Jika memang dia adalah jodohku…

“Ya, Tuhan.. jika memang dia adalah jodohku, maka pertemukanlah aku dengannya sehingga aku bisa melihatnya…”

begitulah doa yang dipanjatkan oleh mataku. Percaya atau tidak, 1 jam kemudian kedua mataku pun bertemu dengan kedua matamu. Saling pandang, saling menatap, dan saling berbicara tanpa kata.

“Ya, Tuhan… jika memang dia adalah jodohku, maka pertemukanlah aku dengannya sehingga aku bisa berbicara lebih banyak lagi… “

begitulah doa yang dipanjatkan oleh mulutku. Tidak, aku tidak ingin menciumnya.. itu terlalu muluk. Aku lebih ingin berbicara, berdiskusi, berbagi cerita, dan tawa dengannya. Itu sudah cukup bagi mulutku. Berbalas emosi dalam kata hingga diakhiri berjuta tawa adalah hal sederhana yang aku impikan. Percaya atau tidak, 6 jam mulutku terkunci… akhirnya mampu juga aku tertawa bersamamu. Terimakasih, Tuhan…

“Ya, Tuhan… jika memang dia adalah jodohku, maka…” doa ini terhenti. Ada yang ragu untuk melanjutkannya.

Mataku : hei, ayo lanjutkan doanya.. aku pernah mencobanya dan itu berhasil!

Mulutku : iya, lanjutkan! Aku juga pernah berhasil… dan sangat luar biasa!

Punggungku : yakin? Tapi, apakah aku benar-benar bisa bertemu dengannya? Dan apakah ketika aku bertemu dengannya, maka aku akan bahagia seperti kalian? Apakah ada kata saling?

Mataku : ya, bisa saja! Ayooo, coba lanjutkan doamu!

Mulutku : yes, just do it! Tuhan pasti tahu yang terbaik, kok!🙂

Punggungku akhirnya terprovokasi. Berucaplah dia,

Ya, Tuhan.. jika memang dia adalah jodohku, maka… pertemukanlah aku dengannya supaya aku bisa melihatnya..”

Tidak pernah disangka, tidak lebih dari  30 menit.. sesosok yang ia harapkan melintas begitu saja.

“Terimakasih, Tuhan… aku melihat wajahnya…” katanya saat dia tahu bahwa pria yang ia kagumi duduk di belakangnya…

Namun, tiba-tiba… punggungku merasa ada yang aneh. Punggungku melemas dan justru tidak merasa bahagia.. ternyata, si pria itu berganti posisi duduk. Kami hanya beradu punggung. Jika kami hanya beradu punggung, tidak akan ada yang tahu jika salah satu dari kami telah meninggalkan tempat. Jika kami hanya beradu punggung, tidak ada yang berbicara, tidak ada yang menatap, tidak akan ada yang… menyenangkan. “Eh, Tuhan.. kenapa aku kehilangan wajahnya?”

Tiba-tiba, hatiku berbisik : dasar punggung bodoh! Salah sendiri kamu berdoa seperti itu!

Punggungku : maksudnya?

Hatiku : si mata berjodoh dengan mata. Si mulut berjodoh dengan mulut.. Maka, jika kamu berdoa untuk bertemu dengan jodohmu, ya kamu juga akan bertemu dengan punggung! Yakin, kamu merasa bahagia jika kamu hanya dipertemukan dengan punggungnya juga?

Punggungku semakin melemas mendengar pernyataan dari hatiku.

Punggungku : seharusnya, aku juga bisa merasakan kebahagiaan yang juga dirasakan oleh mata dan mulutku… Seharusnya, aku bisa merasakan hal yang romantis ketika dalam diam aku dipertemukan dengan jodohku itu… tapi, kenapa tidak ya?

Hatiku : jelas sekali kalau kamu belum merasakan kebahagiaan yang seharusnya kamu dapatkan… mau tau alasannya kenapa?

Punggungku : kenapa?

Hatiku : karena aku belum berjodoh dengan hatinya, bodoh!

2 thoughts on “Jika memang dia adalah jodohku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s