untuk sebuah cita dan asa #1

Semarang, 27 Juni 2010

Pk 18.28 WIB

Kalau ingat kota ini, kembali terngiang sebuah cita dan asa untuk memproduksi film bersama teman-teman. Tidak pernah terpikirkan bahwa saya dan teman-teman pun dapat menggarap trailer-nya di kota ini.

“Semarang panas!”

“Semarang banyak nyamuk!”

“Semarang? Ujung-ujungnya KFC juga, deh!”

Beberapa malam, beberapa siang, beberapa pagi, banyak tawa, banyak peluh, bercampur.

Sebuah pengenalan pertama saya mengenai kota ini.

Banyumanik, Semawis, Kapal Zeng He, Sam Poo Kong, dan suatu malam di sebuah café dengan beberapa nyamuk dan semut yang mengigit saya dan seorang teman saya.

Oke, setelah kita survey lokasi kemarin, mari kita olah lagi. Buat lagi storyboard dan treatment.

“yang cewek, tidur duluan aja di rumah..” kata pimpinan produksi waktu itu pada pukul 24.00 WIB ke atas.

Saya menolak. Bukan masalah cewek atau cowok, tapi ya masalah yang berkepentingan, lah.

Lebih ke tanggungjawab aja, sih..

Hmm.. tanggungjawab…

Apakah itu tanggungjawab?

Apakah tanggungjawab itu sama dengan kewajiban?

Apakah tanggungjawab itu hanya sekedar penggenapan tugas saja? atau, sebuah tindakan yang juga didasari oleh kepuasan, kesenangan, atas semangat yang dicipta bersama?

“Asu, bokongku kebakar!”


Panasnya aspal Semarang di depan Klenteng Tay Kak Sie membuat sang DOP kami berteriak. Dengan gaya khas-nya dalam mengambil sudut gambar, pantas saja bokongnya harus langsung bersentuhan dengan aspal hitam.

Es liang the pun menjadi saksi bagi kami. Entah apa rasanya, yang penting adalah ES! Kesejukkan pun melewati tenggorokan saya dan juga kru yang lain. Meski sejenak. Sejenak itu pula, tenggorokan kami mulai terasa sakit dan kepala terasa pusing.

Ayo, bergerak lagi!

Adegan si kaleng bergerak.

Susahnya mengatur kaleng bergerak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Berganti gaya pelemparan, berganti si pelempar, hingga teman saya pun akhirnya ditetapkan sebagai si pelempar kaleng yang jitu! Satu-dua kali ngelempar, oke! BUNGKUS! Ternyata, teman saya itu cukup bertalenta sebagai si pelempar kaleng! J

Mulai lagi mengambil adegan yang cukup menantang. Tracking! Jelas, tanpa dolly dan dolly track pula! Jelas sekali bahwa ini tidak mudah! Padahal cumin memperlihatkan bagian betis ke bawah saja. duh aduh..

Yang jalannya gak sreg, lah.. Terlalu cepat, kelamaan, keduluan kameranya, lah.. dan lain-lain. Eh, setelah melihat di preview dengan nebeng colokin TV di pos satpam.. oh, lala! Gambarnya OVER semua!! Khususnya, untuk gambar yang take sekitar jam 3-4 di depan Klenteng Tay Kak Sie. Parah!

Kami hanya bisa melesu di depan TV tersebut.

Tapi, tetap saja…

Sedikit penyesalan, sejuta harapan dan tekad untuk berusaha lebih baik lagi..

best regards,

cecilia gandes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s