Perhatian

Di saat kita terlalu sibuk mencari perhatian kepada orang yang diharapkan, masih ada orang lain yang memperhatikan kita tanpa menuntut balasan.

Begitulah kalimat yang pernah muncul di linimasa saya beberapa hari yang lalu. Hal ini sering kali kita rasakan, namun sebagian besar dari kita justru takut untuk menerimanya dengan lapang dada. Kita tetap saja menunggu yang diharap-harap (cemas).

Kalimat itu ternyata juga “menampar” kehidupan saya beberapa hari ini. Beberapa teman (dekat) memberi perhatian yang tak terduga kepada saya. Ya, saya percaya bahwa setiap orang punya cara sendiri untuk menunjukkan rasa perhatian atau simpati kepada orang lain. Bahkan, tak jarang kita dibuat kaget oleh bentuk perhatian yang diberikan. Kaget? Ah, mungkin karena kita fokus pada orang yang diharap-harap tadi, jadinya kaget.

Dalam dua hari, saya dikejutkan oleh perhatian dari tiga orang kerabat. Salah satu di antaranya berasal dari sahabat lama, Ni Putu Mustika Dewi. Tak dinyana, ia membuatkan sebuah tempat ponsel hasil rajutannya sendiri. I do love craft things!๐Ÿ™‚

Di sela-sela kesibukan menjadi guru di Lampung yang telah ditempuhnya kurang lebih hampir satu tahun, ternyata ia mampu mencuri-curi waktu untuk berkreasi.

Baju baru untuk Kori๐Ÿ™‚

Dua kejutan lainnya?

Saya mendapatkan teman yang inisiatif melakukan konfirmasi terhadap kondisi saya saat ini. Teman yang dikenal cukup cuek ini ternyata berani bertanya demi memastikan keadaan bahwa segalanya baik-baik saja (menurut saya, dia berpikir bahwa saya tidak dalam keadaan baik-baik. Tak mau berspekulasi persepsi, akhirnya dia bertanya langsung). It’s nice!๐Ÿ™‚

Ada pula kerabat yang masih dapat diandalkan untuk diajak berdiskusi mengenai nilai-nilai dalam hidup. Meskipun dia sedang mengasah mental untuk menghadapi tantangan beberapa minggu ke depan, saya masih diberikan kesempatan untuk mendapatkan “telinga”-nya. Teman yang acap kali saya sapa dengan “sedulur” ini memang mempunyai segudang petuah yang mampu menampar ego saya.

Saya bisa saja tak punya harta mobil atau pun rumah mewah, tapi memiliki sahabat, kerabat, kawan, atau siapa pun yang masih bersedia berada di sekitar saya adalah harta yang tak tergantikan. Terima kasih, semesta๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s