jika manusia memang bukan Tuhan

Pernahkah sahabatmu mengatakan bahwa setiap saat dia akan menemanimu?
Tetapi, ketika kau sedang ingin bercerita dengannya, sahabatmu sedang tidak dalam mood yang baik dan membuatmu enggan untuk bercerita dengannya.

Pernahkah kekasihmu mengatakan bahwa setiap saat dia akan menemanimu?
Tetapi, ketika kau sedang ingin bercerita dengannya, kekasihmu sedang sibuk dengan kerjaan yang memang lebih urgent daripada mendengar ceritamu. Atau, kekasihmu meminta dirimu untuk “menunda” bercerita. Padahal, bisa saja tiga puluh menit kemudian, mood kamu sudah hilang untuk bercerita.

Pernahkah orang tuamu mengatakan bahwa akan selalu ada setiap saat untuk dirimu?
Tetapi, ketika kita masih duduk di bangku SD… ketika kita ingin bertanya kepada mereka untuk PR yang sulit untuk dijawab, mereka justru menyuruh kita bertanya kepada orang lain, apalagi kalau kita punya kakak. Mereka sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya atau pekerjaan rumahnya.

Ketika kita berada di suatu tempat yang terpisah dengan orang tua dan hanya tinggal dengan ibu kost atau teman-teman kost… kita bisa merasakan lebih dari itu. Misal saja, jam dua pagi tiba-tiba badan kita merasakan sakit yang amat hebat. Kita butuh seseorang yang bisa menenangkan kita, selain sekedar obat. Kita telepon ibu, tidak diangkat. Sudah tidur. Kita telepon teman, ternyata dia sedang mengejar deadline untuk tugasnya. Kita telepon pacar, eh sedang asik nongkrong sama teman-temannya.

Lalu, siapakah yang berjanji bahwa akan selalu ada di setiap waktu? Mereka yang berjanji untuk selalu ada, justru tidak ada. Yang selalu ada, justru tidak pernah membuat janji. Siapakah dia? Tuhan. Ketika kita sedang menelepon para manusia untuk dimintain tolong menemani, Tuhan jelas-jelas sedang duduk di samping kita. Kita justru sering tidak menyadari apa yang dekat dengan diri kita.

Manusia berjanji bahwa akan selalu ada untuk orang lain. Tetapi, apakah benar-benar akan selalu ada untuk orang lain? Belum tentu kan? Makanya, jangan terlalu berharap pada manusia…
“Toh, manusia bukan Tuhan yang selalu ada untuk kita…”

Tapi, sebenarnya.. bersyukur juga manusia bukan seperti Tuhan… kalau memang manusia itu selalu ada untuk orang lain, maka tidak ada bedanya dengan Tuhan. Bisa jadi, manusia malah memuji-muji manusia yang lain. Ketika ada perbedaan manusia dengan Tuhan saja, manusia sudah tidak menyadari adanya Tuhan… apalagi kalau manusia tidak ada bedanya dengan Tuhan?

Lalu, memangnya Tuhan benar-benar ada untuk kita?
Akh, itu mah masalah bagaimana kalian menghadirkannya… Maksudnya adalah, jika kalian berpikir bahwa Tuhan itu ada di dekatmu, maka Dia akan ada. Jika tidak, ya Dia juga tidak akan hadir.. hehehe…

2 thoughts on “jika manusia memang bukan Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s