Kau di Sampingku

“Ini hari apa, Mas?” Kau mendadak bertanya tentang hari. Aku sebenarnya, nyaris lupa hari, tetapi tadi pagi kulihat beberapa temanku pergi ke gereja. Kupingku pun sempat berdeging beberapa kali.

“Minggu.” Kuanggap begitu. Kau hanya tersenyum. “Kenapa?” Giliran aku yang bertanya. Penasaran.

Continue reading

Advertisements

Aku Mencintai Jakarta, tetapi Tak Bisa Bersuara

Siapa yang bisa memilih kota kelahiran? Setelah lahir, kita barulah bisa memilih. Ganti status penduduk, ganti kewarganegaraan. Tapi, itu berlaku untuk kalian. Tidak untukku.

Sudah lebih dari 50 tahun, aku tak beranjak ke mana-mana. Tetap di sini. Jakarta. Kota yang katanya kerap mencuri perhatian seluruh warganegara, termasuk di jagat sinetron. “Memangnya Indonesia hanya Jakarta? Dasar Jakartanisasi!” Begitu kata mereka.

Continue reading

7 Hal yang Saya Pelajari dari Banda Neira

“Apaaaa sih?” Komentar saya saat pertama kali melihat Banda Neira manggung. Saya mengernyitkan kening. Ingin tertawa pun nanggungRara Sekar dan Ananda Badudu terlihat gugup. Kikuk. Makin menjadi “krik-krik” saat mereka harus terpaksa berbasa-basi sembari mengatur nada gitar. Sesekali pula terdengar nada-nada yang tidak begitu mulus. Lebih asyik dengar di album. Namun, kekuatan lirik mereka tetap mampu menghipnotis saya yang malam itu berada di Joyland Festival, 7 Desember 2013.

Ternyata, komentar “Apaaa, sih?” pada perjumpaan pertama berujung pada komentar “apa-apaan sih?!” ketika membaca kabar luka dari dunia maya pada 23 Desember 2016. Banda Neira bubar. Berhenti di tahun keempat.

Continue reading

Surat Kepada Kaki Kiri

Kepada Kaki Kiri…
Kau pasti masih ingat.

9 September kemarin. Tepat satu tahun aku menaruh perhatian kepadamu. Masih ingat pertanyaan-pertanyaan yang kita dengar ketika kamu mulai aku (paksa) ajak berjalan. Tiga hari setelah kejadian.

“Eh, Gandes gimana ceritanya? Elu tuh kenapa sih? Habis lari-lari? Olahraga apa sampai bisa begitu?”
“Kenapa kakinya, Mba? Gara-gara main futsal?
“Gandes kenapa? Karena pakai high heels ya?
“Pasti jalan sambil main hape ya?”

Continue reading

Kebaikan dari Jayapura

Agustus 2015. Ini perjalanan ke Papua yang pertama kali. Perasaan takut, khawatir, dan penuh “jangan-jangan” sering terlintas di pikiran. Jangan-jangan saya terkena malaria, jangan-jangan nanti saya tidak bisa lekas akrab dengan warga sekitar, jangan-jangan saya menjadi wisatawan yang tidak menyenangkan. Tetapi, saya ingat pesan Mama, “Jika kau datang dengan niat baik, nanti akan mendapat kebaikan pula.” Ternyata, terbukti. Kekhawatiran-kekhawatiran itu sirna berkat banyak kebaikan yang saya rasakan.

Continue reading