Pria Itu Mengukur Bra dengan Dadanya Sendiri

Lihat. Perempuan yang ada di teras itu adalah istriku. Dia duduk dengan rok mininya dan dengan belahan dada yang menganga. Dia istriku, yang sempat mengajakku bersetubuh dua tahun yang lalu, hingga manusia baru pun muncul.

Lihat. Yang ingusnya menjulur keluar itu adalah anakku. Sudah 8 bulan anak itu melihat ibunya tampil cantik di depan beberapa pria lain, sedangkan untuk bapaknya… hanya disuguhi terusan daster setiap malam. Sudah 3 bulan, anak laki-lakiku mengeluarkan ingus. Sedangkan aku, sudah 10 bulan tak mengeluarkan sperma untuk istriku (lagi).

Lihat. Perempuan itu bergincu setiap malam. Merahnya menerangi bibirnya di setiap malam. Ingin kurasakan. Tapi, itu bukan untukku (lagi). Aku sudah tidak bisa mengingatnya, kapan terakhir aku membuat bibirnya terluka.

Lihat. Perempuan itu menyuguhkan pahanya yang putih dan kembali mulus setiap malam. Putihnya menerangi langkahnya di setiap malam. Ingin kurasakan. Tapi, itu bukan untukku (lagi). Aku sudah tidak bisa mengingatnya, kapan terakhir aku membuat pahanya membiru.

Lihat. Perempuan itu tampak menikmati belaian dari tangan pria asing. Sedangkan aku di sini, terus-menerus mengingat berapa jumlah tahi lalat yang ada di punggungnya. Terus-menerus mengingat di mana letak tanda lahir yang ada di tubuhnya. Terus-menerus mengingat di mana letak luka jahitan yang pernah ia ceritakan waktu pertama kali bertemu. Aku terus mengingat setiap malam. Setiap dalam larutan alkohol yang aku teguk. Setiap cairan sperma yang aku tahan. Setiap dalam kekalahanku dalam bertaruh di atas ranjang.

Lihat. Pagi ini aku pulang, hanya melihat istriku dalam daster. Bah!
“Tumini, mana rok mini dan gincu merahmu?”

“Apa-apaan, sih?! Setiap pagi kamu hanya menanyakan itu!”

“Kamu itu pura-pura bego, ya?!”

“Kamu yang bego! Kamu mabuk dan berjudi setiap malam sampai pagi. Kamu hanya menanyakan hal itu setelah mabuk!”

“Mana anak kita, si Boim?”

“Bodoh! Sudah 10 bulan yang lalu aku keguguran. Gara-gara kamu yang mendorongku ke lantai! Anak kita mati, Mas! Dan, kamu pun tak pernah mengaliri tubuhku dengan spermamu lagi!”

“Bohong! Kamu bohong, Tumini…” Aku melemas mendengar bahwa anakku memang sudah mati sejak aku menahan sperma untuk istriku.

“Lalu, mana rok mini dan gincu merahmu, Tumini?”

“Aku Ratmi. Aku bukan Tumini, kekasihmu yang senang menunggumu mabuk dan berjudi dengan rok mini serta gincu merahnya. Aku Ratmi, istrimu yang berdaster. Istri yang selalu menunggumu pulang ke rumah sehabis mabuk dan berjudi. Aku tak bisa jika kamu menyuruhku menjadi seperti Tumini. Kamu mungkin lebih hafal ukuran bra Tumini daripada ukuranku!”

***

Lihat. Aku sekarang berada di dalam sebuah mal. Kali ini, aku tidak dalam keadaan mabuk atau berjudi. Aku sadar bahwa aku melakukan ini hanya untuk Ratmi, istriku. Bukan untuk Tumini, yang semakin membuatku mabuk hingga ke ubun-ubun.

“Permisi, Pak. Bisa saya bantu? Mau cari ukuran yang berapa?”

“Nggg….”

“Buat istri Bapak?”

“Ya, iya lah, Mba…”

“Ya, lalu… ukurannya berapa, Pak?”

“Ngggg…. Coba yang itu, tolong ambilkan.”

Aku meraba. Mencoba memasangkannya pada dadaku sendiri.
Dasar! Aku adalah pria yang bedebah!
Sudah berapa malam aku tak menyentuh dada istriku, Ratmi.
Mana aku ingat ukuran dadanya?!!

“Gimana, Pak? Cocok?”

Aku terdiam.
Sial.
Suami macam apa aku ini?!

5 thoughts on “Pria Itu Mengukur Bra dengan Dadanya Sendiri

  1. hehee..
    si akang gilang bisa aja.. hehe.
    baiklah, saya akan mampir2 ke sana..
    sebenarnya, sudah maen ke sana tapi lupa meninggalkan komen.. hehe..
    mari berbagi cerita.
    uyeah!!🙂

  2. sedep sekali tulisannya mba gande, maen2 juga ke catatan kecil si pencerita bodoh kita berkomenkomen ria dan berbagi pikiran disana hehehe. Glang Nur Rahman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s