Curahan Hati Lewat Musik Bernyawa

… I found that love was more than just a game/to play and to win, but you loose just the same/so long it was so long ago, but i still got the blues for you…

Lantunan tembang lawas dari Gary Moore yang tak lekang oleh waktu ini membahana di Tennis Indoor Senayan pada malam Sabtu (13/10). Lagu yang dipersembahkan oleh InaBlues Allstar bersama 100 gitaris muda ini merupakan bagian dari upacara pembuka Djarum Super Jakarta International Blues Festival 2012 (DSJBF). Tak berhenti di situ, selanjutnya penonton disuguhkan aksi atraktif InaBlues Allstar yang berduet dengan David Naif dalam lagu Kompor Meleduk, karya seniman legendaris Benyamin Sueb.

Meskipun acara pembukaan baru dimulai pada malam hari, DSJBF 2012 telah dibuka sejak pukul 10.00 WIB. Tema yang diusung kali ini adalah “Experience the Music from Within” karena mewakili arti sesungguhnya dari musik blues, yaitu musik yang berasal dari curahan hati para musisi. Menampilkan empat panggung dengan sederet musisi internasional dan dalam negeri.

Bernyawa

Menyelisik sejarah yang berkembang, blues merupakan istilah yang diberikan untuk kedua bentuk musik dan genre musik yang diciptakan, terutama dalam masyarakat Afrika-Amerika yang tinggal di Deep South, Amerika Serikat. Hadir pada akhir abad ke-19, musik ini memiliki unsur spiritual, lagu kaum pekerja, dan berupa narasi-narasi sederhana berirama balada.

Sebelum melahirkan banyak aliran yang lebih khas, blues juga diidentikkan sebagai musik yang menyuarakan kesedihan. Hingga abad ke-20, blues kian berkembang dan terbagi menjadi beberapa subgenre. Blues adalah jenis musik yang “kaya” karena merupakan hasil “perkawinan” berbagai genre, seperti jazz, folk, rhytm & blues, dan rock n roll. Hasil perkawinan tersebut menjadikan blues sebagai jenis musik yang soulful dan berkarakter.

Inspiratif

Tak perlu menunggu lama, ragam musik blues kembali dapat dinikmati oleh pecintanya di Tanah Air melalui DSJBF 2012 yang dipersembahkan oleh InaBlues. Untuk kelima kalinya, ajang festival musik blues terbesar di Asia Tenggara ini hadir dengan suguhan yang inspiratif dan segar.

Sederet musisi legendaris seperti Jan Akkerman (Netherlands), Guy Davis (AS), dan Bill Sims JR (AS) hadir mengajak pecinta blues bernostalgia. Musisi muda berbakat seperti Bleu Rascals (Filipina) pun tak ketinggalan. Ada pula Davy Knowles (UK), lelaki 24 tahun yang dinobatkan sebagai salah satu Gibson Guitar Top 10 Guitarist 2012 dan disebut-sebut sebagai the next guitar legend.

Dari musisi Indonesia, Gugun Blues Shelter yang kerap kali tampil di DSJBF ini mampu menyedot perhatian penonton. Hal ini tak jauh berbeda pada saat penampilan Naif yang menginterpretasikan musik blues dari sudut pandang mereka sendiri.

Dalam siaran pers, Brand Manager Djarum Super Roland Halim mengungkapkan, “Sejak pertama kali DSJBF diselenggarakan tahun 2008 silam, kami senang dan bangga mengetahui bahwa tren musik blues terus berkembang di Indonesia, khususnya Jakarta. Sejak kiprah DSJBF, musik blues mulai mendapat perhatian. Apresiasi pun terus meningkat oleh penikmat musik dari berbagai kalangan usia termasuk generasi muda.”

Bagi sejumlah musisi, memilih jalur di musik blues adalah sebuah panggilan. Sama halnya seperti yang diutarakan Jan Akkerman pada sesi wawancara eksklusif malam itu, “Biarkanlah blues menemukanmu, cepat atau lambat. Terkadang, ketika teman atau perempuan pergi meninggalkanmu, kau justru akan memilih blues. Dan ketika mereka kembali, kau tetap akan memilih blues.”

Menuju senja bersama DSJBF 2012

100 gitaris muda serentak mengangkat gitar usai opening ceremony DSJBF 2012

Jemima dalam DSJBF 2012

Di DSJBF 2012, saya justru merasa seperti menonton konser Naif dengan suguhan lebih dari 10 lagu.🙂

Meski baru pertama kali berpartisipasi dalam ajang DSJBF, Naif mampu menyedot perhatian pengunjung.

Davy Knowles, gaya lelaki 24 tahun ini ketika bernyanyi tak sedingin sewaktu meet and greet.

Tampil di panggung yang sama usai Naif, Davy Knowles mendapat sambutan baik namun tanpa kalimat “we want more!” dari penonton.

Guy Davis mampu membawa penggemar “traditional blues” terpaku, lengkap dengan peci di kepalanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s