Beauty is fun!

Yes, beauty is pain.

But, I’ve just learned that beauty is fun!

Dandan cantik

Hmm, saya memang bukan perempuan yang aware soal kecantikan. Alat makeup? Duh, megang bedak padat saja bisa bikin grogi dan gemetar. Waktu SD, saya justru memakai bedak, hair conditioner, dan lotion bayi.

Waktu pertengahan SMP, saya mulai dianjurkan untuk menggunakan body lotion milik mama karena beliau sangat prihatin melihat kulit saya yang kian mendekati pantat wajan gosong, korban matahari di kota pabrik. Hehehe…

Waktu SMA, saya dianjurkan lagi untuk memakai pelembab wajah mama  karena beliau mulai khawatir, takut kalau muka saya jadi tempat ternak jerawat. Ya, semua memang berkat anjuran mama.

Hingga saya menjabat status mahasiswa pun, saya hanya menggunakan body lotion dan pelembab saja. Itu pun, bukan produk yang “wah”.

Untungnya, saya gak miris-miris amat. Ya, sempat lah mencoba untuk berdandan cantik, gitu. Waktu acara pernikahan saudara atau waktu kakak  wisuda. Tapi rasanya, memang tidak betah dan gak tahu kenapa, usai berdandan seperti itu jerawat mulai tumbuh satu per satu. JRENG!! Nampaknya, kulit saya benar-benar memberontak. Hahaha..

Mba, aku mau minta tolong.

Besok, nek kamu udah nyampe Jogja, dandanin aku ya..

Begitu kira-kira bunyi SMS saya kepada teman kost, Mba Dani, yang waktu itu sedang berada di Bandung karena acara keluarga. Jelas, itu membuatnya kaget. Hampir empat tahun Mba Dani mengenal saya dan cukup mengenal dengan pasti bahwa saya adalah orang yang antidandan. Bahkan, sudah beberapa kali dia merayu dengan dalih “belajar makeup”. Namun, tetap saja saya geleng-geleng.

Aku pengen banget dandan kayak jengkelin e, mba..

pengen banget. Tolong ya, mba..

nek kamu gak mau, nti aku sedih, loh…😦

Shock! Ya, Mba Dani kaget sekonyong-konyong koder. Hahaha.

Kenapa?

Ya, kenapa tiba-tiba di siang bolong tercetus bahwa saya akan berdandan ala Jengkelin.

Mungkin, ini karena beberapa hari yang lalu, melihat tayangan talkshow milik Jengkelin. Di saat ada Mita dan Dara The Virgin yang sedang di-vermak menjadi Jengkelin. Tapi, pada saat menonton acara itu, saya tidak langsung ingin berniat untuk mencoba. Sama sekali gak kepikiran.

Nah, baru beberapa hari kemudian… saya ingin sekali mencoba sesuatu yang menyenangkan bersama teman-teman. Akhirnya, tercetuslah untuk berdandan seperti Jengkelin. Apalagi, kondisi rambut saya sedang PAS banget. Maka, beraksilah saya.

Selain Mba Dani, saya juga mengirimkan pesan kepada teman kost lainnya, Monic. Di awal SMS, saya hanya bilang kalau mau minta tolong, tanpa menjelaskan secara detail terlebih dahulu. Tapi, balasan SMS-nya cukup membuat saya ngakak.

EEHHHH, MEH NGOPO E CIK?

Ya, dia menggunakan huruf kapital. Terbayang sudah wajahnya yang terheran-heran. Ternyata, dia sudah berkoordinasi dengan Mbak Dani terlebih dahulu. Hahahaa…

LET’S FUN!

29 Juni 2011, usai makan siang.

Mba Dani, Monic, dan saya.

 

Jujur, menjelang hari berdandan cantik, saya jadi deg deg-an. Entahlah, kenapa. Hahahaa..

Oke, segala peralatan perang sudah terkumpul. Alat makeup-nya punya saya? Nggak, lah! Budayakanlah meminjam daripada mubazir di kemudian hari! Hahaa…

Oke, saya mencoba menceritakan cara berdandan cantik step by step. Maaf, kalau saya tidak dapat menyebut istilah alat makeup dengan benar.

STEP1: DEMPUL 3 LAPIS

Step pertama, wajah dibersihkan lebih dulu. Setelah itu, wajah ditotol dengan foundation cair. Lucunya, untuk mengerjakan satu wajah, dua orang teman saya ikut menggarapnya. Mba Dani yang mencocolkan foundation dan Monic yang meratakannya. Sungguh ini merupakan salah satu bentuk gotong royong yang luar biasa! Hahaha…

Foundation sudah diratakan di wajah. Selanjutnya, mulai uji coba untuk mendempulnya. Percobaan pertama, bedak bayi mulai ditabur.

“Eh, gak nempel e, mon…”

“Hmm, pake bedak tabur punyaku, coba…,” kata Mba Dani.

Oke, kita melakukan percobaan kedua. Ternyata gagal juga.

“Hmm, jajal sik yo…”

Nek pake bedak padat, iso po ora… Kata Mba Dani lagi.

Oke, kita melakukan percobaan ketiga.

“Piye, mbak? Iso ora?”

Tanya saya yang mulai gelisah. Gelisah antara gak sukses menjadi Jengkelin dan gelisah dengan daya tahan kulit saya yang harus didempul dengan segala macam alat jahanam itu. Hahaha…

“Dikasih air, sik… ben nempel,” tips dari Mba Dani.

Oh, ternyata spons bedaknya dikasih air biar bedaknya nempel. Jujur, saya baru tau. Hahaha.

Untuk step dempul mendempul, saya kena tiga lapis. Maklum, wajah saya yang kayak arang ini sulit tertutupi oleh bedak. Ya, mau gimana lagi. Hehehe.

STEP 2: BERANJAK KE MATA

Oke, setelah wajah, mari kita menggambar mata. Eye shadow, eye liner, tancap! Yang paling merepotkan adalah bagian menggambar alis. Ternyata, kerja sama dua teman saya tidak hanya dalam menggambar wajah, tetapi juga pada saat menggambar alis. Alis sebelah kiri digambar oleh Mbak Dani, sedangkan alis sebelah kanan digambar oleh Monic. LUAR BIASA!

“Weh, Mbak.. aku megang pensil alisnya kayak lagi mewarnai wae ki.. hahahaa…,” kata si Monic

“Eh, Mon.. alisnya malah kayak sinchan, ki.. hahaha….” kata Mbak Dani

Tuh kan, emang random semua, deh teman-teman saya. Hahaha.

Tiba-tiba, Mba Dani mengeluarkan penjepit bulu mata. Oh, no! I hate that tool!

“Mon, gak pake begituan kan?” Tanya saya sambil menyingkirkan alat itu dari depan saya.

“Pake, no.. biar lentik,” Kata Monic.

 

“Huaaaa, emoh ah. Sakit e..”

“Emoh, Mon… nek make itu, aku marah loh!” Ancam saya. Hihihihi.

 “Ndak sakit, kok. Kamu sendiri, deh yang jepit,” rayu Monic.

Saya gak suka dengan alat itu. Padahal, waktu baca komik Kariage-Kun, saya sering banget liat alat itu muncul di kolom komik itu. Entahlah, mungkin karena sempat ada trauma, ada orang yang jepit alis saya, tapi rasanya sakit banget. Ah, pokoknya itu alat untuk membunuh! :p

STEP 3: PERONA PIPI

Saya lupa, penambahan perona ini ada di step dua atau tiga ya? hehehe. Tapi, bagian pembentukan ini juga memerlukan proses berpikir yang sangat pelik. Maklum, kami semua masih sama-sama belajar. Gak cuman, pas ngedempul wajah ataupun menggambar alis, dua orang teman saya ini pun bekerja bakti mewarnai pipi saya. Sebelah kiri, digambar oleh Mba Dani, sedangkan sebelah kanan digambar Monic.

Eh, jengkelin kok blush on-nya bisa ngejreng banget yak? Pake apa ya?

Hmm, itu mba.. jangan-jangan pake lipstik, dicocol-cocol, trus diolesin..

Eh, itu blush on-nya bulet banget e.. nek pake kuas, malah gak bisa bulet…

Itu, dipakein tangan aja. Dioles-oles gitu. Hehehe…

 

Eh, Mon… blush on (garapan)mu kok mbleber ke mana-mana to?

Iki ora podho e jadine.. hahaha

Saya pasrah -_____-“

STEP 4: PERONA BIBIR

Huraaaaiii, akhirnya menggambar bibir. Ini juga harus melakukan diskusi terlebih dahulu. Bagaimana membuat bibir putih sebelum dikasih lipstik merah.

Akhirnya, Mba Dani bereksperimen dengan bibirnya terlebih dahulu. Hingga ditemukan caranya.

Ho’oh, Mon.. wes, pake foundation wae.

Mengko dikasih bedak padat lagi. Lumayun, kok.

 

Ntar digambar sik garis-garisnya, trus baru deh “diwarnai”…

(benar-benar semacam kegiatan menggambar dan mewarnai kan? :p)

STEP 5: KIBAS RAMBUT

Ini penyempurnaannya. Mari memanfaatkan rambut asli! Jengkelin yang KW 1 menggunakan rambut palsu. Ini jengkelin KW 9, tapi mencoba untuk menggunakan rambut asli. Hahaha.

Monic: Cik, rambutmu disasak wae…

Saya: Huaaa, ojo disasak.

Monic: Dikit, kok… Tenang aja, ntar juga bisa balik

Saya: oke, dikit aja.

Monic: wes, liat kaca sana!

Oh, Tuhan.. selama dandan, saya belum melihat wujud diri sendiri seperti apa sekarang ini. Deg-deg-an. Ini sama deg-deg-annya ketika si pemilik senyum menghampir saya. #eh #mulaimelantur.

Saya: astagaaaaaaa… Eh, Mon.. hooh e.. rambutnya kurang gimana gitu… JREENG!!

Monic: bener, to.. disasak lagi yo…

Saya: hooh, Mon.. kurang e…

Mba Dani: Jiaaaaahh, ni bocah.. malah minta disasak.

STEP 6: HERE WE GO!

Oke, ayo pose!

Iki wes ono contekan gaya-nya. Kamu tinggal manut aja.

Ya, dari awal… kami bertiga punya contekan terselubung. Di belakang punggung teman saya ada laptop yang yang selalu standby menjadi guru bagi kami. Laptop itu memperlihatkan wajah detil Jengkelin, pose-pose andalan Jengkelin, dan juga memberikan literatur tips dan trik cara ber-makeup (tapi, bukan untuk tips berdandan ala jengkelin. hahaha)

i’m beautiful not because of the makeup.

i’m beautiful because i can do anything that i want.

#beautyisfun

Selanjutnya, apa lagi ya? :p

One thought on “Beauty is fun!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s