Kuning yang Pemaaf

Judul: Yellow

Sutradara: Alfredo de Villa

Pemain: Roselyn Sanchez, Bill Duke, dan D.B. Sweeney

Produksi: San Juan, Puerto Rico; 2006.

Bahasa: Inggris

Kisah seorang gadis Puerto Rico bernama Amaryllis (Roselyn Sanchez), yang artinya yellow (kuning). Padahal, bunga amarilis itu sendiri sebenarnya berarti red. Sejak kecil, gadis ini sudah mempunyai bakat menari dari sang ayah yang sempat menjadi penari balet sebelumnya. Hingga beranjak dewasa, sang ayah lumpuh dan Amaryllis malah menjadi pengantar pizza. Walaupun hanya memendam impiannya sebagai penari, dia masih sering latihan menari di rumah demi menjaga kelenturan tubuh.

 

Hingga akhirnya, dia harus kehilangan sosok seorang ayah. Ayahnya mati bunuh diri karena melihat kenyataan bahwa istrinya menjadi biang keributan di dalam keluarga. Bahkan, sang istri lebih senang mendekati pacar Amaryllis sendiri. Ironis, memang. Maklum, usia ayah dan ibu Amaryllis memiliki rentang yang jauh. Sang ayah tampak jauh lebih tua dibandingkan dengan istrinya.

Kemesraan sang ibu dengan pacar si anak jelas terlihat saat mereka berdansa salsa setelah pergi ke pemakaman sang ayah. Amaryllis jelas-jelas shock dan heran. Lebih-lebih, saat Amaryllis tahu bahwa ibu dan pacarnya telah berhubungan intim di atas ranjang.

Dia yang kehilangan keluarga itu akhirnya mengungsi ke rumah tetangganya, penjaga warung. Berkat kemurahan hati perempuan penjaga warung kelontong itu, Amaryllis dapat pergi keluar kota untuk mencari sodara yang lain. Di sana, ia mencoba bertahan hidup dengan segala cara dan berusaha untuk melupakan kejadian yang telah menghancurkan hatinya.

Di akhir cerita, Amaryllis bisa mengejar impian, meneruskan mimpi sang ayah, yaitu menjadi dancer sejati.

Film ini mengatakan, warna kuning merupakan warna pemaaf. Ada sepenggal puisi yang berjudul YELLOW dari seorang lelaki tua, kenalan Amaryllis saat harus berkelana selepas peninggalan ayahnya. Puisi yang menggambarkan sikap seseorang yang mampu memaafkan orang lain melalui doa.

Berdoalah untukku dan aku akan berdoa untukmu.

Berdoa untuk yang buruk hati dan juga yang jahat.

Dan untuk yang jenius dan tak terlalu pandai.

Yang dengan senyumannya masih menyentuh hatimu.

Berdoa untuk mereka yang hancurkan semua

Bayi perempuan danlaki-laki dengan mainan jahat mereka.

Berdoa untuk perampok dan pencuri.

Berdoa untuk hilangnya kepercayaan kita.

Berdoa untuk mereka yang tak lagi bisa berdoa.

Berdoa untuk hilangnya sehari lagi ayah dan ibuku pergi dari sini.

Dan orang-orang lain yang ku cintai dari masa lalu.

Dan sat aku makin tua dan bergerak menuju tidur…

Melepaskan rasa sakit yang ku tahan begitu dalam.

Dalam di luas batas penyesalan jiwa dan kenangan yang belum kulupakan.

Berharaplah, kekasihku…

Jangan tinggalkan aku dulu.

Bibirmu lembut bagaikan sinar saat aku terseret ke dalam malam…

 

she is dancer… and yellow is her name…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s