THE OTHER SIDE THEORY (Teori “Sisi Lain”)

Kalau asumsinya seperti ini, bener gak ya?

“Jika kamu berpacaran dengan orang lain, tanpa sadar ada yang patah hati karena kamu. Dan jika kamu sedang sendiri dan/atau menunggu orang lain, maka tanpa sadar ada yang sedang menunggu kamu juga… It’s only mystery. That’s why it called LIFE.”

Berikut kalimat yang dituliskan ke dalam status akun Facebook milik saya (diedit sedikit). Sebenarnya, asumsi tersebut sudah cukup lama melintas ke dalam benak saya, namun peristiwa beberapa hari yang lalu semakin membulatkan pemikiran saya mengenai hal tersebut.

Berdasarkan respon yang saya dapat dari teman-teman, rata-rata setuju akan asumsi tersebut, meski tidak semua kondisi di-iyakan oleh beberapa teman. Jika anda percaya bahwa cinta itu bukan teori, ya.. ini bukan teori cinta ataupun menteorikan cinta. Saya juga tidak mengklaim bahwa ini teori cinta, ini lebih merujuk ke persoalan apa yang terjadi ketika kita menjalani sebuah relasi.  Saya coba untuk mem-breakdown-kan asumsi tersebut ke dalam sebuah teori asal.

LOVE = LIFE = MYSTERY + UNPREDICTABLE

Banyak (lirik lagu pop) yang bilang kalau kita tidak bisa hidup tanpa cinta dan jika hidup tanpa cinta, maka lebih baik mati sajalah! Cinta memang tidak selamanya bicara memulu soal hubungan kekasih, tapi karena teori ini berada di dalam konteks komunikasi interpersonal dan hubungan intim, maka saya akan bicara mengenai cinta yang dimiliki oleh mereka yang ingin menjalin hubungan interpersonal, bahasa gampangnya adalah berpacaran.

Cinta dan hidup memiliki beberapa kata sifat yang sama dengan sifat yang dimiliki oleh nilai hidup. Misteri dan tidak dapat diprediksi. Apakah benar? Kadang, kita mendengar celetukkan seperti ini: “mana ada yang mau sama dia? Mukanya jelek begitu… dih!” eh, ternyata… beberapa bulan kemudian, orang tersebut jadian sama orang lain, padahal sudah bisa kita prediksikan bahwa tidak ada orang yang bakal tertarik dengannya.

Kadang, kita juga mendengar seorang teman (atau bahkan kita sendiri yang mengalaminya) yang tiba-tiba jatuh cinta kepada orang yang sebenarnya sama sekali bukan tipe pacar idaman. Itu benar-benar di luar prediksi kita kan? Tambah lagi, jika kita bicara soal jodoh… apakah pacar kita yang sekarang ini adalah jodoh kita? Apakah orang yang kita taksir saat ini dan membuat jantung kita berhenti ketika dia tersenyum pada kita, adalah jodoh kita? Well, it’s only a mystery until we can get the answer…

THE OTHER SIDE THEORY

Teori adalah sebuah sistem abstrak dari konsep dan hubungannya yang dapat membantu kita untuk memahami suatu fenomena (West and Turner, 48: 2007).

Kenapa namanya Teori “di Sisi Lain”? karna sebenarnya, saya juga bingung memilih nama teori yang tepat. Hahaha. Nama ini sementara saya pilih karna ini memang bicara mengenai sisi lain dari apa yang ada. THE OTHER SIDE THEORY (TOST) ini secara umum merujuk tentang bagaimana individu melakukan tindakan yang bertentangan terhadap orang yang satu dengan orang yang lain dalam satu peristiwa, baik disadari atau tidak.

Ini akan semakin diperjelas ketika saya mencoba untuk memaparkan asumsi dan konsep utamanya.

ASUMSI

TOST ini fokus pada komunikasi interpersonal dalam menjalin sebuah relasi dan melihat bagaimana individu dapat melakukan tindakan yang bertentangan/berlawanan terhadap orang yang satu dengan orang yang lain. Tindakan tersebut bisa saja disadari, bisa juga tidak disadari. Berikut asumsi dari TOST:

1.   Love is about waiting.

Cinta adalah persoalan tentang menunggu. Iya kah? Hmm, saya rasa iya. Menunggu siapa orang yang tepat untuk kita cintai dan kalau pun sudah dapat, kita juga menunggu kappa waktu yang tempat untuk mengungkapkan perasaan kita kepada orang itu, di mana tempat yang tepat untuk mengungkapkannya. Setelah jadian pun, kita juga menunggu… selama ada waktu, kita akan melakukan pekerjaan berproses dan menunggu, mau tidak mau. Kita menunggu kapan akan ada tanda-tanda bahwa kita sudah tidak cocok lagi dengan pasangan kita, kapan kita dihadapkan dengan “tantangan” dalam berpacaran, dan mengenai kapan kapan kapan kapan yang lainnya…

2.   Jika kamu berpacaran dengan orang lain, tanpa sadar ada yang patah hati karena kamu.

Dengan berbasis pada cinta adalah menunggu, maka ada orang lain juga yang sebenarnya menunggu kamu di luar sana, entah kamu menyadarinya atau tidak. Jadi, ketika kita sudah berpacaran dengan orang lain, siapa tau ada yang patah hati karena kita atau malah patah hati sama pasangan kita.

3.   Jika kamu sedang sendiri dan/atau menunggu orang lain, maka tanpa sadar ada yang sedang menunggu kamu juga.

Tidak jauh berbeda dengan asumsi nomor dua, asumsi ketiga ini juga memaparkan sisi lain ketika kamu melakukan sesuatu terhadap orang lain. Ketika kamu sedang menunggu orang lain, maka bisa saja ada yang sebenarnya sedang menunggu kamu. Atau, meskipun kamu sednag tidak menunggu siapapun, bisa saja di luar sana ada yang berharap untuk menjalin relasi denganmu.

MODEL TOST

Untuk mempermudah pemahaman, maka saya akan memaparkan model dari TOST dan sifat dari masing-masing model. Garis putus-putus menandakan bahwa itu yang tidak disadari sedangkan gari syang tidak putus-putus berarti itu yang disadari. Jika ada huruf yang dilingkari dengan warna merah, maka itu adalah person yang menjadi peran utamanya, kita melakukan sudut pandang dari orang tersebut.

SINGLE AND BE WAITED MODEL

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa si A dalam keadaan single dan sedang menunggu si B, di sisi lain… dia secara sadar tahu bahwa ada orang lain pula yang sedang menunggu dia.

SINGLE AND MAYBE MODEL

Gambar 1.B

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa si A dalam keadaan single dan sedang menunggu si B. Sayangnya, si B sudah jadian dengan si C, maka si A patah hati, di sisi lain… tanpa disadari oleh A, ada orang lain pula yang sedang menunggu dia, yaitu si Z.. dan untuk si B, tanpa disadari.. dia telah membuat si A patah hati karenanya.

Kasus

Teman saya yang perempuan, pernah mengalami ini. Dia single dan naksir sama pria yang ternyata sudah jadian dnegan orang lain. Hatinya hancur sejadi-jadinya. Namun, dia tidak menyadari bahwa sebanarnya ada yang sedang menunggu dirinya juga. Beberapa bulan kemudian, dia dihubungi mantannya dan pria itu mengatakan bahwa sudah setahun ini dia tidak bisa mengingkari bahwa ingin rasanya kembali merajut hubungan dengan teman saya itu. Alhasil, teman saya menjadi sadar bahwa memang ada yang sedang menunggunya. Sayangnya, teman saya tetap teguh pendiriannya untuk menetralkan perasaannya terlebih dahulu sebelum mejalin relasi dengan orang lain…

Kasus variasi.

Teman saya yang pria, dia single. Dia menunggu seorang perempuan, si B… B sadar bahwa dia sedang ditunggu oleh teman saya itu, namun… si B masih ragu apakah dia ingin menjalin hubungan si A atau tidak. Di sisi lain, si B lebih mantap untuk menunggu si C, dan si C sebenarnya juga menunggu si B. Hingga akhirnya, B dan C berpacaran dan secara sadar…. perempuan si B itu telah menyakiti hati si A. Ironisnya adalah, ketiga pemeran ini saling berteman satu sama lain. Hmmm, apakah ini bisa disebut dengan penikungan? #mlipir

TRAIN-WAITING MODEL

Gambar 1.C

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa si A dalam keadaan single dan sedang menunggu si B, di sisi lain… dia secara sadar tahu bahwa ada orang lain pula yang sedang menunggu dia, yaitu Z. Lebih kompleks lagi, ternyata si B juga sedang menunggu orang lain, yaitu si C. ini disebut train-waiting model karena ini mengadaptasi bentuk kereta api yang terdiri dari beberapa gerbong. Lihat saja kalau ternyata, si C masih menunggu orang lain dan orang lain itu menunggu yang lain… bisa membayangkan gambar yang muncul kan? Itu seperti gerbong kereta yang saling bergandengan hingga panjaaaaaaaanggg sekali, bukan? :p

DOUBLE AND BE WAITED MODEL

Gambar 2.A

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa si A dalam keadaan in-relationship dengan si B, namun secara sadar si A tahu bahwa ada si Z yang menunggunya, secara sadar pula dia telah menyakiti perasaan si Z. Begitu juga yang terjadi pada si B.

DOUBLE AND MAYBE MODEL

Gambar 2.B

Nah, kalau gambar di atas dapat dijelaskan bahwa si A dalam keadaan in-relationship dengan si B, namun secara tidak sadar si A tahu bahwa ada si Z yang menunggunya, secara tidak sadar pula dia telah menyakiti perasaan si Z. Begitu juga yang terjadi pada si B, dia tidak sadar telah menyakiti perasaan si C.

DOUBLE AND WAIT MODEL

Gambar 3

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa si A dalam keadaan in-relationship dengan si B, namun secara sadar si A menunggu si C yang sednag single.. eh, bahkan ketika si C sudah berpacaran dengan si D… si A masih saja tetap menunggu si C. hmm, apakah ini bisa disebut dnegan perselingkuhan secara batin? #mlipir

Kasus

Hal ini terjadi pada teman saya yang perempuan. Dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain namun, dia tetap saja masih menunggu orang lain yang single dan bahkan hingga orang tersebut jadian dengan orang lain. Ah, beberapa teman saya juga pernah mengalami hal yang sama seperti ini, kok.

CLBK (Cinta Lama Belum Keungkap) MODEL

Gambar 4

Ini lebih unik dan bikin gregetan lagi. Model ini bersifat tidak disadari. Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa si A dan si B sebenarnya saling menunggu stau sama lain. Bahkan, ketika si A sudah jadian sama si Z dan si B sudah jadian sama si C… mereka pun saling menunggu untuk mengungkapkan perasaan. Oleh karena itu, ini disebut dengan CLBK MODEL, yaitu model Cinta Lama Belum Keungkap.

Kasus.

Ini benar-benar terjadi. Teman saya, perempuan, dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain.. namun dia sempat dekaaaaaaaaat dengan seorang pria, mereka saling bertukar “kode” bahwa sepertinya mereka punya rasa yang sama. Sayangnya, tidak ada jawaban yang pasti hingga akhirnya mereka berdua masing-masing sudah memiliki pasangan. Kalau sudah begitu, apakah rasa itu harus tetap diungkapkan? Atau, diabaikan dan dibuang saja?

Teori tersusun dari konsep.

Konsep adalah ide tau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret

(KBBI, 519:2007).

Konsep adalah ide yang memenuhi syarat, yaitu ide yang dapat disimbolkan dengan kata/gambar dan ide yang mempunyai definisi/pengertian

(catatan Teori Komunikasi, 2008).

Konsep Utama

1.   I know vs. I don’t know

Sesuatu hal tidak akan menjadi misteri jika hal tersebut telah kita ketahui, begitu juga sebaliknya… jika kita telah mengetahui sesuatu, maka hal tersebut tidak lagi menjadi misteri. Di dalam TOST ini, terdapat konsep mengenai tahu dan tidak tahu. Tahu berarti mengerti/sadar terhadap apa yang dia lakukan terhadap orang yang satu dengan orang yang lain. Sedangkan konsep tidak tahu, berarti individu tersebut tidak mengerti/tidak menyadari atas apa yang dia lakukan terhadap orang yang satu dengan orang yang lain.

2.   The other side concept

Sebenarnya, konsep sisi lain ini merupakan konsep yang terpenting yang menjadi benang merah dari kesemuanya. Konsep sisi lain ini tidak berarti melulu mengenai kebalikan atau hal yang berlawanan. Konsep sisi lain ini lebih merujuk pada apa yang kita lakukan dengan orang satu dengan orang yang lain secara berbeda.

a.   Wait and be waited

Konsep ini merujuk pada ketika kita menunggu orang yang satu, maka secara sadar/tidak.. ada orang lain yang ternyata sedang menunggu kita.

b.   Love and be loved

Konsep ini merujuk pada kondisi di mana ketika kita mencintai orang yang satu, maka secara sadar/tidak.. ada orang lain yang ternyata mencintai kita. Hal ini tidak terbatas hanya pada perasaan yang dimiliki oleh mereka yang sudah berpasangan, namun juga orang yang tidak terlibat dalam hubungan tersebut.

c.    Falling and broken

Konsep ini merujuk pada kondisi di mana ketika kita sedang jatuh cinta kepada orang yang satu, maka ada orang yang lain akan patah hati karena kita, baik secara sadar ataupun tidak.

Empiris Pribadi.

Oke. Rasanya tidak adil jika contoh yang saya paparkan adalah contoh dari orang-orang yang ada di sekitar. Sebelum disemprot dengan celetukan sinis, maka saya akan memberikan contoh empiris pribadi. Padahal, proses belajar juga dapat diperoleh dari kesalahan orang lain.

Oke. Saya akan bercerita lagi.

Ada seorang pria, sebut saja A… si A ini sedang menunggu perempuan yang bernama si B, di sisi lain.. si B ini sedang dekat dengan si C. Usut punya usut, pria C ini sedang PDKT sama si B namun si B masih butuh waktu untuk menjawab kepastian atas hubungannya itu. Nah, si A ini jelas-jelas tidak sadar bahwa dia juga sedang ditunggu oleh orang lain. Mungkin, orang-orang yang ada di sekitarnya juga tidak pernah menyangka bahwa ada yang menunggu si A. Berikut model relasinya.

Z (anggap saja itu) adalah saya. Di sisi lain, ada tokoh X dan Y yang ikut nadir. Oke, ini bisa masuk ke dalam contoh TRAIN-WAITING MODEL..

CLOSING

Sekian paparan saya mengenai teori yang dirangkum secara asal.. hahaha. Oh ya, untuk evaluasi teori, itu tugas buat kalian semua yang membaca yaa.. supaya lebih obyektif lagi. Kalau ada masukkan tentang model tambahan, boleh banget loh… terimakasih untuk siapa pun yang bersedia membaca dan mampir.

Semoga mencerahkan!🙂

Yogyakarta, Juni 2011

Cecilia Gandes

2 thoughts on “THE OTHER SIDE THEORY (Teori “Sisi Lain”)

  1. @Boy Andri
    hehhee.. terimakasih sudah niat untuk membaca, karna sangat panjang sekali.. hehehe..
    iyaaa, memang berasal dari pengalaman pribadi dan beberapa teman juga.
    kalau ada pengalaman lain, boleh loh dibuat modelnya.. :p

    trimkasih sudah mau berkunjung!🙂

  2. Hahaha, sebuah teori yang sangat menarik dan sangat beralasan! Teori-teori kayak gini pasti berasal dari pengalaman pribadi dan pemikiran mendalam.. Jujur gw senyam senyum baca ini, sambil ngangguk-ngangguk mengiyakan juga.

    Nice writing!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s