bertukar tawa dan cerita

Entah mengapa, ketika masuk ke Kampus FISIP Atma Jaya Yogyakarta, saya merasa terpanggil dengan salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada di sana. Padahal, saya juga bukan orang yang aktif di dalam organisasi semasa sekolah dulu, gara-gara dilarang orang tua.

Ketika masuk ke dalam UKM tersebut, ternyata miris sekali keadaannya. Sekitar bulan Oktober 2007, sekitar 10 orang mahasiswa angkatan 2007 mendaftar ke UKM tersebut, hanya dua orang saja yang tergolong perempuan. Selanjutnya, kami dipertemukan dengan para dedengkot kami lalu diceritakan lah derita yang dialami oleh UKM ini. project pertama, kami disuruh produksi sendiri untuk menjalankan program Ketika Video Bertemu yang telah diagendakan sang pewaris. Dengan dibekali handycam pinjaman milik sang senior dan kursus singkat mengenai teknik pengambilan gambar, kami pun beraksi. Kami mulai mencatut beberapa teman seangkatan untuk project pertama ini, dan akhirnya teman-teman freelance itu pun resmi menjadi anggota UKM.

Bantul di Bulan November 2007.

Pengalaman yang tak pernah terlupakan buat saya. Tidur beramai-ramai, gosok gigi berjejeran di dekat sumur, makan sengsu untuk pertama kalinya, bangun subuh-subuh mengejar matahari terbit, dan beradu kentut. Saya bukan orang yang mudah akrba dengan orang lain. Namun, dalam situasi kebersamaan yang disatukan oleh langit malam membuat saya merasakan kekeluargaan. Meski hanya dalam satu malam di saat temaram bulan purnama. Saya pun semakin yakin bahwa saya akan betah bersama teman-teman saya di UKM ini. Saya mulai merasa kenyamanan.

2008.

Di tahun kedua, saya dengan jabatan saya sebagai wakil ketua. Di awal tahun 2008, saya mulai merasa jenuh, lelah, dan bingung. Saya merasa belum bisa menyatu dengan teman-teman yang lain, khususnya dengan sang ketua sendiri. Saya hanya mempunyai jabatan, tapi saya tidak punya peran seperti apa yang saya jabat. Ternyata, teman-teman yang lain pun merasa begitu. Namun, perlahan-lahan semakin membaik karena kami mulai mengadakan acara CURANMOR: Curahan Hati dan Humor. Kami semua saling mengeluarkan uneg-uneg masing-masing, dari soal UKM bahkan sampai ke persoalan pribadi. Hehehe… dari hasil curanmor itu pun, mulai mendapatkan hasil bahwa salah satu teman kami resmi mengundurkan diri dari UKM ini. Dan untuk saya pribadi, baiklah, saya akan instrospeksi diri dan kembali dari awal lagi. Pertengahan 2008, kami mulai membangun kembali semangat dan bersiap untuk open recruitment! Semangat!

2009.

Dua tahun mempunyai jabatan (dan begitu juga teman-teman seangkatan yang lain) semakin membuat kami terus belajar memperbaiki kinerja. Bertemu dengan UKM dari universitas yang lain, bertemu dengan para ahli di bidang yang kami geluti, bertemu, bertemu, dan terus belajar. Loyalitas anggota menjadi masalah yang menjadi momok kami pada tahun ini, dan mungkin sama seperti organisasi internal kampus yang lain.

2010.

Entahlah, sudah berapa keberhasilan yang kami dapatkan. Entahlah, sudah berapa kegagalan yang telah kami lakukan. Entahlah, berapa pujian dan cacian yang kami dapatkan. Entahlah, sudah berapa teman yang datang dan pergi dari UKM ini. Entahlah, sudah berapa pihak yang sudah membantu kami hingga saat ini. Saya tidak mampu menghitung semuanya. Saya hanya bisa mengucap terimakasih dan maaf atas segala yang saya dan UKM saya lakukan kepada mereka semua. Masih butuh banyak koreksi, baik dari segi organisasi maupun aktivitas yang kami lakukan. Kami masih terus belajar dan koreksi diri.

UKM 12,9 AJ KINE KLUB.

Merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang audio visual. Saya tidak mengklaim bahwa UKM ini berbasis produksi, karena kami tidak hanya berproduksi saja. Dan kalaupun kami berproduksi, kami toh belum seperti Production House ataupun seperti UKM film yang ada di kampus sebelah. Pengetahuan kami mengenai teknis produksi masih minim.

Kami berproduksi, kami melakukan apresiasi, kami mencoba berdiskusi soal film, kami juga mengumpulkan referensi dari luar. UKM ini sebagai wadah bagi mereka yang menyukai dunia audio visual, suka dalam beberabagi aspek. Bagaimana pun juga, film/video dapat dimaknai berbeda-beda bagi masing-masing orang. Lalu, bagaimana dengan saya sendiri? Buat saya, film itu… salah satu media yang saya pakai untuk mengekspresikan kesenangan. Jadi, ketika saya buat film itu yaaa.. saya harus dengan senang hati.

Sudah dua tahun lebih tinggal di keluarga kine, saya belum bisa mengklaim diri saya sebagai filmmaker. Kenapa? Entahlah, mungkin karena kine bukan tempat saya untuk belajar menjadi filmmaker, atau mungkin karena memang saya tidak mempunyai tujuan hidup sebagai filmmaker? Hehehe… Yang jelas, itu disebabkan karena pengetahuan teknis saya yang masih sangat ketinggalan dengan beberapa teman dan para the real filmmaker di luar sana. Kine bukan sebagai tempat kursus atau sekolah film yang menghasilkan output seorang filmmaker. Kine buat saya adalah… tempat di mana saya belajar untuk bekerja sama dan mengapresiasi hasil kerja orang lain.

Sudah dua kejadian yang membuktikan kepada saya bahwa kine mampu menjadi teman untuk bertukar canda, sekitar tahun 2008 dan tahun 2009. Kine menjadi tempat saya bertukar cerita dan canda. Teman-teman akan mengajak saya tertawa, mengajak gojek saru, atau hanya sekitar menggosip. Hal itu mampu melarikan saya dari kesedihan sejenak. Entahlah, apakah ketika kami semua lepas dari kampus ini, masih mampu merindukan kine? Saya suka iri terhadap UKM UKM internal kampus yang hubungan dengan anggota senior terlebih dulu sungguh akrab.

Ada satu hal yang saya rindukan dari kine. Ada satu yang hal yang masih membuat saya mencari. Apakah itu?

try to more explore: http://kineklubuajy.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s