel. Ya, setiap orang memiliki pemaknaannya sendiri-sendiri. Lalu, bagaimana dengan diri saya sendiri?</em></p>
<p><span id="more-652"></span></p>
<p>Tulisan ini seharusnya ditulis pada tanggal <a title="KOLU #1" href="http://dipewein.wordpress.com/2009/08/16/phone/" target="_blank">23 November 2011</a>, tepat pada saat ponsel saya berulang tahun yang ke-7. Namanya KOLU. Ini tulisan ketiga yang menceritakan tentang dirinya. Tulisan pertama saya tulis pada tanggal 16 Agustus 2009 dan tulisan kedua saya tulis pada tahun 2010.</p>
<p>Bagi saya, ponsel adalah salah satu sahabat saya. Saya bukan termasuk orang yang gila gadget sehingga punya pemikiran seperti itu. “Ponsel adalah sahabat” memberi kesan bahwa saya adalah orang yang memberhalakan benda. Bukan untuk membela diri, saya ‘memanusiakan’ benda yang saya miliki agar saya memperlakukannya dengan baik. Merawat bahkan berusaha memahami perasaannya. Buktinya? Ponsel saya bertahan hingga usianya 7 tahun.</p>
<p><strong>Awal pertama bertemu</strong></p>
<p>KOLU. Sebuah nama yang sebenarnya tidak sengaja saya ciptakan, tidak tahu pula artinya apa. Kolu lahir dari perusahaan yang memproduksi ‘hape sejuta umat’ dan saya beli pada tahun 2004 yang lalu. Pada waktu pertama kali membeli, sang took hanya memiliki dua buah tipe ponsel yang sedang saya incar. Satu buah sudah terjual, pembelinya ada di sebelah saya pada waktu itu. Sisanya, saya beli.</p>
<p>Waktu itu, tipe ponsel sejenis KOLU menjadi primadona: berwarna, sudah ada WAP, MP3, Bluetooth, dan kamera. Tidak kalah dengan ponsel pintar jaman sekarang, bukan? Oleh karena itu, saya memilihnya dengan harga yang tergolong cukup tinggi pada waktu itu.</p>
<p><strong>Puji dan cela<br />
</strong></p>
<p>Berangsur-angsur hidup bersama KOLU, saya mendapat ekspresi dari beberapa teman. Ekspresi yang kadang menunjukkan ketakjuban mereka, tak pernah menyangka kalau KOLU bisa melakukan sesuatu yang BIASANYA dilakukan oleh para ‘ponsel pintar’, khususnya dalam menjelajah dunia maya. Di satu sisi, pada tahun 2007-2008 pun saya pernah menggunakan KOLU untuk mengirim email dan mengaktifkan YMessenger. Ya, saya akui. Kemampuan koneksinya memang kalah jauh dibandingkan para ‘ponsel pintar’. Lalu, apakah KOLU lepas dari celaan? oh, tentu saja tidak. Diskriminasi selalu ada untuk apa dan siapapun..</p>
<blockquote><p>“Kamu ganti hape, ya? Kok, bisa facebook-an?” –tahun 2007</p>
<p>“HPmu anyar po? Saiki iso twitter-an to?” –tahun 2009</p>
<p>“Udah, ganti HP sana.. minta diganti, tuh!” –tahun 2010</p>
<p>“Aduh, dasar HP jadul..” –tahun 2011</p></blockquote>
<p><strong>Seperti belahan jiwa</strong></p>
<p>Hidup 7 tahun bersama KOLU rasanya campur aduk. Saya pernah sedih ketika beberapa dia sakit dan tidak mau hidup. Bahkan, sempat mem-vakum-kan diri karena mesin di dalam harus diperbaiki. Nyesek karena batere yang harus diganti setiap dua bulan sekali pun pernah saya alami. Tapi, saya bangga karena baterai asli KOLU bisa bertahan selama 5 tahun kurang 3 bulan, kalau gak salah. Is it amazing?</p>
<p><a href="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/11/kolu-profil.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-653" title="sebut saja KOLU" src="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/11/kolu-profil.jpg?w=300&#038;h=204" alt="" width="300" height="204" /></a></p>
<p>KOLU sebagai sahabat. Ya, karena dia tahu segala sesuatu yang bahkan tidak diketahui oleh sahabat-sahabat atau orangtua saya sendiri. Dia tahu siapa yang mengirimkan pesan ke sana, tahu siapa yang menelepon saya, tahu SMS yang pernah nyasar, bahkan sanggup menghapal nomor-nomor kerabat yang saya kenal. Luar biasa, bukan? :p</p>
<blockquote><p> “Anyar ki.. KOLU apa kabar?”</p></blockquote>
<p>Beberapa minggu kemarin, begitu bunyi BBM yang dikirimkan seorang teman kepada saya.</p>
<p>Senang, ternyata beberapa teman memedulikan KOLU. Ya, sekarang saya punya ponsel baru. KOLU? Dia masih saya simpan. Saya berniat untuk merawat KOLU sampai ajalnya menjemput. Sampai dia benar-benar renta dan berkata: “sudah, ndes.. saya mau istirahat.”</p>
<p>Rencananya, saya akan mengisi KOLU dengan kartu yang baru sehingga dia tetap bisa aktif dan tentunya dengan batu baterai yang original sehingga dia bisa berenergi lebih lama.</p>
<p><strong>Takkan pernah terganti</strong></p>
<blockquote><p>“sekarang udah ada yang baru, KOLU tergantikan, dong..”</p></blockquote>
<p>Begitu kira-kira tweet dari seorang teman ketika saya menulis status ucapan selamat ulang tahun untuk KOLU. Tidak! KOLU takkan pernah tergantikan oleh (si)apapun. Ya, sekarang memang ada KORI*, namun KOLU takkan pernah terganti. (s)he’s the best friend that I’ve ever had! (berhubung saya gak pernah memberi label ‘kelamin’ padanya, saya sendiri gak tau dia itu cewek atau cowok).</p>
<p><em>Happy belated birthday for KOLU!</em></p>
<p><em>Thanks for loving me…</em></p>
<p>*KORI adalah nama untuk ponsel saya yang baru. Lahir pada tanggal 5 November 2011. KORI diambil dari ‘(yang bikin) KOlu iRI’. But in fact, KOLU never be jealous. Untuk jenis kelamin, lagi-lagi.. saya tidak pernah melabelkannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/652/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=652&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/11/27/7-tahun-kolu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/11/kolu-profil.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sebut saja KOLU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tak terhitung</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/11/27/tak-terhitung/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/11/27/tak-terhitung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 03:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan pikir]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah tidak mengingat lagi berapa angka di kalender yang dicoret. Sudah tidak mengingat lagi hari yang saya hitung untuk sebuah cita. Cepat dan lambat pun menjadi kata yang relatif ketika saya mempercayai bahwa ada waktu yang tepat pada sebuah realita. Saya sudah tak mengingat lagi perjuangan dan pengorbanan yang telah saya hitung sebelumnya. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=647&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah tidak mengingat lagi berapa angka di kalender yang dicoret. Sudah tidak mengingat lagi hari yang saya hitung untuk sebuah cita.</p>
<p>Cepat dan lambat pun menjadi kata yang relatif ketika saya mempercayai bahwa ada waktu yang tepat pada sebuah realita.</p>
<p><span id="more-647"></span></p>
<p>Saya sudah tak mengingat lagi perjuangan dan pengorbanan yang telah saya hitung sebelumnya.</p>
<p>Saya sudah tak mengingat lagi keringat dan ucap syukur yang smepat saya hitung satu per satu ketika saya bawa menuju pada level selanjutnya.</p>
<p>Saya sudah tak mengingat lagi rasa ketidakpercayadirian dan kemunduran mental yang sempat saya hitung setiap ada kesempatan yang membawa saya lebih jauh lagi.</p>
<p>Waktu semakin bertambah, mungkin saya semakin lemah untuk menghitungnya dala satuan detik. Di satu sisi, perhitungan menjaid penting di kala kita ingin melihat sebuah proses yang telah terjadi: apa yang kita lakukan setiap detiknya? Apakah kita berprogres dalam proses?</p>
<p>Tak banyak yang saya ingat.</p>
<p>Tak banyak yang saya hitung.</p>
<p>Bukan ingin melupakan, tapi semua ini justru takkan pernah terlupakan.</p>
<p>Bukan menjadi orang yang perhitungan, tapi semua ini justru menjadi anugerah yang tak terhingga luar biasa.</p>
<p>Terimakasih untuk segala kebaikan dan keburukan yang selama ini terjadi, wahai semesta dan segala penghuninya. Terimakasih.</p>
<p>*untuk sebuah pencapaian hidup pada 28 Oktober – 29 Oktober – 1 November 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/647/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=647&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/11/27/tak-terhitung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berani Berharap</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/18/berani-berharap/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/18/berani-berharap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 14:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan pikir]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Ha.rap.an n 1 sesuatu yang (dapat) diharapkan; 2 keinginan supaya menjadi kenyataan; 3 orang yang diharapkan atau dipercaya.  Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. ~ Albert Einstein Saya percaya dan yakin bahwa setiap orang pasti punya harapan, sekecil apapun. Ada harapan yang diakui atau memilih untuk berpura-pura untuk tidak berharap pada sesuatu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=634&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ha.rap.an</strong> <em>n</em> <strong>1</strong> sesuatu yang (dapat) diharapkan; <strong>2</strong> keinginan supaya menjadi kenyataan; <strong>3</strong> orang yang diharapkan atau dipercaya.</p>
<blockquote><p> Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. ~ Albert Einstein</p></blockquote>
<p>Saya percaya dan yakin bahwa setiap orang pasti punya harapan, sekecil apapun. Ada harapan yang diakui atau memilih untuk berpura-pura untuk tidak berharap pada sesuatu. Bagi saya, harapan adalah bagian dari hidup. Harapan bukan sesuatu yang membuat saya terbang menjauhi kehidupan, tetapi justru menjadi pengingat untuk lebih menghargai hidup dan orang sekitar. Saya tidak akan bisa hidup sampai detik ini jika saya tidak membuat harapan. Saya juga tidak akan bisa bertahan sampai detik ini jika orang lain tidak membuat harapan terhadap saya.</p>
<p><span id="more-634"></span></p>
<p><strong>Berawal dari Rompel</strong></p>
<p>Sejak kecil, mama saya selalu mengatakan bahwa saya ini suka sekali menyimpan rompel. Rompel diartikan sebagai sesuatu yang sebenarnya sudah tidak dapat digunakan, nyaris seperti sampah. Potongan-potongan kain, bekas kemasan makanan, tutup botol, dan beberapa benda lainnya pernah saya simpan bertahun-tahun. Saya berpikir bahwa suatu hari nanti barang-barang tersebut akan berguna bagi saya.</p>
<p>Agustus tahun 2007 saya mulai merantau ke Jogja. Sejak saat itu, saya semakin bebas untuk mengkoleksi barang-barang bekas sesuka hati. Beberapa barang yang saya kumpulkan adalah bekas kemasan kue, sedotan, dan kertas-kertas bekas. Saya mencoba untuk memanfaatkannya. Barang yang tidak terlalu mahal itu ternyata dapat menghasilkan sesuatu yang tidak ternilai harganya, yaitu HARAPAN.</p>
<p><strong>Berawal dari Sedotan</strong></p>
<p>Suatu hari di kamar kost saya terdapat beberapa sedotan berwarna hijau. Kebiasaan membeli makanan dan minuman di luar dan membawanya ke kost, membuat saya membutuhkan sedotan. Namun, yang sering terjadi adalah saya tidak menggunakan sedotan yang telah saya ambil. Saya lebih memilih untuk minum langsung dari plastik bungkus minuman tersebut tanpa sedotan. Tidak perlu repot-repot membuka ikatan dari bungkus minuman. Praktis. Alhasil, beberapa sedotan menumpuk di atas laci saya.</p>
<p><a href="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/straw1.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-635" title="straw1" src="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/straw1.jpg?w=115&#038;h=150" alt="" width="115" height="150" /></a>Pada awalnya, saya ingin memanfaatkan sedotan tersebut dengan menjadikannya bintang-bintang kecil. Akan tetapi, say amerasa bahwa ada hal lain yang akan lebih bermakna lagi. Saya mengambil kertas bekas yang salah satu sisinya masih bisa dipakai dan mengambil bolpoin. Saya pun menuliskan sesuatu pada sobekan kertas tersebut, menggulungnya, dan memasukkannya ke dalam sedotan yang telah saya potong menjadi lebih pendek. Tulis, gulung, masukkan, ucapkan dalam hati. Begitu seterusnya, sampai akhirnya potongan-potongan sedotan itu kian menumpuk.</p>
<p><em>Eh, kok kamu ambil sedotannya dua?</em></p>
<p><em>Iya, mba. Yang satu buat di kost..</em></p>
<p><em>Buat apa e?</em></p>
<p><em>Rahasia.. hehehehe&#8230;</em></p>
<p><a href="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/straw2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-639" title="straw" src="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/straw2.jpg?w=147&#038;h=150" alt="" width="147" height="150" /></a>Salah satu teman dekat saya di Jogja, mba <a title="wisnardani" href="http://twitter.com/wisnardani" target="_blank">Dani</a>, akhirnya sempat menaruh curiga akan salah satu tindakan klepto saya itu. Ya, kalau saya kekurangan sedotan, saya mencuri kesempatasan untuk minta bonus sedotan satu lagi di tempat makan manapun. Kadang saya minta ijin secara langsung ke penjual makanan untuk minta dua sedotan, tapi kadang pula saya mengambil dua sedotan secara diam-diam.</p>
<blockquote><p>Once you choose hope, anything&#8217;s possible ~ Christopher Reeve</p></blockquote>
<p>Saya menuliskan banyak hal di dalam tabung tersebut. Tentang keluarga, sahabat, tugas kuliah, refleksi pribadi, tentang orang yang saya suka, tugas akhir saya, persoalan organisasi, tentang produksi film, atau hanya sekedar luapan kepenatan saya terhadap suatu hal. Tidak perlu muluk-muluk, saya menulis apa yang terjadi di dalam diri saya dan orang-orang sekitar. Saya mencoba untuk tetap berpijak pada bumi, tidak terbang terlalu tinggi bersama khayalan. Maklum, level optimistik saya masih standart, belum berani untuk berekspektasi terlalu tinggi.  Setelah menuliskan apa yang saya harapkan kelak, saya mengakhirinya dengan sebuah tanda salib, memohon restu dari Yang Mahamungkin.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 264px"><img title="a hope" src="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/strwa4.jpg?w=254&#038;h=175" alt="" width="254" height="175" /><p class="wp-caption-text">salah satu harapan yang ditulis pada Mei 2011 yang lalu, di saat saya dan teman-teman berjuang semaksimal mungkin.</p></div>
<p>Empat tahun mempertahankan kebiasaan ini, membuat saya dapat melihat harapan mana yang terwujud dengan cepat dan harapan mana yang menunggu waktu yang tepat untuk dapat terwujud. Dan jika ada harapan yang ternyata memang tidak dapat terwujud, itu menandakan beberapa hal. Pertama, berarti kita diajak belajar untuk lebih ikhlas dan berpasrah setelah berusaha sekeras mungkin. Kedua, berarti Tuhan memberi kesempatan kita untuk menuliskan harapan yang lain. Dan yang ketiga, berarti apa yang kita tulis tidak sesuai dengan apa yang telah disuratkan Tuhan kepada kita. Percayalah, bahwa Tuhan sebenarnya telah menyiapkan hal yang terbaik bagi hidup kita (Kadang, saya harus melibatkan Tuhan agar saya dapat tetap berpikir positif :p).</p>
<p>Lalu, apakah Anda berani berharap?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=634&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/18/berani-berharap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/straw1.jpg?w=115" medium="image">
			<media:title type="html">straw1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/straw2.jpg?w=147" medium="image">
			<media:title type="html">straw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/strwa4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">a hope</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lebih bisa bahagia</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/05/lebih-bisa-bahagia/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/05/lebih-bisa-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 16:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan kata]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA 16.00 WIB “… Mba Lingga, ini Kinan. Mbak Lingga bisa ke jogja besok?” Kinan, perempuan yang satu tahun lebih muda dariku tiba-tiba mengirimkan pesan singkat. Aku bukan teman dekatnya, namun aku cukup kenal dengan sosok perempuan yang ramah itu. Sosoknya yang sederhana dan kalem, membuat dirinya disegani oleh teman-teman kampus.  Pertanyaan semakin menumpuk di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=617&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong></p>
<p><strong>16.00 WIB</strong></p>
<p><em>“… Mba Lingga, ini Kinan. Mbak Lingga bisa ke jogja besok?”</em></p>
<p>Kinan, perempuan yang satu tahun lebih muda dariku tiba-tiba mengirimkan pesan singkat. Aku bukan teman dekatnya, namun aku cukup kenal dengan sosok perempuan yang ramah itu. Sosoknya yang sederhana dan kalem, membuat dirinya disegani oleh teman-teman kampus.  Pertanyaan semakin menumpuk di alam pikirku ketika dia bercerita dengan menyebut namamu berkali-kali. Semakin penuh tanya ketika kusadari bahwa justru dia yang memberiku kabar tentangmu. Mengapa bukan kamu sendiri?</p>
<p>Tiga tahun sudah aku tidak berkunjung ke kotamu lagi. Tiga tahun sudah aku menunggu kamu untuk menyusul di kotaku. Bukankah kamu ingin bekerja di sini? Tapi sampai sekarang, aku tidak mendengar kabar apapun darimu. Ya, aku memang berlari lebih dulu meninggalkanmu, tapi aku berlari bukan untuk meninggalkanmu. Aku berlari lebih dulu agar mampu mempersiapkan diri untuk menyambutmu kelak. Sayangnya, aku hanya bicara pada batinku. Wajar jika kamu tidak mengetahuinya.</p>
<p><span id="more-617"></span></p>
<p><strong>YOGYAKARTA</strong></p>
<p><strong>Pk 10.00 WIB</strong></p>
<p>Tidak dapat kubayangkan jika akhirnya aku yang kembali singgah ke kotamu. Perjalanan selama delapan jam membuatku terus terjaga karena tanpa sadar aku mempergunakannya untuk membuka kembali folder-folder lama tentang dirimu. Pagi ini, mataku terlihat bengkak. Untungnya, frame kacamataku dapat mengalihkan fokus pandangan orang lain terhadap kedua mataku ini. Blouse putih dan rok hitam kuharap bisa menutupi lukaku. Entahlah, apakah kamu akan terkejut dengan penampilanku kali ini atau tidak. Atau, justru aku yang akan terkejut ketika aku menemukan sosok Kinan di rumahmu. Ya, aku masih ingat bahwa perempuan kelahiran Semarang itu adalah perempuan yang kamu puja lebih dari tiga tahun yang lalu.</p>
<p>Dulu aku pikir, kamu yang akan mengetuk pintu rumahku dan bicara kepada ibuku. Bicara tentang aku dan kamu. Tapi sekarang, justru aku yang mengetuk pintu rumahmu, bicara kepada ibumu. Bicara tentang aku dan kamu.</p>
<p>Aku siapa? Apa hubungannya denganmu? Darimana aku mengetahui kabar ini, padahal aku berada di luar Yogyakarta? Ibumu hanya bertanya soal itu dan aku menjawabnya dengan lembut. Aku Lingga, teman kampusmu. Seorang perempuan, yang juga teman kita, telah menghubungiku. Maaf, jika aku menjawab pertanyaan ibumu dengan terbata-bata, kamu tahu kan kalau aku tidak pernah lihai berbahasa Jawa. Dulu aku pikir, aku bisa mendapatkanmu agar kamu menjadikanku sebagai perempuan Jawa yang lembut dan anggun. Sayangnya aku hanya bicara kepada batinku sendiri. Wajar jika kamu tidak mengetahuinya.</p>
<p>Lamunan mengenaimu tiba-tiba terputus, ibumu seketika itu pula memelukku erat. Ku coba untuk menopang tubuhnya yang mulai renta, terasa sekali kulit pipinya yang mulai mengendur. Ternyata, pelukan ibumu tidak jauh berbeda dengan pelukan ibuku, hangat. Maukah kamu kelak merasakan hangatnya pelukan ibuku juga?</p>
<p style="text-align:center;"> <em>“Terimakasih ya, nak.. sudah mau jauh-jauh datang…”</em></p>
<p align="center"><em> </em><em>“njih, bu.. sami-sami..”</em></p>
<p> Maaf, aku ikut memanggilnya dengan sebutan ibu. Berharap bahwa beliau dapat menjadi ibuku juga seutuhnya.</p>
<p>Aku semakin menelisik ke dalam rumahmu yang sederhana ini. sedikit canggung karena banyak teman lama berkumpul di sini. Mereka memandangiku pangling karena apa yang aku kenakan hari ini. Mereka terkejut sebelum kamu benar-benar terkejut melihat perubahanku. Tiba-tiba penyesalan pun kembali terpikirkan. Kenapa baru sekarang aku singgah ke rumahmu, berbincang dengan ibumu, mengenali gambaran keluargamu yang terbingkai di dinding rumah, dan mengusap wajah mungilmu yang terpasang di pojok ruang tamu? Kenapa? Ah, sudahlah. Toh, sekarang aku di sini untuk menemui kamu. Seperti apa kamu sekarang?</p>
<p><a href="http://nickshell1983.files.wordpress.com/2011/02/tuxedo-man-wedding-formal-590jn031610.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-619" title="tuxedo-man-wedding-formal-590jn031610" src="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/tuxedo-man-wedding-formal-590jn031610.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Hingga sampai di sudut ruangan, aku akhirnya melihatmu. Tampan. Setelan tuxedo dan dasi kupu-kupu membuatmu terlihat seperti pria dewasa. Kamu nampak lebih rapi, tidak lagi urakan. Kamu pria, lengkap dengan perempuan cantik di sampingmu, Kinan…</p>
<p>Oh, Tuhan…</p>
<p>Tiba-tiba badanku melayang, dadaku sesak, kakiku bergetar, tak bisa lagi berpijak.</p>
<p>Air mata pun tak terbendung.</p>
<p>Ragaku runtuh di hadapmu.</p>
<p style="text-align:center;"> <em>“W i i &#8211; r a a a a…”</em></p>
<p>Aku terbata mengeja namamu. Mengucap namamu saja membuat ragaku semakin melemas. Daritadi aku kehabisan tenaga untuk membendung luka dan duka sejak kemarin malam. Blouse putih ku yang cerah pun ternyata tak ampuh lagi menahan piluku. Mereka yang ada di sini pun terkejut mendengar tangisku yang lebih perih dibandingkan tangis ibumu. Apakah kamu tidak terkejut, Wira?</p>
<p style="text-align:center;"> <em>“Enggak tau kenapa, akhir-akhir ini mas Wira cerita tentang Mbak Lingga ke aku dan Dewo. Aku pikir, Mbak Lingga patut tau tentang ini…”</em></p>
<p>Kinan mencoba berbisik di tengah teriakan tangisku. Antara sadar atau tidak, aku mendengarkannya sepotong-potong. Aku hanya merasakan tangannya menyentuh pundakku, mencoba membuatku tegar. Dewo, adikmu pun datang ikut memelukku. Ternyata, Kinan telah menikah dengan adikmu. Lalu, mengapa kamu tetap meninggalkanku, Wira?</p>
<p style="text-align:center;"> ***</p>
<p>Aku masih belum sanggup untuk bangkit berdiri. Ibumu terus duduk berada di sampingmu, sambil sesekali mengusap wajahmu yang halus. Kinan dan Dewo pun masih mencoba menguatkanku. Lidahku kaku, aku pun hanya bisa mengucap namamu dan namaNYA berkali-kali. Tanganku bergetar, namun perlahan-lahan kupaksa untuk melintasi peti kayu yang kau tempati sekarang. Bolehkah aku menggenggam tanganmu untuk yang terakhir kalinya, Wira? Jangan menjawab hanya di dalam batinmu saja, Wira&#8230; aku tidak mau kalau hanya kamu yang tahu jawabnya.</p>
<p><strong>MELEPASMU IKHLAS. </strong>Mungkin memang akan lebih bisa bahagia jika kau hidup denganNya.</p>
<p><em>ps: maaf, jika saya sedikit mengutip sepenggal cerita hidupmu. hehehe</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=617&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/05/lebih-bisa-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/10/tuxedo-man-wedding-formal-590jn031610.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tuxedo-man-wedding-formal-590jn031610</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hilang sinyal</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/04/hilang-sinyal/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/04/hilang-sinyal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 07:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan kata]]></category>
		<category><![CDATA[#15harimenulisdiblog]]></category>
		<category><![CDATA[#5]]></category>
		<category><![CDATA[#hilang]]></category>
		<category><![CDATA[#sinyal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[Jarak. Ah, lagi-lagi jarak sebagai permulaan untuk menceritakan tentangmu, mungkin jarak adalah nama depanmu. Jarak menjadi indikator bagi keoptimisanku, apakah aku tetap mengumpulkan sinyal darimu atau melepas semua yang telah kukumpulkan sejak setahun yang lalu. Sinyal, adalah sebutan atas segala sesuatu yang telah kau lakukan dalam hidupku. Segala sesuatu yang telah kau lakukan hingga emosiku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=609&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jarak.</p>
<p>Ah, lagi-lagi jarak sebagai permulaan untuk menceritakan tentangmu, mungkin jarak adalah nama depanmu.</p>
<p>Jarak menjadi indikator bagi keoptimisanku, apakah aku tetap mengumpulkan sinyal darimu atau melepas semua yang telah kukumpulkan sejak setahun yang lalu.</p>
<p><span id="more-609"></span></p>
<p>Sinyal, adalah sebutan atas segala sesuatu yang telah kau lakukan dalam hidupku.</p>
<p>Segala sesuatu yang telah kau lakukan hingga emosiku hilang kendali, aku tersenyum, marah, menangis, apapun itu.</p>
<p>Ah, coba tanyakan saja pada detak jantungku, mungkin dia lebih bisa menceritakannya dengan jujur.</p>
<p>Berjuta-juta sinyal yang kukumpulkan, tanpa ada konfirmasi darimu. Entah, itu sebenarnya sinyal untukku atau untuk yang dia yang lain.</p>
<p>Meninggalkan kotamu tanpa konfirmasi, semakin membuat langkahku menjadi berat. Jarak merangkulku, mencoba untuk mendewasakanku sambil berbisik, <em>“mungkin ini saatnya untuk melepaskan semua yang telah kau kumpulkan…”</em></p>
<p>Aku pun menghela nafas.</p>
<p>Di saat orang lain membutuhkan kehadiran sinyal di telepon genggamnya, aku justru melepaskan sinyal dan mengembalikannya kepada yang empunya. Lebih baik jika aku kehilangan sinyal.</p>
<p>Ya, aku telah menghentikan diri sebagai kolektor sinyal, pekerjaan yang telah kugeluti sejak setahun yang lalu. Kepada Tuhan, aku telah mengatakan bahwa aku telah mengibarkan bendera putih. Kepada jarak, aku pun telah mengamini bahwa dia adalah pemenang; membuatku kehilangan sinyal.</p>
<p style="text-align:center;"> ***</p>
<p> <strong>“Eh, apa kabar? Lagi sibuk gak? Mau tanya-tanya nih… hehehe”</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>24/09/2011</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>10:12 AM</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiba-tiba pesan singkatmu hadir menginterupsi waktu produktifku. Reflek, lengkungan senyum menghiasi wajahku.</p>
<p>Apakah masih ada sinyal? Tuhan, aku sudah menyerah tapi mengapa Engkau menggoyahkan pendirianku?</p>
<p>Ah, mungkin ini pertanda bahwa kita masih dapat bertukar kata, bukan bertukar rasa. Aku terus mencoba untuk menjaga keseimbangan tubuhku agar tak segera melayang meninggalkan pijakan di bumi.</p>
<p>Tuhan, mungkin aku lebih memilih untuk kehilangan sinyal agar tidak ada lagi imajinasi tanpa realisasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/609/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=609&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/10/04/hilang-sinyal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JOGJA has Changed Me!</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/19/jogja-has-changed-me/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/19/jogja-has-changed-me/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 09:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan pikir]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[So little time Try to understand that I’m trying to make a move just to stay in the game I try to stay awake and remember my name, but everybody’s changing And I don’t feel the same (Everybody’s Changing-Keane) “Kamu itu kok, orangnya sabar banget ya? Kamu itu gak boleh sering ngerasa nggak enak-an gitu… [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=602&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>So little time</em></p>
<p><em>Try to understand that I’m trying to make a move just to stay in the game</em></p>
<p><em>I try to stay awake and remember my name, but everybody’s changing</em></p>
<p><em>And I don’t feel the same</em></p>
<p>(Everybody’s Changing-Keane)</p>
<blockquote><p>“Kamu itu kok, orangnya sabar banget ya? Kamu itu gak boleh sering ngerasa nggak enak-an gitu… gak baik, lho.. ” kata salah satu yunior saya di kampus.</p></blockquote>
<p>Saya orang yang sabar? Hmm, seharusnya sih nggak begitu. Gak percaya? Saya juga gak percaya kalau ada perubahan yang terjadi sejak saya mulai merantau ke Jogja pada Agustus 2007 yang lalu. Saya gak begitu inget apakah saya pernah cerita soal ini ke beberapa teman di Jogja atau nggak. Tapi, bulan Juni 2011 kemarin saya menceritakan perubahan diri saya kepada teman komunitas. Untuk kedua kalinya, saya menceritakan kembali ke teman saya yang lain tadi siang!</p>
<p><span id="more-602"></span></p>
<p>Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, saya termasuk orang yang temperamental, mudah tersinggung, ringan tangan, semacam “senggol-bacok”, gitu. Apalagi, kalau ada anak laki-laki yang berniat untuk adu jurus sama saya.. bisa-bisa tangan saya melayang ke arahnya. Beranjak SMP dan SMA, meskipun di awal masa sekolah saya dianggap sebagai pendiam.. tapi tetap saja kesan “galak” lekat dengan diri saya. Meskipun, saya juga “takut” dengan beberapa teman yang bertampang “jutek”. Hahaha.</p>
<p>Di rumah pun saya cenderung menjadi anak yang temperamental, keras kepala, dan memberontak (meskipun masih dalam level aman terkendali). Paling brutal, saya suka sekali membanting barang yang ada di sekitar saya. Kalau pun dibilang sabar, itu jauh sekali dari kata sabar. Hehehe. Tak jarang saya melakukan koreksi diri tentang sifat temperamental saya ini. Ingin rasanya me-<em>manage</em> emosi dengan baik, kasihan diri saya sendiri dan kasihan juga dengan orang lain yang ada di sekitar. Buruk untuk pembentukkan diri saya. Bahkan, di usia 10 tahun saya sempat takut mengidap penyakit hipertensi seperti bapak saya. *sigh*Oke, selama ada waktu… saya bisa memanfaatkannya untuk berproses.</p>
<p>Saya sendiri gak menyangka bahwa dapat melakukan perubahan gara-gara merantau ke Jogja. Ada teman saya yang juga perantau, dia tetap utuh dengan sifat bahkan logat aslinya… tanpa terpengaruh dengan lingkungan di Jogja. Akan tetapi, saya mendapat pengaruh yang setidaknya berdampak positif terhadap pembentukkan diri saya. Saya sedikit lebih kalem, meskipun beberapa teman sempat merasakan “aura galak” yang otomatis suka muncul sendiri. Hehehe.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 246px"><a href="http://www.lewispsy.org.uk/images/user_images/angerbandw.jpg"><img title="anger face" src="http://www.lewispsy.org.uk/images/user_images/angerbandw.jpg" alt="" width="236" height="308" /></a><p class="wp-caption-text">source: http://www.lewispsy.org.uk</p></div>
<p>Ada beberapa kasus lama yang membuat saya sadar diri bahwa ternyata saya benar-benar mampu mengendalikan emosi saya. Dalam kasus tersebut saya justru memilih untuk diam, mendengarkan, dan merespon dengan tenang di kemudian harinya. Padahal kalau dalam taraf “normal”, saya bisa saja langsung mengumpat (tentunya langsung menggunakan bahasa Indonesia, bukan umpatan bahasa jawa), berteriak, membanting barang pada saat itu juga. Kejadian seperti itu membuat saya sadar bahwa saya sudah bisa pegang kendali.  Tentu saja, ini baik untuk saya.</p>
<blockquote><p>“Aku suka takut kalau kamu udah mulai keliatan bete, marah gitu…,” kata salah satu teman kampus yang seangkatan.</p></blockquote>
<p>Biasanya, teman yang berkata demikian adalah teman yang sering kerja kelompok bersama saya, sempat satu kepanitiaan, satu organisasi, atau teman sepermainan. Mereka yang bisa menangkap “aura kejutekan” saya secara tiba-tiba adalah mereka yang sensitif dan paham dengan bahasa-bahasa non verbal milik saya. Padahal, apa yang mereka lihat barulah 30-40% level keamarahan saya. Hahaha. Biasanya, aura jutek saya ini mulai muncul kalau terjadi miskoordinasi ketika ada kerja kelompok atau kegiatan lainnya. Belum lagi, galak dan tegas yang seringkali sulit untuk dibedakan. Bukan begitu?</p>
<blockquote><p>“Mungkin kamu terbawa suasana, kali ya.. jadinya, hati juga menyesuaikan… hehehe” komentar teman saya yang pernah saya ceritakan soal ini.</p></blockquote>
<p>Bisa jadi. Jogja adalah kota yang adem ayem sehingga mampu dapat meredamkan level temperamen saya serendah-rendahnya. Empat tahun (numpang) tinggal di sana ternyata membawa perubahan di dalam diri saya. Kadang kalau harus marah blak-blakan, gak tega juga. Sejak awal menginjakkan kaki di Jogja, saya selalu berhati-hati dalam berucap. Ya, saya memang berusaha mengikuti permainan yang ada di kota tersebut. Karena apa? Karena saya adalah pendatang yang numpang singgah. Karakter teman yang berbeda-beda mengakibatkan saya melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda-beda pula. Ada juga yang dimarahin, eh malah ditanggepin dengan humor. Alhasil, saya malah ikut ketawa. Mungkin karena itulah, saya lebih memilih untuk mencoba mendengarkan orang lain dahulu daripada marah, teriak, atau banting barang lebih dahulu… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>*Terimakasih untuk teman-teman di Jogja yang telah membantu saya dalam berproses. Maaf ya kalau kejutekan saya (sempat) membuat kalian risau dan tak tenang. Hehehe. Hey, Jogja! Thanks for changing me! You made it!</em></p>
<p style="text-align:right;">-18 September 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/602/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=602&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/19/jogja-has-changed-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lewispsy.org.uk/images/user_images/angerbandw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anger face</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>yang terbaik</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/19/yang-terbaik/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/19/yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 17:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan pikir]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[“Doain aku ya, semoga bisa cepet-cepet nikah…” Beberapa hari yang lalu, salah satu teman kampus saya meminta untuk didoakan perihal rencana masa depannya. Teman yang kebetulan juga merupakan teman kost saya sejak Agustus 2007 yang lalu itu memang sudah menjalani hubungan sampai pada tahap pertunangan. Karena pasangannya harus bekerja di luar Pulau Jawa, maka rencana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=596&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Doain aku ya, semoga bisa cepet-cepet nikah…”</p></blockquote>
<p>Beberapa hari yang lalu, salah satu teman kampus saya meminta untuk didoakan perihal rencana masa depannya. Teman yang kebetulan juga merupakan teman kost saya sejak Agustus 2007 yang lalu itu memang sudah menjalani hubungan sampai pada tahap pertunangan. Karena pasangannya harus bekerja di luar Pulau Jawa, maka rencana pernikahan diagendakan ketika pasangannya kembali pulang; satu tahun yang akan datang.</p>
<p><span id="more-596"></span></p>
<p>Saya tidak mendoakan supaya dia cepat-cepat menikah, tapi saya juga tidak mendoakan supaya dia tidak jadi menikah. Saya mendoakan yang terbaik; apapun yang telah menjadi kehendak Tuhan maka terjadilah. Cepat, lambat, <em>even the worst</em>… jika itu memang sudah kehendakNya, pasti itu yang terbaik bagi semua pihak. Saya percaya bahwa akan selalu hikmah di balik semuanya yang telah terjadi. Wahai temanku, doa saya pasti menyertaimu.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>INSTANT ITU MENYENANGKAN (?)</strong></p>
<blockquote><p>Instant / ‘inst<em>ə</em>nt/ <em>adj </em>happening immediately</p></blockquote>
<p>Itu merupakan <em>tagline</em> dari salah satu TVC milik bank swasta yang mempromosikan benefit produknya. Saya agak sedikit waswas dengan <em>copy</em> tersebut. Saya tahu bahwa tagline tersebut tentu saja dapat membantu produsen mempersuasi konsumen yang saat ini semakin dinamis, mobile, dan membutuhkan sesuatu yang cepat, tidak ribet. Namun, saya takut masyarakat semakin haus akan ke-instan-an, lupa akan adanya waktu yang mengajarkan untuk berproses.</p>
<blockquote><p>“semoga: cepet lulus kuliah, cepet dapet pacar, cepet dapet kerja, cepet dapet calon istri, cepet nikah, cepet punya anak”</p></blockquote>
<p>Sudah cukup familiar dengan frase-frase tersebut kan? Mengapa selalu ada kata “CEPAT” di setiap frase tersebut ya? Apakah sesuatu CEPAT itu (selalu) MENYENANGKAN? Tentu saja tidak. Kebahagiaan yang cepat berlalu, tentu saja tidak menyenangkan. Apakah yang cepat selalu menjadi lebih unggul? Belum tentu. Seorang yang cepat terjebak dalam niat buruk orang lain, tentu saja tidak lebih unggul. Yang terbaik, pastilah di waktu yang tepat.</p>
<p>Tanpa kita sadari bahwa Tuhan telah mempersiapkan segalanya meski kita cenderung terlambat untuk menyadarinya. Misalnya seperti beberapa hal yang saya alami sendiri. Saya memiliki seorang paman, beliau satu-satunya paman saya yang belum menikah padahal usianya sudah nyaris 40 tahun. Selain untuk mencari teman hidup, anggota keluarga yang lain pun khawatir jika usia yang terlalu tua sangat rentan dalam memproduksi anak. Saya tahu bagaimana keluarga besar dan kakak-kakaknya sendiri terus mengeluarkan kata tanya: <strong>KAPAN</strong>. Saya memilih untuk diam karena tidak ingin menambah kegalauan paman saya itu  Asyiknya, saya justru dijadikan teman curhatnya. Ya, saya sudah menganggap paman saya itu adalah “bapak muda” bagi saya sejak saya balita. Hinggadi waktu yang tepat, paman saya itu mendapat pendamping dan satu tahun setelahnya, mereka memiliki malaikat kecil. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, istri sang paman yang juga sudah berusia 35 tahun lebih masih dipercaya oleh Tuhan untuk melahirkan buah hati. Selalu ada maksud tersendiri kan?</p>
<p>Lain lagi dengan persoalan <strong>CEPET LULUS KULIAH</strong>. Ini merupakan persoalan yang sensitif di lingkungan kampus saya (mungkin) sejak Januari 2011 yang lalu. Entah, mungkin hanya perasaan saya saja. Saya sadar bahwa setiap orang punya orientasi dan jalan sendiri-sendiri, bukan soal cepat atau lambat. Saya pribadi, saya memang ingin lulus cepat tapi saya juga butuh eksplorasi diri. Saya juga gak mau lulus 3,5 tahun tapi saya tidak berkontribusi banyak kepada orang lain, entah itu di dalam/di luar kampus.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 212px"><a href="http://freelancefolder.com/wp-content/uploads/freelancing-struggle.jpg"><img title="struggle" src="http://freelancefolder.com/wp-content/uploads/freelancing-struggle.jpg" alt="" width="202" height="121" /></a><p class="wp-caption-text">source: http://freelancefolder.com</p></div>
<p>Saya berteman dengan siapapun, saya mencoba untuk memahami orientasi, mimpi, target, dan bahkan prinsip hidup mereka sehingga saya dapat lebih menghargai pemikiran mereka. Saya selalu berusaha untuk tidak cepat-cepat menjudge <strong>APA</strong> yang mereka lakukan, tapi juga memperhitungkan alasan mereka<strong> MENGAPA</strong> melakukan hal tersebut.</p>
<p>“Aku pengen lulus tepat 4 tahun soalnya itu sudah ‘kontrak’ beasiswa, kalau telat… ya mesti bayar sendiri. Kasihan orang tuaku…” begitu kata teman saya, dua angkatan di bawah saya, yang memang dia mendapat beasiswa ketika masuk kuliah. <em>See</em>? Wajar kan kalau dia begitu bersemangat berpacu dalam perkuliahan.</p>
<p>“Sempet nyesel, sih kenapa terlalu lama kuliah, terlena dengan pekerjaan… Tapi, gak 100% nyesel. Kenapa? Karena waktu yang dihabiskan mungkin hitungannya sama saja. Ketika aku menikmati kerja pada masa kuliah selama (kira-kira) 1 tahun.. setidaknya aku udah menyicil masa kerja setelah aku lulus. Untungnya lagi, malah dapat pengalaman kerja.” Itu cerita dari kakak angkatan saya. Dia memutuskan untuk bekerja pada saat kuliah memang ingin membantu finansial orang tua. Setelah itu, sang orang tua pun mengatakan bahwa dia tidak perlu khawatir akan finansial keluarga, orang tua akan berusaha semaksimal mungkin asalkan dia mau kembali fokus ke kuliah.</p>
<p>“Bingung juga kalau cepet-cepet lulus. Sebenarnya, semester ini udah habis teori, tinggal laporan magang dan skripsi. IPK juga sudah di atas 3,00. Tapi, aku belum dapat apa-apa.. belum eksplorasi diri, khususnya di bidang yang aku suka. Telat, tepatnya… Makanya, aku mau meningkatkan skill aku di sini dulu buat ngumpulin portfolio besok..” Ini alasan dari salah satu teman seangkatan.</p>
<p>Ada lagi teman saya yang mengklaim bahwa dia ingin lulus 5 tahun. Di saat orang lain ingin lulus kurang dari 4 tahun, dia justru ingin lulus 5 tahun. Bukan mainstream! Hehehe.. Ya, setiap orang punya alasan tersendiri, bukan?</p>
<blockquote><p>Bukan soal lulus cepat, lambat, atau tepat waktu, tapi lulus pada waktu yang tepat.</p></blockquote>
<p><strong>JANGAN MELULU MENUNTUT</strong></p>
<p>Sejak jaman sekolah dasar, kita mendapatkan pelajaran PPKn yang selalu mengajarkan sebaiknya melakukan kewajiban lebih dulu sebelum menuntut hak. Sejak kecil, mama juga mengajarkan kepada anak-anaknya, khususnya saya, untuk tidak selalu menuntut. Sederhananya seperti ini, apa yang telah saya lakukan sehingga saya mempunyai hak untuk menuntut? Apakah saya dapat ranking stau, lalu saya berhak untuk meminta reward? Sejak kecil, keluarga saya tidak membiasakan pemberian reward berupa barang. Meskipun saya atau kakak saya memenangkan sesuatu atau mendapatkan ranking sepuluh besar, lima besar, atau mendapat ranking satu sekali pun… orang tua saya tidak pernah memberikan reward. Kenapa? Karena, orang tua saya takut kalau itu menjadi kebiasaan. Orang tua saya fleksibel saja. Kalau mereka sedang memiliki uang yang cukup untuk memberikan kami sesuatu, ya mereka akan mendapatkannya. Tapi, kalau tidak ada… ya pujian dan penghargaan dari mereka pun sudah menjadi <em>reward</em> bagi kami.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 242px"><a href="http://adeaconswife.files.wordpress.com/2011/03/prayer2.jpg"><img title="pray" src="http://adeaconswife.files.wordpress.com/2011/03/prayer2.jpg?w=232&#038;h=297" alt="" width="232" height="297" /></a><p class="wp-caption-text">source: http://adeaconswife.files.wordpress.com</p></div>
<p>Namun, mama saya pun pernah melakukan ketidaksesuaian dengan apa yang telah ia ajarkan pada saat saya kecil. Ia pernah khilaf, untungnya langsung diingatkan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Saya juga menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran. Adalah dua peristiwa besar yang mampu membuat mama dan tentunya keluarga kami berada di titik paling rendah.</p>
<blockquote><p>“Dokter, saya mau suami saya sembuh. Saya sudah gak tau harus gimana lagi…”</p></blockquote>
<p>Agustus 2002, bapak harus masuk rumah sakit karena serangan stroke yang pertama. Bapak harus dioperasi karena penyumbatan darah di otak. Saya yang harus fokus dengan sekolah saya waktu itu pun tidak bisa menemani mama di rumah sakit setiap hari. Saya tahu bagaimana kalutnya mama waktu itu, terutama ketika bapak mau masuk ke ruang operasi.</p>
<blockquote><p>“Ibu, mungkin saya tidak dapat menyembuhkan bapak secara total, tapi kita bisa mengambil jalan yang terbaik, yaitu dengan operasi. Saya berusaha sebaik mungkin. Ibu sebaiknya tenang dan berdoa…” begitu kata dokter.</p></blockquote>
<p>Itu pelajaran berharga bagi kami, peringatan bahwa Tuhan pasti mempunyai kehendak yang terbaik bagi umatNya. Peristiwa selanjutnya, kami diingatkan oleh salah satu kerabat mama saya. Oktober 2010 yang lalu.</p>
<p>“Ibu memang selalu berdoa kepada Tuhan, tapi bunyinya: ‘Tuhan, semoga anak saya… blablabla.. semoga ia bisa… blablabla…’ Itu tidak menunjukkan bahwa ibu telah ikhlas dan berpasrah. Ada saatnya ketika kita sudah berusaha semaksimal mungkin, biarkan Tuhan mengerjakan sisanya. Cobalah untuk lebih mengatakan seperti ini: <strong>‘Tuhan, ke dalam tanganMU aku berserah. Apa yang menjadi kehendakMU, maka terkadilah. Berikan yang terbaik bagi kami semua juga anakku, kami yakin bahwa Engkau telah menyiapkan sesuatu yang indah tepat pada waktunya’</strong> ” begitu jelasnya.</p>
<p>Saya benar-benar menanamkan dua peristiwa itu sebagai pembelajaran dan pendewasaan diri. Mama pun kembali pada apa yang ia ajarkan dulu. Kami pun menjadi paham bahwa kepada Tuhan sekalipun, sebaiknya tidak menuntut terus menerus. Toh, Tuhan tahu apa yang sesungguhnya kita butuhkan.</p>
<p><strong>CHANGE MY MIND</strong></p>
<p>Setelah apa yang terjadi pada diri saya, saya mulai koreksi diri. Beberapa kekhilafan secepat mungkin saya sesali dan perbaiki. Kira-kira dua tahun terakhir ini saya menggunakan frase “yang terbaik” di dalam piker dan doa saya, meskipun idealisme saya masih sering mencuri start untuk meracuni jalan piker saya. Sekali lagi, “<strong>yang terbaik</strong>” bukanlah yang melulu bicara soal paling unggul, tetapi sesuatu yang terjadi pada waktu yang tepat. Saya akan memberikan contoh konkret, ini soal target kelulusan kuliah saya. Sejak kecil, saya memang diajarkan untuk membuat target dan membuat planning hidup yang baik.</p>
<p>Dalam membuat rencana kelulusan, saya membuat <em>plan</em> A dan <em>plan</em> B secara arogan, tanpa memperhatikan realita yang ada. Ketika <em>plan</em> A tidak berhasil, saya melihat mulai melihat <em>plan</em> B yang ternyata tidak lebih dari 50%. Alhasil, mau gak mau saya menghadirkan <em>plan</em> C secara bayangan. Maksudnya adalah, saya tidak mengklaim 100% itu adalah target saya. Saya berharap itu adalah rencana Tuhan yang terbaik bagi saya dan orang-orang yang ada di sekitar saya. Hikmahnya adalah saya masih diberi kesempatan untuk berkarya bersama teman-teman, diberi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang mungkin tidak akan saya temui kalau saya lulus cepat-cepat, dan bahkan saya masih diberi kesempatan untuk melunasi urusan-urusan kampus yang belum kelar. Wasalam!</p>
<p>Bahkan menjelang ujian tugas akhir, saya tidak menyebutkan nama dosen tertentu di dalam doa supaya dimudahkan dalam ujian.</p>
<p>“Tuhan, semoga dosen X yang nguji saya biar saya gampang ngejawabnya…”</p>
<p>Walah. Saya justru berpikir, siapa pun dosennya.. pasti bakal berusaha menyerang mahasiswa bertubi-tubi. Maka dari itu, saya pun berucap:</p>
<p>“Tuhan, siapapun dosen yang akan menguji nanti.. saya yakin bahwa itu yang terbaik buat saya…”</p>
<p>Akhirnya, yang menjadi dosen penguji saya adalah orang-orang yang di luar prediksi saya dan orang lain. Jreng! Kalau kata eyang saya, “<em>sing penting atine wes mantep. Siapapun dosen’e sing nguji, nek ati wes mantep.. pasti iso ngejawab dengan tenang</em>.. (yang terpenting, hatinya sudah mantap. Siapapun dosennya yang menguji, kalau hati sudah mantap.. pasti bisa menjawab dengan tenang…) ”</p>
<blockquote><p>Yang terbaik bagi kita, belum tentu terbaik bagi orang lain. Akan tetapi entah bagaimana caranya, Tuhan mampu memberikan yang terbaik bagi semua pihak, di dalam keburukan sekali pun.</p></blockquote>
<p>*<em> Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung beberapa pihak. Saya hanya bertukar rasa dalam kata. Terimakasih untuk teman-teman yang telah berbagi cerita. Maaf, jika cerita kalian saya tampilkan di sini tanpa ijin. Kalian telah menginspirasi saya dan semoga ada orang lain yang juga ikut menginspirasi karena kalian. Let’s drive our own life, guys! Cheers! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/596/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=596&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/19/yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://freelancefolder.com/wp-content/uploads/freelancing-struggle.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">struggle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adeaconswife.files.wordpress.com/2011/03/prayer2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pray</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Long Distance</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/17/long-distance/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/17/long-distance/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 11:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan kata]]></category>
		<category><![CDATA[distance]]></category>
		<category><![CDATA[jarak]]></category>
		<category><![CDATA[long distance]]></category>
		<category><![CDATA[relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=577</guid>
		<description><![CDATA[It’s so hard, it’s so hard Where we are, where we are You’re so far, this long distance is killing me -Long Distance by Bruno Mars- &#160; Sudah berkali-kali lagu itu terdengar di ruang tiga kali tiga meter ini. Aku memang sengaja men-setting repeat track. Why it’s so hard? Is it really hard? Why do [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=577&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>It’s so hard, it’s so hard</em></p>
<p><em>Where we are, where we are</em></p>
<p><em>You’re so far, this long distance is killing me</em></p>
<p>-Long Distance by Bruno Mars-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah berkali-kali lagu itu terdengar di ruang tiga kali tiga meter ini. Aku memang sengaja men-setting repeat track. Why it’s so hard? Is it really hard? Why do I think that distance makes us, sorry… makes me so hard? Yes, you’re so far, but it shouldn&#8217;t be so hard…</p>
<p>Ini sudah tahun ke lima aku merayakan ulang tahunku tanpa kehadiranmu. Seharusnya aku menjadi biasa, bukan justru binasa. Seorang teman pernah berkata kepada teman yang lain, “aduuh, kalian itu kan satu kota… gak usah ngaku-ngaku LDR, deh.. Kan, gak berjauhan…” Aku pun tersenyum setengah ikhlas. Bukankah, jauh-dekat itu relatif? Yang dekat bisa merasa jauh dan yang jauh bisa merasa dekat. Oke, aku gak kontekstual dalam menilai. Jauh-dekat akan menjadi relatif jika diukur dengan rasa, bukan dengan angka.</p>
<p><span id="more-577"></span></p>
<p>Ini sudah tahun ke lima, aku selalu tak sabar menanti ucapan selamat ulang tahun darimu. Entahlah, ucapan selamat darimu mampu membuatku benar-benar ingin berulang tahun setiap detik. Supaya aku dapat menerima pesan darimu, atau mungkin.. kamu mampu menyempatkan waktumu untuk mengirim suara paraumu ke telingaku. Ah, aku tak berharap lebih. Mendapat emoticon titik dua dan tanda kurung tutup saja sudah mampu membuatku membayangkan senyum indahmu. Aku tak berlebihan, ini kejujuran.</p>
<p><em>Now the minutes feel like hours,</em></p>
<p><em>And the hours feel like days…</em></p>
<p><strong>Pk 20.00 WIB</strong></p>
<p>Aku masih di kamar tiga kali tiga, di depan layar monitor, membuka semua jejaring sosialku.</p>
<p><a href="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/09/imaginary.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-578" title="imaginary" src="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/09/imaginary_friend.jpg?w=300&#038;h=252" alt="" width="300" height="252" /></a></p>
<p>Ini sudah tahun ke lima, aku menunggumu hingga malam hari. Dari tadi pagi, tak ada satu pun namamu muncul di kotak pesan atau bahkan di dinding jejaring sosial. Mereka yang lebih ikhlas mengucapkannya, bukan kamu. Aku coba menelisik update status terakhir di jejaring sosial milikmu, status tiga hari yang lalu: “now, I’m going to…” Blah, going to where? Kubaca 30 komentar di bawahnya satu per satu, tetap saja tidak menjawab pertanyaanku. Lalu, bagaimana kabarmu dua hari yang lalu? Kabarmu kemarin bagaimana? Pesan singkatku dua hari yang lalu saja tidak berbalas, padahal kamu sendiri yang menyuruhku untuk mengingatkan. Ah, sudahlah. Aku harus fokus untuk menunggumu agar siap menyambutmu yang bisa datang dari manapun.</p>
<p><strong>DRRRRRRRRRRRRRRRRRRTTTTTTTTTTTTTTTTT</strong></p>
<p>Tiba-tiba telepon genggam yang ku letakkan persis di depanku pun bergetar. Dengan sigap aku melepaskan tangan dari mouse dan siap mengangkat telepon. Melihat layar telepon genggamku, semangatku pun luntur seketika. Itu bukan kamu.</p>
<p align="center"><em>Apa?</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>Idih, mentang-mentang sekarang udah mantan, ngomongnya gak niat gitu…</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>Lah, mau gimana?</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>Eh, selamat ulang taun yaa, Lingga.. semoga… bla bla bla bla</em></p>
<p align="center">Tiba-tiba aku men-disfungsikan telingaku. Ah, seandainya itu kamu yang berucap… akan kusiapkan karpet merah di gendang telingaku agar suaramu dapat kusambut dengan baik.</p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>Iya, makasih…</em></p>
<p align="center">Jawabku singkat.</p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>Gimana gebetanmu? Udah ngucapin ulang tahun, belum?</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>GEBETAAANNN??? Kita udah jadian, kali!</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>Wuih, mantap! Akhirnya, lima tahun memuja, terkabul juga doamu.</em></p>
<p align="center"><em>Sejak kapan?</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>Sejak aku ngarep!</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p align="center"><em>Hahahahahaaaa..</em></p>
<p align="center">Uh, tawanya nampak lepas sekali, semoga rahangnya juga tidak ikut terlepas.</p>
<p>Tanpa disangka, di layar monitorku terlihat satu notifikasi baru di dinding jejaring sosialku.</p>
<p align="center"><em>“wuih, bisa nambah tua juga ya? Kirain tuanya udah abadi, udah gak bisa nambah… selamat ulang taun ya. Hmmm, semoga mendapatkan yang terbaik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ”</em></p>
<p>Itu kamu! Yes, I got your smile!</p>
<p align="center"><em>Hahahahahaaaa…</em></p>
<p align="center">Aku pun lalu menyambung tawa dengan suara yang masih menertawakanku di telepon, meski kami menertawakan hal yang berbeda.</p>
<p><strong>PACARAN JARAK JAUH</strong>. Aku di ruang nyatamu dan kamu di ruang mayaku.</p>
<p>-pada suatu siang akibat seorang teman bicara mengenai jarak-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/577/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=577&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/17/long-distance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dipewein.files.wordpress.com/2011/09/imaginary_friend.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">imaginary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#akunFBdasiat</title>
		<link>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/06/564/</link>
		<comments>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/06/564/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 08:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gandes</dc:creator>
				<category><![CDATA[tumpukan pikir]]></category>
		<category><![CDATA[#akunFBdasiat]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipewein.wordpress.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Apalah arti sebuah nama? kalau melihat nama nama akun di jejaring sosial yang bernama facebook, tentulah itu bukan sekedar nama. Banyak pengguna kreatif yang memberikan namanya seperti lirik lagu, tentang curahatan hatinya sendiri, atau bahkan tentang sesuatu yang tidak dapat dibaca dengan mudah. Bukan untuk ditertawakan, tapi memang nama yang dibuat sangat kreatif dan dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=564&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apalah arti sebuah nama? kalau melihat nama nama akun di jejaring sosial yang bernama facebook, tentulah itu bukan sekedar nama. Banyak pengguna kreatif yang memberikan namanya seperti lirik lagu, tentang curahatan hatinya sendiri, atau bahkan tentang sesuatu yang tidak dapat dibaca dengan mudah. Bukan untuk ditertawakan, tapi memang nama yang dibuat sangat kreatif dan dapat menghibur orang lain #imho. Mungkin, mereka sebenarnya ingin mempersulit para stalker yang melakukan pencarian terhadap akun mereka. patut dicoba? it&#8217;s all up to you.</p>
<p><span id="more-564"></span></p>
<p>Beberapa malam yang lalu, saya meracau di linimasa tentang #akunFBdasiat. saya memang sering melaporkan nama nama dasiat jika KEBETULAN melihatnya. Namun, malam itu sedikit berbeda. Dengan inisiatif sendiri, saya mencari. Niat.</p>
<p>Saya cari salah 1 akun dari friendlist fb saya, lalu cari lg 1 akun di dftr temannya. dan nemu satu akun yg 70% friendlistnya bnama dasiat.</p>
<p>sumber akun FB yang pertama bernama: <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001803308855">RiZma Ssianaghkoplak Ingindmellupakandnyaa</a> (Riizma Saiiank Fiqri) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>saya hanya mengambil beberapa sampel saja. saya coba memetakan beberapa hal.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Edisi Move on</strong></p>
<p>1| Dheadhthirdteendays Ofjanuary Formamamforever (Selamattinggalmasalalu) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>2| Reyna IngiendtmeLupakandiea Secepatnyaa <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>3| <a href="http://www.facebook.com/mizz.dvrielz?ref=pb">&#8216;dv Rielz Sllu SbAarr&#8217;</a></p>
<p>4| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002684932573&amp;ref=pb">Alfian Menatap Dunia</a></p>
<p><strong>Edisi Galau</strong></p>
<p>5| Tantriiy Hanyaingincintasepenuhhati <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>6| Aiiusiienndut Eankchukanangiezt Mciegkchaiiankmhaamoe (Ayhu Bencii Ammu Selamanya) &gt;&gt; hati2 typo | <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>7| Fatima Rezpector Ngalam (Masi Saja Plinplan) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>8| Andiie Nagghbendoee Puengenndtbersmanyaslamanya <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>9| Akmalthumcrmyselalu Tukmcr Sampaititikdarahpenghabisan <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>10| Akkubingungapattucinta Radapelodikit N&#8217;radatelmi Ttepstiiadengannya (Akkuyangsedangsakithati) | curhat puol! <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>11| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000262101740&amp;ref=pb">&#8216;fiverz Laghii &#8216;fruztasi</a></p>
<p>12| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002573108132&amp;ref=pb">Siezdtchaa Celaluwberharapdyakandtkembali</a></p>
<p>13| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000796240571&amp;ref=pb">Adhell Bhenci Si Phembohongkk</a></p>
<p>14| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001474003257&amp;ref=pb">Apriielsllusetiia Ndagkpengendt Diisakidtii</a></p>
<p>15| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000938176235&amp;ref=pb">Ashriie Jiikaiingatyanglalhu Makiindtdepresii</a></p>
<p><strong>Edisi &#8220;koplak&#8221;</strong></p>
<p>16| Reejha Sieenyuthnyuth Koplaksmilingwarwerwor | &#8220;warwerwor&#8221;??? -______-&#8221; <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>17| Hasim Tompel Koplak (Hasim Mustofa)</p>
<p>18| RiZma Ssianaghkoplak Ingindmellupakandnyaa (Riizma Saiiank Fiqri) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>19| RhiezdHaaregkuoplag CintaherOindbencikekerasan Caiyyankkedamaiand</p>
<p>20| Pepep Koplak Setres (Pepepputunembahsadio)</p>
<p>21| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001458843097&amp;ref=pb">Arhi Aregkhupekkoplakpoll</a></p>
<p><strong>Edisi Berbunga bunga</strong></p>
<p>22| Agku Inginkanmenjadimilknya Untukselamanya (Bening Afri Dalilah) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>23| Atma Dantekeneddyofwar mwbikinkomitmenmacena &gt;&gt; jd terbyg pelem Cowboy vs Alien | tmnnya <a href="http://twitter.com/petranderson">@petranderson</a> <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>24| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002114388213&amp;ref=pb">AQuw Bersamanya Celaluw</a></p>
<p>25| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002610466614&amp;ref=pb">Ariey Cyank Dya Celalu</a></p>
<p>26| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002385727320&amp;ref=pb">Bhasofieunitynagkkacoex YgslaluRezpectsampaimati Sampaimati</a></p>
<p>27| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002149962850&amp;ref=pb">Ciiykhaaiidthuanagh Yangkccelallu Setiiapdakekasihnya</a></p>
<p><strong>Edisi Bersambung</strong></p>
<p>28| Agung Van Holic InTheburonatmertuapart II (Holic Buront Mrtua Part II) &gt;&gt; saya ketinggalan part I-nya <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>29| Mbul&#8217;bubh Frieusili Part I (Megga Winda) &gt;&gt; nantikan part II dan III <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>30| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002546186211&amp;ref=pb">Faridha Sie Clembebbhc Cindtadamaiclaluanticemur II</a></p>
<p>31| <a href="http://www.facebook.com/Jhely.Fish?ref=pb">GuritBerburru UbburrUbburr Part II</a></p>
<p><strong>Edisi Musik</strong></p>
<p>32| Phiiandt Discomorphosiis Acustikapitalis Brutalition &gt;&gt; cah akustik-kapitalis, berooo.. | <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>33| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002237513931&amp;ref=pb">Adheliea Partydork Peeweegaskinstookk</a></p>
<p>34| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000700165320&amp;ref=pb">APrilscremoopartydork Killngmeinsidealdisthagaskins –</a></p>
<p>35| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000918607432&amp;ref=pb">BramItuanak Pecintahiphopdanmodifikasi CrewnyaGamblonkspeedcommunitty</a></p>
<p><strong>Edisi Sport</strong></p>
<p>36| Phebhie Aremanita Luvers (Febby Streeteamkillmz Laddyrose Malangcomunity) | ada ya aremanita? <a title="#tanyaserius" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23tanyaserius">#tanyaserius</a> | <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>37| AlisafreenzclilaQtialovepurple &#8216;gezodiator&#8217; Aremanitacienthadamai (Aaew Cientha Damai) | <a title="#edisisuporterbola" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23edisisuporterbola">#edisisuporterbola</a> <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p><strong>Edisi Religi</strong></p>
<p>38| Adhie Menunggu Kiamat (Megelno JugaLucu II) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>39| Anggrioutsider BrandadallPhopiiezt Tagk Ingiendmnginjagkneraka | <a title="#edisireligi" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23edisireligi">#edisireligi</a> <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>40| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002304494125&amp;ref=pb">Aqkpingin Thobat Tapigugkisoisho</a> &gt;&gt; maybe you must try harder!</p>
<p>41| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000738399784&amp;ref=pb">Galiibocah Ygtidakmngrti Apaitutuhan</a></p>
<p>42| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000620123580&amp;ref=pb">Memelsilumansetandeatbrutality Sipencuciotaktuhan &#8216;sreamofgodfromhell</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Edisi Screamo!</strong></p>
<p>43| Soufi RocketdarkScreamosst KillmsAttack (Eirin Lavolta Dametria) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>44| Angga Black&#8217;d Dariduniayangmencekam (Black Explicit Content) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>45| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002651300252&amp;ref=pb">Adriani Bezhmen Squadgodlessdeathmetal</a></p>
<p>46| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002200060396&amp;ref=pb">Afandt Tlah Mati Lastfriendstreeteammalang</a></p>
<p>47| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002360028575&amp;ref=pb">Alfian Pembunuh Bayangan</a></p>
<p>48| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001095108016&amp;ref=pb">Bocahhdorkwakefromhell Screamingmetalcorefvckinhell</a></p>
<p>49| <a href="http://www.facebook.com/Bringdorkillmlastfreak?ref=pb">Oliverchoairfanklemenscyril Stillscreamometalboysrawrr Alwayslovingherforevertilldie</a></p>
<p>50| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000346843645&amp;ref=pb">Vhiidemonkillmsemofvckinhell Littlekidcenascreamonightmare</a></p>
<p>51| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002560411878&amp;ref=pb">Vivisiikiillingmeiinside Yooaregkngalamyooaremanita SiiPrincesscremoonakall</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Edisi tak teridentifikasi</strong></p>
<p>52| perhatikan nama aliasnya &gt;&gt; Rangga Ituw Peppy Enduut (Standart Ngeyel Gaas-Pool) <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>53| Ninna Bubug Tagcellalo ~ via <a href="http://twitter.com/petranderson">@petranderson</a></p>
<p>54| GunkDje bukaduapuluhempatjam &gt;kaya burjo ajah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ~ via <a href="http://twitter.com/petranderson">@petranderson</a></p>
<p>55| RT <a href="http://twitter.com/patriciakandi">@patriciakandi</a>: ceciliagandes Aku punya 1 juga: aNj4r anJaN9 b4uK t4pi c4ntEEkk.. &#8211; via <a href="http://twitter.com/anjar_anjang">@anjar_anjang</a> <a title="#akunFBdasiat" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23akunFBdasiat">#akunFBdasiat</a></p>
<p>56| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000097032240&amp;ref=pb">&#8216;Vidda ChecilliaLillo HunhunnyMiuwmiuw</a></p>
<p>57| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001165682592&amp;ref=pb">Akhusiidhenyesh Meyrahlupbawanabadhy</a></p>
<p>58| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001191070074&amp;ref=pb">AlisafreenzclilaQtialovepurple &#8216;gezodiator&#8217; Aremanitacienthadamai</a></p>
<p>59| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001694617022&amp;ref=pb">Dhewiiee EwethUanthiikk Geypnkindtcendilytuanpadylgey</a></p>
<p>60| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001744563420&amp;ref=pb">Iccha GizmilheonheeBiiquehearthkizz ShicahhtecyaRezpecttorz</a></p>
<p>61| <a href="http://www.facebook.com/kawurr?ref=pb">Kawurr Attack Khukurrkhurrmanukkduhhblaenn</a></p>
<p>62| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001256138378&amp;ref=pb">Lia Dikutuk Ghakbisagantinama</a> &gt;&gt; jangan sampai kita juga dikutuk.</p>
<p>63| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001188502887&amp;ref=pb">Lieshacikidumcikiciuw Seleketebgedebagedebug Toinktekdung</a></p>
<p>64| <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000922393557&amp;ref=pb">Mandhaciiprinceskeoonkkogebbh Reamoniver&#8217;sdestronyerr Cuuppherrduperrbauwwell</a></p>
<p>Pencarian nama ini dilakukan pada tanggal 5 dan 6 September 2011. Saya tidak dapat menjamin apakah nama ini sudah berganti kembali atau tidak. Tapi, jujur.. nama nama ini saya copy-paste langsung agar tidak terjadi kesalahan dalam menuliskan nama.</p>
<p>Maaf jika ada yang tersinggung, tapi sekali lagi.. we have our own life. terimakasih sudah menyimak. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dipewein.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dipewein.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dipewein.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dipewein.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dipewein.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dipewein.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dipewein.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dipewein.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dipewein.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dipewein.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dipewein.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dipewein.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dipewein.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dipewein.wordpress.com/564/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dipewein.wordpress.com&amp;blog=2464880&amp;post=564&amp;subd=dipewein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipewein.wordpress.com/2011/09/06/564/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-6.203765 106.630216</georss:point>
		<geo:lat>-6.203765</geo:lat>
		<geo:long>106.630216</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5fbbef905d6515c1388cf4cb3010603?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">si&#039;Ndeso</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
