Anak-anak Era 2000: Bikin Geleng-geleng!

Kunang-kunang yang kusayang…

Ke mana engkau kini…

Apakah karna lampu yang kini terangi lorong-lorong dan jalan itu…

Teks lagu Kunang-Kunang di atas merupakan salah satu lagu favorit saya di kala SD. Lagu itu emang bukan lagu yang terkenal. Jadi, jangan harap pernah mendengarkan lagu tersebut di televisi atau pun radio. Yang nyanyi pun bukan penyanyi cilik yang sering berlenggak-lenggok di layar kaca. Penyanyinya adalah Merlin. Di cover album, terpampang gadis belasan tahun yang sedang duduk dengan background warna kuning dan garis berwarna merah.

Merlin

Ternyata saya cukup bangga menjadi orang yang enggak MKKBS (Masa Kecil Kurang Bahagia Sekali). Mengapa? Karena saya masih berkesempatan untuk ngedengerin dan nikmatin lagu anak-anak. Saya punya kaset: Eno Lerian. Waktu itu dia masih punya tahi lalat. Hehehe… Susan dan Kak Ria. Saya punya lebih dari tiga kaset. Banyak versi. Banyak cerita. Susan memang jadi idola era itu! Kasetnya si Komo dan Kak Seto juga. Sebelum mereka and the gank muncul di televisi, mereka sudah bercerita di dalam kamar. Ada si Ulil, Belu, dan kawan-kawan. Kak Seto pun ikut bercerita di dalam kaset. Bahkan, seolah-olah ngajak ngobrol. Interaktif. Hahaha…

Koleksi 90-an

Sebagian koleksi yang ditemukan.

Saya juga punya kaset Boncu. Boneka Lucu maksudnya. Ada lagu tentang tebak-tebakan. Konyol. Ada juga dua serial kaset lagu wajib taman kanak-kanak: Balonku, Bintang Kecil, Pelangi, dan lain-lain. Pokoknya, waktu dulu itu semua menjadi “harta dunia anak” yang berlimpah. Enggak kayak sekarang. Masa’ sampai-sampai Tompi juga ikut masukin lagu Balonku (dengan arrangement baru) di salah satu albumnya…

Boncu, Boneka Lucu

Akan tetapi, apa yang saya nikmatin zaman dulu, ternyata udah enggak didapatkan anak-anak sekarang. Lihat saja Idola Cilik. Apa yang mereka nyanyikan? Lagu KerisPatih, D’Massive, Radja, Kangen Band, dan lagu-lagu pop lainnya (yang notabene, lekat dengan bumbu-bumbu cinta). Kok, bisa? Ya, bisa. Lah, wong mereka juga udah kehilangan referensi lagu anak-anak…

Dulu, masih ada persaingan di dunia cilik. Ada Chikita Meidy, Maisy, Joshua, Boboho (yang lagunya Berhitung), masih sempat juga yang terakhir kalinya muncul Sherina dan Tasya. Mereka emang enggak nyanyiin lagu-lagu wajib anak seperti: Balonku, Bintang Kecil, atau pun Pelangi. Tapi, mereka tetap melestarikan lagu anak-anak.

Bernyanyi tidak sesuai umur

Barusan saya (kebetulan) nonton Dorce Show. Hari ini ada wawancara dengan dua orang bintang cilik, yang saya sendri belum pernah melihat duo cilik sebelumnya. Yang jadi bintang tamu adalah Bulan Ayu (katanya, yang pernah main di Film Aborsi) dan Endy. Kira-kira usia mereka itu di bawah 10 tahun. Mereka berdua punya hobi yang sama, yaitu nyanyi. Nah, pas disuruh unjuk gigi, Endy menyanyikan Jatuh Cinta Lagi-Matta dan Bulan menyanyikan My Heart Will Go on Celine Dion. Hebat juga, bisa menyanyikan lagu orang dewasa. Tapi, tetap saja bikin saya bikin geleng-geleng.

Oke, kita balik lagi ke kasus Idola Cilik. Saya melihat bakat-bakat generasi muda dalam bernyanyi. Mereka hebat bisa bernyanyi dengan suara yang cukup bagus. Tapi, lagunya itu loh. Saya pernah menonton, Tante Ira Maya Sopha mengomentari salah satu peserta karena kurangnya ekspresi yang mendalam atas interpretasi lagu yang dinyanyikan. Saya lupa judul lagunya, yang pasti adalah lagu cinta (hubungan personal dua insan manusia). Bagaimana mereka bisa mendalami makna lagu. Mereka belum tentu sudah memahami apa itu “cinta-cinta-an”. *geleng-geleng*

Dulu, sering banget melihat nama para pencipta lagu anak-anak muncul di video klip. Ada Eyang AT. Mahmud, Papa T. Bob, Kak Seto, dan lain-lain. Sekarang? Mereka yang ikut memajukan dunia anak itu pun sudah tak terdengar lagi karya-karyanya. Bukankah tugas generasi muda sekarang harus bisa melanjutkan warisan-warisan dari para pendahulu? Warisan budaya mengenai dunia anak, tentunya.

Mengapa Idola Cilik tidak mengajak para peserta untuk membuat karya sendiri ya? Sederhana saja untuk lirik dan iramanya. Yang jelas, anak-anak banget agar mereka mengekspresikan apa yang benar-benar (pernah) mereka rasakan. Mereka enggak hanya pintar bernyanyi, tetapi juga pintar menciptakan lagu dan berkarya. Lagu-lagu mereka pun tetap bisa dinikmati semua orang (bahkan, anak-anak bangsa lain) sampai kapan pun. Kalau hanya menyanyikan lagu orang, malah bayar royalti kepada si empunya lagu, to?

Toh, (sekali lagi) anak-anak punya dunianya sendiri. Saya membayangkan lirik lagu yang menyenangkan, lincah, lugu, dan  menggambarkan pengalaman pribadi mereka masing-masing. Lagu tentang alam, ibu, permainan, teman, lingkungan sekitar, dan masih banyak lagi. Dari situ pun kita bisa lihat tingkat kepekaan anak-anak Indonesia terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka.

Ayo, ajak anak-anak Indonesia berkarya!

Salam hangat,

-cinta anak. cinta dunia anak-

7 thoughts on “Anak-anak Era 2000: Bikin Geleng-geleng!

  1. @legi lukman
    wah, penggemar boncu juga ya? hehehe
    samaaa.. kaset saya juga udah ilang. Tinggal cover kasetnya aja tuh..
    Kapan-kapan saya share download lagunya dan liriknya yaa..🙂

  2. minta lagu boncu donk please…
    dlu ane punya kasetnya tapi dah d cari kmna2 g da..
    entah hilang ke antah berantah…😥

  3. soal umur gak usah di pikirin terus…..denger lagu lslam kayak lagu ketulusan hati…sama lagu perih……dan syahadat cinta dan jalan cinta…….semua untuk perempuan soleha ikut bintang radio rri jakarta tingkat nasional pun ada…..di situ…..

  4. ramak nya band band pendatang baru di baratika music indonesia seperti armanda band st12 wali band cokelat the sister blackout band charly ‘s angels marvells band the vingin mahadewi duo maia t2 melly goslaw anang hermansyah mulan jameela ungu….kotak band semua semua band band papan atas makin meledak di telinga pernikmat music indonesia dan luar negeri…..🙂

  5. lagu bertema cinta dan sepak bola pada umum nya bagi anak anak perberita autis di bawa umur……….lagu cinta di campurkan untuk ajang sepak bola bagi para bola….pun di seluruh indonesia 15 versi pun sekalipun 10 versi remix dan oringal……..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s