Posts Tagged Skandal seks

Skandal Seks Max Moein

Tugas Presentasi Mata Kuliah Kewarganegaraan

Disusun Oleh:

Thalita Evani (03271)

C. Gandes P.W. (03273)

Casimirus W. Marcelino (03279)

Vidi Istanto (03297)

LATAR BELAKANG

Sekitar awal bulan Mei 2008 ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan munculnya foto mesra dari salah satu anggota legislatif negara ini yang bernama Max Moein. Sebenarnya hal ini bukan kali pertama salah satu anggota Legistlatif terkena kasus yang hampir serupa. Seperti pada kasus sebelumnya, masyarakat Indonesia juga pernah dikejutkan dengan beredarnya video panas milik Yahya Zaini bersama penyanyi dangdut yang bernama Maria Eva pada akhir November 2006 (http://infoindonesia.wordpress.com).

Kasus lain yang masih terkait di antaranya, mengenai kaitannya dengan hubungan Al Amin dengan wanita lain, yang ternyata masih berhubungan dengan kasus korupsi yang dilakukan olehnya. Kasus-kasus yang telah disebutkan di atas hanya sebagian dari kasus perselingkuhan anggota legislatif yang diekspos oleh media.

Secara khusus, kelompok kami akan menganalisis kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh anggota DPR dari Partai PDIP, Max Moein. Ada beberapa alasan mengapa kami memilih kasus tersebut, di antaranya karena adanya Max Moein terkena dua kasus perselingkuhan. Pada awal Mei 2008, media nasional mendapati beredarnya foto panas Max Moein di internet. Foto tersebut menggambarkan Max Moein yang bertelanjang dada bersama seorang wanita yang disebut-sebut juga sebagai mantan sekretaris anggota DPR dari partai PKB, Nursyahbani Kantjasungkana (http://cahpct.blogsome.com). Belum lagi, dia juga diduga terkena skandal pelecehan seksual dengan Desi Firdianti, mantan sekretarisnya (http://www.detiknews.com/). Berdasarkan dua kasus yang telah diungkapkan oleh media, kami melihat bahwa Max Moein tampak diliputi oleh kisah perselingkuhan dengan wanita-wanita lain.

Ternyata, kasus-kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh para elit birokrasi tidak hanya berhubungan dengan persoalan moral dari pihak pelaku saja. Merujuk pada kasus-kasus di atas, kelompok kami mencoba mengaitkannya dengan beberapa konsep kebangsaan dan ketahanan nasional Indonesia. Menurunnya nilai kebangsaan juga dapat dilihat dari skandal seks anggota DPR yang bermunculan beberapa tahun terakhir ini. Nilai kebangsaan yang menurun itu akan dikaji secara personal, dilihat dari status yang dimiliki oleh Max Moein, yaitu sebagai anggota DPR.

Selain itu, skandal seks tersebut juga dapat dianalisis beradasarkan konsep ketahanan nasional Indonesia, baik di bidang sosial budaya maupun dalam bidang politik. Ketahanan nasional Indonesia sendiri didefinisikan sebagai kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Ketahan nasional sendiri terkait dengan ancaman-ancaman yang masuk ke dalam negara Indonesia, baik secara internal maupun eksternal. Kelompok kami berpendapat bahwa skandal seks yang dilakukan oleh Max Moein merupakan salah satu ancaman yang bersifat eksternal dan mampu mempengaruhi ketahanan nasional negara di bidang sosial budaya dan juga politik.

Untuk itu, perlu adanya pembahasan lebih lanjut mengenai kaitannya antara skandal seks tersebut dengan perihal kebangsaan dan ketahanan nasional Indonesia sendiri.

LANDASAN TEORI

    1. Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia (TANNAS)

TANNAS Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan naisonal yang terintegrasi. Tannas berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi danmengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam dan untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.

Adapun asas-asas TANNAS, adalah sebagai berikut:

  • Asas Kesejahteraan dan Keamanan

  • Asas Komprehensif Integral

  • Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar

  • Asas Kekeluargaan

Sifat TANNAS Indonesia sendiri adalah sebagai berikut:

  • Mandiri (percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri)

  • Dinamis (dapat menyesuaikan diri pada perubahan zaman)

  • Wibawa

  • Konsultasi dan kerjasama

    1. Aspek-Aspek TANNAS

Ketahanan nasional Indonesia dapat ditinjau dari berbagai aspek, di antaranya dalam bidang sosial budaya dan politik.

  • Sosial Budaya

Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis sosial budaya bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadpai dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar/dalam secara langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan Negara Republik Indonesia.

  • Politik

Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadpai dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, rangka menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

Pembahasan

  1. Analisis

Secara umum, kami ingin menyoroti bagaimana tanggapan masyarakat Indonesia terhadap kasus ini. Dalam skandal seks dari Maw Moein, kami menemukan banyak masyarakat Indonesia yang merasa kecewa dengan perilaku Max Moein yang justru merusak nama bangsa. Dengan munculnya kasus ini, wibawa bangsa Indonesia semakin menurun. Kita semakin tidak mempunyai wibawa di mata dunia padahal wibawa bangsa dapat dilihat dari pembawaan pemimpinnya.

Seharusnya seorang pemimpin dikenal karena kehebatannya dan keunggulannya dalam kinerja politiknya, tetapi kita justru mengenal Max Moein karena skandal seksnya. Berikut analisis kami, khususnya dalam perihal ketahanan Indonesia dalam aspek sosial budaya dan politik.

  1. TANNAS Sosial Budaya

Dalam aspek ini, kami merasa bahwa seharusnya sebagai pemimpin rakyat, harus bisa mencerminkan kepribadian bangsa, khususnya mengenai budaya Indonesia. Dalam foto-foto yang beredar tersebut, tercermin perilaku yang tidak bermoral. Apalagi sebagai seorang pemimpin, tidaklah pantas jika sampai terjerat kasus pelecehan terhadap lawan jenis. Bahkan, Max Moein sendiri sempat mengaku bahwa orang yang berada dalam gambar tersebut bukanlah dirinya.

Skandal seks yang dilakukan oleh Max Moein merupakan tindakan yang melemahkan ketahanan nasional bangsa kita dari dalam. Bisa jadi, kaum-kaum muda mengikuti perilaku yang kurang baik ini, sehingga kelak masa depan Indonesia semakin runyam. Dengan kata lain, pelecehan yang dilakukan Max Moein adalah ancaman atau gangguan dari dalam bangsa yang mungkin secara tidak langsung bisa membahayakan ketahanan bangsa dalam bidang sosial budaya. Misalnya saja, budaya masyarakat kita yang bermonogami dan dilarang berzinah akan ternoda dengan perilaku ini. Apalagi, jika hal ini justru dilakukan oleh seorang pemimpin rakyat. Bisa dibayangkan apabila ini dicontoh oleh rakyat, dianggap sebagai hal yang lumrah dan kemudian menjadi ”budaya baru” bangsa kita. Seperti halnya ungkapan ”Like Father Like Son”, dengan asumsi dimana pemimpin bangsa adalah seorang ”ayah” bagi rakyatnya.

  1. TANNAS Politik

Ternyata, persoalan mengenai skandal seks ini juga dapat dikaitkan dengan persoalan politik apalagi mengingat status dari Max Moein yang merupakan pejabat Negara, salah satu kaum elit politik. Dari segi ketahanan politik sendiri, bisa kita lihat dari perilaku para antek-antek politiknya. Jika para pejabatnya saja tidak bermoral, apakah masih ada muka untuk bertemu dengan pejabat-pejabat dari lain negara? Apakah mereka masih dapat bekerja dengan tenang setelah banyak masyarakat yang mengetahui adanya skandal seks yang telah dia lakukan? Tentunya tidak. Kinerja pelaku sebagai anggota dewan pun tidak menjadi optimal. Itulah sebabnya mengapa moral yang baik diperlukan dalam menjalani kehidupan dan tugas sebagai seorang wakil rakyat. Seorang wakil rakyat harus bisa menjaga muka bangsa dengan terlebih dahulu menjaga muka diri sendiri.

Analisis lainnya bisa dikaji dari status Max Moein yang merupakan anggota DPR dari partai PDIP. Ada dampak negatif yang ditimbulkan dari skandal ini terhadap kepentingan partai. Bisa jadi image yang dibangun oleh PDIP menjadi rusak hanya karena salah satu kadernya yang terbongkar skandal seksnya.

Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa seorang wakil rakyat merupakan representasi dari partai. Dalam kasus ini, PDIP menjadi korban gairah muda dari Max Moein. Karena kasus ini, citra PDIP dapat menurun padahal pemilihan presiden sebentar lagi. Mungkin program pendidikan moral kader bisa dimasukan sebagai salah satu program andalan Megawati.

Di salah satu webblog, kami menemukan komentar masyarakat atas artikel yang berjudul ”Skandal seks Desi Vridiyanti-Max Moein” (http://blogberita.net/). Salah satu komentar mengatakan bahwa dengan kasus ini, pamor Megawati sebagai salah sorang pemimpin bangsa dapat mengalami penurunan. Megawati dapat mendapat penilaian dari masyarakat bahwa beliau sebagai pemimpin partai tidak bekerja optimal dalam membina kader-kader politik dalam partainya. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila kasus ini dapat berindikasi sebagai penghambat karir Megawati dalam pemilihan umum 2009 mendatang.

Ada perihal lainnya lagi yang dapat disangkutpautkan ke dalam hal politik. Desi Firdiyanti diduga secara sengaja ”telat” melapor kepada publik dan Badan Kehormatan mengenai pelecehan seksual yang telah dilakukan oleh Max Moein padahal pelecehan tersebut sudah berlangsung satu tahun yang lalu. Namun, masih dalam artikel yang sama mengatakan bahwa karena Desi sendiri masih belum yakin untuk menang melawan Max Noein secara hukum. Dia pun harus mempersiapkan bukti-bukti yang mendukung terlebih dahulu. Kaitannya dengan politik adalah diduga ada oknum-oknum politik lainnya yang sengaja membuat Desi baru mengaku. Ada komentar yang mengatakan bahwa pada saat menjelang pemilu ini, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menjatuhkan Max Moein dan partainya.

Namun menurut kelompok kami, permasalahan ini sebaiknya tidak terlalu dicampuradukkan dengan politik. Jika memang benar terjadi pelecehan seksual Max Moein terhadap Desi, maka segeralah permasalahan ini dibawa ke pengadilan, diadili secara transparan dan dimasukkan dalam hukum pidana. Sehingga, tidak perlunya pembahasan secara tertutup di dalam Badan Kehormatan DPR. Hal ini dilakukan untuk menghindari segala prasangka dari publik dan tetap menjaga keterbukaan atas masalah yang terjadi. Lagipula, jika persoalan ini dicampuradukkan dengan politik, maka persoalan akan menjadi kabur dan hukum menjadi tidak tegas. Pemerintah sebaiknya membawa persoalan ini dengan pendekatan secara hukum agar si pelaku juga tidak lolos dari jerat hukum.

  1. Dampak

        • menurunnya integrasi bangsa

        • menurunkan wibawa bangsa di mata dunia

        • hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya

        • generalisasi masyarakat pada kalangan politisi, masyarakat makin menganggap mereka bermoral buruk.

KESIMPULAN

Kasus yang dilakukan oleh wakil rakyat ini adalah ancaman bagi ketahanan nasional. Indonesia, terlebih dalam bidang TANNAS Sosial Budaya dan Politik. Wakil rakyat belum sepenuhnya memikirkan masalah rakyat, mereka justru disibukkan dengan kasus-kasus pribadinya yang seharusnya bisa dihindari. Masih diperlukannya pendidikan moral yang baik bagi para wakil rakyat. Wakil rakyat bukan dikenal melalui kinerja politiknya, tetapi justru melaui skandal-skandal foto syur mereka dan korupsi mereka.

Daftar Pustaka

Nizaminz, ”Skandal Seks Pejabat-Memakai Uang Rakyat untuk Maksiat?” <http://infoindonesia.wordpress.com/2008/07/18/skandal-seks-pejabat-memakai-uang-rakyat-untuk-maksiat/>

Anonim, “Foto syur Max Moein Anggota DPR?”

< http://cahpct.blogsome.com/2008/05/>

Muhammad Nur Hayid, “Skandal Seks di DPR: BK DPR Dalami Pengakuan Max dan Desi”

<http://www.detiknews.com/read/2008/07/07/143248/968060/10/bk-dpr-dalami-pengakuan-max-dan-desi>

Jarar Siahaan, “Skandal Seks Desi Virdiyanti-Max Moein”

< http://blogberita.net/2008/06/06/skandal-seks-desi-vridiyanti-max-moein/>


Comments (1)