FIAT TV 2008

logo fiat 2008 baru

logo fiat 2008 baru

FIAT TV (Fisip Atma Jaya Television) merupakan suatu bentuk kegigihan berkreasi mahasiswa yang tertuang dalam bentuk stasiun televisi. FIAT TV sendiri berusaha menampung hasrat mahasiswa yang besar untuk berkreasi.

Dalam pelaksanaannya, FIAT TV merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan pada semester sisipan antara bulan Juni-Agustus. Pemilihan rentang waktu ini dipilih karena target pasar FIAT TV adalah calon mahasiswa baru Atma Jaya Yogyakarta (dikutip dari bulletin FIAT TV gelombang 2 dan 3 bagian “Materi Bulletin”)

Juni 2008

Untuk mengisi waktu luang SP (semester sisipan), saya memutuskan untuk bergabung dengan FIAT TV. Kelompok profesi ini memang sudah menjadi salah satu target pribadi. Sejak awal masuk kuliah, saya berniat untuk menjelajahi beberapa UKM dan kelompok profesi yang ada di kampus. Setidaknya, saya lebih tahu dan pengen lebih improvisasi saja. Nah, FIAT TV ini jadi target ketiga, setelah Kine Klub dan Bohlam.

id card yang baru didapat setelah 3 hari sebelum kontrak habis

id card yang baru didapat H-3

Kenapa pengen masuk FIAT TV? Karena saya pikir, FIAT ini emang ngelatih kita yang pengen menggandrungi dunia broadcast. Ngurusin kabel, kamera MD, dan lain-lain.

Gak cuman jadi artis yang nongol di depan kamera, tapi juga jadi artis yang ada di belakang kamera! Well, that’s the point! Tanpa ada cableman, host juga gak akan bisa nongol di TV. Iya, to?

Gue pikir, ini kegiatan yang rutin seperti UKM yang lain, membuat program acara yang rutin dan teratur, serta sifat organisasi yang berkesinambungan sampai bertahun-tahun.

Dengan berbekal pengetahuan yang pas-pasan, gue nekat daftar FIAT. Apalagi, gue mau ngembangin kemampuan di bagian editing, walaupun cuman pas-pasan. Habisnya, gue di Kine gak pernah dapat kesempatan buat ngedit. Tadinya, gue mau ngajak temen-temen untuk gabung FIAT TV, ternyata dia gak mau. Ya sudah. This is my life. Let me drive it!

Pengumuman pun dipasang. Ada 35 orang yang diterima. Gue rasa, FIAT TV gak ada sistem seleksi. Bahkan, jumlah segitu masih kekurangan karena biasanya pasti bakal ada yang keluar. Setelah pengumuman, sore harinya langsung briefing dan 30-an anak sudah kumpul di lab AVI.

Jujur, gue sempet minder dengan anak-anak yang hadir. Dari sekian anak yang ada, gue cuman kenal si Irma. Itu pun gara-gara sempat satu kelompok pas inisiasi. Yang lainnya, kebanyakan anak kelas A, anak UKM AJR, anak UKM ABN, dan dua orang temannya Irma. Taulah, gimana rasanya kalo ngerasa “gak ada teman”. Untungnya, gue berjiwa SKSD. So, gue ajak dan diajak kenalan lah sama mereka. Bersyukur, mereka cukup supel.

Briefing pertama, gue dikasih pengarahan dan pengenalan asissten yang ada. Dan yang penting, komitmen yang dimiliki oleh FIAT sendiri.

Dari briefing, gue sempat shock. Semua persepsi gue tentang FIAT itu ada yang salah. FIAT TV bukan kegiatan mahasiswa yang kontinu. Gue “dikontrak” hanya 3 bulan. Bekerja tanpa digaji dan hidup di bawah tekanan deadline melulu. Siaran terdiri dari gelombang pertama (pertengahan Juli), kedua, dan ketiga (Agustus). Padahal, semua divisi baru sah menjadi anggota FIAT pada akhir Juni.

Tiga puluh lima anak dibagi menjadi beberapa divisi. Divisi humas, riset, news, iklan, produksi 1, dan produksi 2. Gue ditempatkan pada divisi produksi 2, padahal pengen dapat di divisi iklan. Paling gak, gue nambah referensi buat konsentrasi studi gue nantinya. Tapi, gak apa-apa. Gue tetap bisa nambah ilmu, kok!

Setelah briefing pertama, besoknya ada briefing lagi. Ngomongin siaran dan jobdesc masing-masing divisi. Di hari ini, gue dijelasin kalo tim produksi harus menyiapkan 10 program acara (talkshow, kuis, program selingan, feature, musi, dan movie) masing-masing 3 episode. Ya! Dalam waktu kurang dari sebulan, gue dan tim harus menyiapkan itu untuk siaran di gelombang pertama. Sempat kaget dan panik!

Besoknya lagi, ada tiga hari pelatihan. Pelatihan teori, praktik, dan online (siaran). Dari pagi pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Tiga hari berturut-urut!

Kita gak hanya dikasih pelatihan, tapi juga dites. Gue sih, pasrah-pasrah aja. Mau salah atau gak. Yang jelas, gue gak ngerti! Hahaha… Apalagi, yang bagian kamera MD 9000. Waduh, gue disuruh ngatur WB dan fokus! Justru itu yang gak gue ngerti! Karena asistennya baik hati dan pantang menyerah mengajarkan gue, akhirnya dia ngasih tau dan gue disuruh ngulangi lagi. Finally, I made it! Hehehe… Thank you, Mas Menteng!

Dari tiga hari pelatihan itu, ada yang sempat menyerah dan menyesal udah gabung bersama FIAT TV. Ngerasa gak kuat.

“Waduh, kalau kayak begini terus mah aku gak kuat! Capek banget!”

Sempat tergoda, tapi gue sadar kalo ini udah keputusan pribadi. Konsekuensi dari pilihan untuk gabung bersama FIAT TV! Tanggung jawab terhadap diri sendiri!

Walaupun masih berbekal skill dan pengetahuan yang pas-pasan, walaupun udah mengikuti pelatihan, otak tetep aja gak bisa nangkep ilmu yang bejibun! Hiks. Let it flow aja, dah!

Gue dan tim tetep ngejar target! Nyusun program apa yang mau ditayangkan dan nyusun jadwal shooting. Berikut program acara yang ingin ditayangkan pada gelombang

1: Detik: deretan tangga lagu indie terbaik (3 episode), On D’Movie: diskusi film indie (3 episode), Penting Gak, sih?!: selingan humor (5 episode), Kopi: Komunikasi Pagi (3 episode), PingPong: selingan kritik (5 episode), Serba-serbi Profesi: feature (1 episode), Jejak Langkah: feature personal (1 episode), Kuis jajan pasar (2 episode), Koki Pemula (3 episode).

Gue sendiri konseptor dari program Jejak Langkah, Penting Gak, sih?! (dibantu dengan Mba Yosi), dan PingPong (dibantu dengan Bambu). Well, cukup have fun dan ribet juga, sih.

Sebelum online pertama, temen gue ada yang dikeluarkan karena tidak bertanggung jawab terhadap kerjaan. Ya, kalau bicara FIAT TV, berarti kita juga bicara masalah komitmen dan tanggungjawab. Itu aja.

Juli 2008

Online gelombang satu udah mau dimulai. Lokasinya di Kampus II UAJY. Gue udah pernah ngerasain jadi tim setting, VTR news, dan switcher. Asyik juga. Jarang-jarang bisa megang alat yang bernilai lebih dari uang SPP tetap kuliah. Hahaha…

Tiap ngangkat barang-barang itu, pasti gue berdoa dulu. Takut kalau tiba-tiba alat loncat dari tangan!

Siaran yang berlangsung selama seminggu itu pun sanggup dilalui dengan ngos-ngosan. Gimana kagak? Paling gak, gue mesti standby di lokasi jam 4 pagi. Mana gue mesti jalan dari kost. Gue malah sempat kesiangan, tuh! Hehehee… Maklum, jiwa kebo gak bisa lepas. Maafkan diriku yang suka datang kesiangan.

Agustus 2008

Tak terasa bulan ini berlalu dengan cepat. Gue disibukkan dengan tanggung jawab membuat Company Profile FE dan editing-nya. Tiba-tiba aja udah harus menyiapkan online gelombang 2 yang jatuh pada tanggal 11 Agustus 2008. Kemudian, dilanjutkan online gelombang 3 pada tanggal 14-16 Agustus 2008.

Hingga akhirnya, tanggal 17 Agustus 2008 tak hanya menjadi hari kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga hari kemerdekaan bagi pasukan FIAT 2008. Merdeka dari lembur, bangun pagi-tidur pagi, produksi, editing, dan online. Tak terasa 3 bulan sudah terlewati. Banyak ilmu,  pengalaman, dan banyak hal yang didapat dari FIAT TV. Gue sempat menyesal kalau ikut FIAT. Tapi, akan lebih lebih menyesal, jika gue terus-menerus larut dalam penyesalan.

What I have got

Banyak banget yang udah gue dapet. From small things until big things. Pertama, soal skill. Setidaknya, sekarang gue tahu gimana menghadapi kamera MD 9000, tahu bagaimana memperlakukan kabel-kabel (khususnya dalam menggulung kabel! That’s the point!), apa itu kabel RCA, apa itu konektor TOA, mini DV player, mixer audio dari yang 12 channel sampai ngeliat yang 24 *ngeliatnya ajah udah mau mampus!*, mixer video, dkk.

Paling gak, gue udah nguji adrenalin untuk bekerja dengan alat-alat yang nilainya gak bakal bisa gue bayar walau udah bertahun-tahun hidup!

si dimas yang jadi model

si dimas yang jadi model

Gue juga banyak tahu istilah-istilah yang dipakai. Di antaranya, PD (Program Director), FD (Floor Director), VTR, Switcher, bumper, dan lain-lain. Sekarang baru tahu sebutan pekerja TV yang suka nyuruh-nyuruh penonton tepuk tangan, FD. Itu kan cita-cita yang sering gue certain ke nyokap dan kakak gue.

“Ma, itu lho… Adek pengen banget jadi orang yang nyuruh-nyuruh penonton tepuk tangan dan ketawa-ketawa. Tapi, aku gak tahu apa namanya…”

Setelah beberapa hari gabung FIAT dan tahu istilah itu, gue langsung kasih tahu ke kakak dan nyokap. Heheheee…

Untuk sebutan bumper, gue juga baru tahu. Sebenarnya, kita sebagai orang awam sering ngeliatnya, tapi gak tahu aja apa istilahnya. Bumper adalah bagian opening program dan/atau sebelum jeda iklan. Jadi, sebelum masuk ke program acara, pasti ada bumper-nya. Misalnya, program acara empat mata. Sebelum kita ngeliat si tukul di studio, kita pasti ngeliat bumpernya dulu.

Biasanya kan ada banyak tokoh tukul di tulisan “empat mata”. Sebelum masuk commercial break, pasti ada juga tulisan “empat mata”nya juga, to. Nah, itu namanya bumper out. Pokoknya, bumper itu biasanya ada pada saat sebelum acara dimulai, sebelum iklan, dan masuk lagi setelah iklan. Di FIAT ini, gue bisa menghasilkan dua bumper untuk program acara. Ya, lumayan. Nyoba-nyoba.

Gue sekarang ngerti gimana ngedit video pake premier. Ada untung ruginya kalo ngedit pake itu. Gue yang terbiasa ngedit pake Ulead, rada kagok juga. Tapi, lama-lama bisa, kok. Cuma masalah kebiasaan ajah. Hehehee…

Di FIAT ini, gue menghasilkan jerawat! Di penghujung kegiatan, malah ada dua jerawat yang muncul bersamaan di dagu! Parah! Hehehe…

Gue jadi ngerasain susahnya orang broadcast. Mereka pasti hidup di bawah tekanan terus. Deadline terus. Sumpah! Salut banget, buat orang-orang yang berkecimpung di bidang ini. Gue ajah ngerasa kayaknya gak cocok di bidang broadcast. Capeknya gak ketulungan. Capek yang gue rasain gak seberapa dengan mereka yang harus bekerja secara rutin.

Gara-gara ikut FIAT TV, bakat lembur kembali muncul. Niatnya, sih selama SP ini, bisa leha-leha. Ternyata gak! Rekor lembur terpecahkan. Hari Jumat,  baru tidur jam 2 pagi. Kemudian, hari Sabtu mesti lembur ngedit CP. Hari Sabtu gak tidur sama sekal, baru tidur di hari Minggu jam 7 pagi!

Untungnya, gue gak begitu sakit. Jujur, selama FIAT gak terserang penyakit demam yang berkepanjangan. Paling, badan anget selama 1-2 hari doang. Puji Tuhan banget. Mungkin, Tuhan masih nyuruh gue untuk gak gampang menyerah. Walaupun sempat terserang penyakit umum kru FIAT: Mencret, semua dapat teratasi. Gue langsung sembuh berkat anjuran obat dari si dodol. Hehehee…

Oh ya, ada satu accident gara-gara FIAT! Pas jadi tim art acara Koki Pemula, gue kan pengen ngebuka botol minyak goreng kecil yang dikemas dalam plastik. Eh, keras banget! Kala itu persiapan dimulai masih pagi-pagi, sekitar jam setengah 7 (dan gue kurang tidur).

Tiba-tiba pisau malah ngacir ke jari telunjuk kiri! Astaga! Darah gak mau berhenti! Yang lebih ironis lagi, belum ada kru yang datang, cuma Mba Ria. Mba Ria malah lebih panik daripada gue. Alhasil, gue ngacir ke parkiran yang nembus jalan belakang kampus. Lari sendiri ke warung Mba Eni buat beli es batu. Sayangnya, belum ada.

“Celupin ke minyak tanah aja. Biasanya, langsung berhenti darahnya, ” kata Mba Eni.

Gue nurut. Beberapa menit kemudian, tangan diangkat dan ternyata gak ngaruh! Darah semakin ngocor. Mampus! Gue takut kekurangan darah! Jangan sampai pingsan di jalan!

Mba Ria nyusul dengan tatatapan takut sama darah yang gak berhenti. Mba Eni langsung kasih getah pepaya. Sayangnya, getahnya cuman seuprit! Gak ngaruh lagi!

Akhirnya, gue langsung ngacir lagi ke klinik pak dokter yang ada beberapa meter dari warung. Dengan balutan daun pepaya yang ada di jari kiri, gue akhirnya meluncur ke TKP.

“… solusinya, angkat tangan sampai melebihi kepala. Nanti darahnya lama-lama berhenti, kok,” kata dokter dengan kalem.

Satu hal lagi yang didapat dari FIAT TV adalah banyak temen! Ya, gak bisa dimungkiri kalau gue jadi lebih kenal banyak orang dari semua kalangan. Dari para senior, anak FE, dan semuanya! Seneng. Paling gak, temen udah bertambah lagi sekitar 30 orang lebih. Hehehee…

Di satu sisi, gue juga ngebuat temen dan sahabatkecewa. Gue udah ngecewain Phanie. Selama dia di Jogja, gue gak nemenin dia. Sampai-sampai gue gak bisa nganter dia pulang.

Banyak SMS temen yang sering gak kebales saking gue udah capeknya wira-wiri. Gue juga gak bisa ikut produksi video Kine gara-gara harus ngurus CP . Belum lagi, gue yang biasanya rajin banget ngucapin ultah ke temen-temen lama yang ultah, eh sekarang malah kebablasan. Sampai-sampai gue ngecewain si Phanie lagi! Ya Tuhan, dosa banget, sama si Phanie.

Untuk masalah moral dan nilai-nilai yang didapat dari FIAT, jelas itu tak terhitung lagi. Kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab adalah hal yang gue rasain. Kadang ngerasa bosan juga dengan rutinitas yang ada. Tapi, akhirnya bisa dilalui. Eh, ada satu lagi! Gara-gara FIAT, bisa sowan ke rumah Mbah Maridjan. Trus, jalan-jalan ke Merapi! Sayangnya, gak kuat kalau harus sampai pos dua dengan peralatan produksi. Tapi, seru, kok!

Makasih banyak, ya teman-teman keluarga FIAT 2008. Terima kasih atas bantuannya selama ini. Mau minta maaf atas segala kelalaian dan kesalahan yang telah kubuat. Maafkan. Pokoknya, FIAT 2008 TOP MARKOTOK! Hehehe… *semangat gelora FIAT 2008*

Karyaku, Untukmu”

2 thoughts on “FIAT TV 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s