Bercanda ala tukang becak

Hei, jumpa lagi dalam nostalgia bagian dua. Setelah kisah nostalgia bagian 1: “Tips untuk si cengeng”, maka saya akan mencoba untuk bernostalgia dengan cerita yang tidak kalah ajaib. Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara. Saya mempunyai kakak laki-laki, empat tahun lebih tua daripada saya, namanya Gagah. Ya, keluarga kami menganut program Keluarga Berencana. Tidak banyak hal yang dapat saya ingat, berapa kali saya menangis gara-gara kakak saya, berapa kali saya dilindungi oleh kakak saya, dan berapa kali kami tertawa bersama. Satu-satunya hal yang saya ingat adalah kami berdua sangat suka sekali bercanda dengan sangat brutal, loncat-loncat di atas tempat tidur, lari-lari di dalam rumah, teriak-teriak. Bercanda bagi kami adalah ketika sang kakak mengitik-kitik adiknya hingga sang adik tercinta jumpalitan sejadi-jadinya. Makanya, gak heran kalau saya sampai loncat-loncatan, lari-larian, atau teriak-teriak kayak orang mau dikebiri.

 

Bapaaaaaaaakkk, Mas Gagah nakaaaaall…!!

biasanya ini menjadi senjata saya untuk mengadu.

Teriakan maut itu pun terus saya lakukan hingga beranjak SMA.

Kalau sudah berteriak seperti itu, bapak selalu mempunyai kalimat yang sangat konsisten dan ketika usia saya beranjak 22 tahun, saya baru menanyakan maksud dari kalimat beliau.

sudah sudah… kalau bercanda, jangan kayak tukang becak to… nanti ada yang nangis..

Selalu saja kalimat itu keluar dari beliau, sejak saya masih kecil hingga saat ini.

Percaya atau tidak.

 

Jelas saja, saya dan kakak saya malah semakin tertawa.

 

Waktu dulu, saya dan kakak saya tidak begitu mempertanyakan mengapa bapak berbicara seperti itu. Saya juga gak tau, bapak saya dapat referensi dari mana. Ya, kami hanya berspekulasi sendiri saja. Hingga Mei 2011 yang lalu saya “bercanda” lagi dengan kakak saya dan tiba-tiba malahkakak saya yang mengeluarkan kalimat ajaib itu.

eeehh, sudah sudah… kalau bercanda, jangan kayak tukang becak …

HAHAHAHAHAHAAAAAA…

Kami pun malah tertawa.

 

Kami pun langsung menghampiri bapak yang ada di kamarnya. Dengan ceriwisnya, saya pun iseng bertanya kepada beliau.

 

Pak, ‘jangan bercanda kayak tukang becak’ itu maksudnya apa?

Emangnya, tukang becak itu bercandanya kayak kita? Maen kitik-kitik, gitu?

 

Ya, nggak..  Tapi, kalau bercanda nanti ujung-ujungnya malah berantem.

 

Sampai nangis? Adek kan suka sampai nangis…. Hayoooo…

(sambil ngebayangin tukang becak yang nangis-nangis habis bercanda sama temannya)

Tapi, ada yang sampai marah loh… ngambek..

 

Ha? Iya, po? Ada tukang becak yang ampe marah, gitu pak?

Lah, iya… si Kakek (nama panggilan tukang becak)itu pernah celananya diplorotin kok sama temannya. Ujung-ujungnya malah ngambek, to…

Makane, kalau bercanda ya jangan kayak tukangbecak..

-_______-“

zziiiiiiiingggggg….

 

Sejak bapak saya pensiun dini dan berjuang dari penyakit stroke-nya, beliau memang sering bersosialisasi dengan tukang becak di komplek. Kenapa?  Karena memang kalau kemana-mana bapak saya menggunakan becak. Bahkan, saking sudah akrabnya… kalau ada keluarga atau teman mama saya yang ingin mampir ke rumah tapi gak tau arah, mama malah mengarahkan seperti ini:

 

… nanti di depan komplek kan ada pangkalan becak, trus tanya aja rumahnya Pak *** ada di mana.

Bisa jadi, ntar malah dikawal sampai rumah sama tukang becaknya…

-_______-“

 

Tapi, apakah ketika bapak bersosialisasi dengan tukang becak, semakin mengukuhkan kalimat tersebut? Saya juga gak tau. Saya kembali iseng bertanya.

 

Nggg…., trus, pak… Emangnya waktu Alm. eyang kakung (bapaknya bapak saya) dulu juga bilang kayak gitu ke bapak?

Ngomong: “kalau bercanda jangan kayak tukang becak” juga?

 

yoooo, oraa…

Kata bapak saya dengan nada santai.

-_______-“

 

 

 

 

 

Begitulah kisah random-nya keluarga saya.

Ini kisahku, apa kisahmu?

Ikuti kisah nostalgia selanjutnya, ya..🙂

 

Yogyakarta, Juli 2011

Cecilia Gandes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s