Selamat Ulang Tahun!

12 Desember 2012

Kata orang, hari ini tanggal cantik. Ah, memangnya, Tuhan menciptakan tanggal buruk? Rasanya, tidak. Cantik karena mudah dihapal? Karena hanya muncul sekali dalam seumur hidup? Atau, apa? Manusia memang terlalu lihai untuk memberikan kategorisasi terhadap apa pun. Mungkin, sebenarnya kita semua adalah peneliti yang mampu memberikan klasifikasi dan membaginya dalam kelas-kelas. Ah, jadi ingat pelajaran Biologi.

Kata orang, hari ini akan tampak berbeda. Kali ini, aku mengiyakan. Destian, keponakanku yang berusia delapan tahun terlihat lebih rewel hari ini. Tidak seperti biasanya. “Mba Lingga, nanti harus pulang cepat. Temani aku beli kado. Temanku mau ultah hari ini.” Begitulah pesannya sejak semalam dan ia ulang lagi di pagi hari sebelum aku berangkat kerja. Bahkan, “teror” juga hadir dalam bentuk SMS sepanjang hari ini.

Memiliki kebiasaan tiba di rumah di atas pukul 20.30 WIB membuat keponakanku itu takut kalau aku mengingkari janji. Wajar saja.

“Iya, Mba Lingga janji akan pulang lebih cepat. Kalau Mba Lingga bohong, nanti aku beliin mainan, deh…” Berniat untuk membuatnya tenang dan yakin, aku memutuskan untuk meneleponnya setelah jam pulang sekolah.

“Bukan soal bohong dan mainan, Mba… Temanku kan ulang tahunnya sekarang, jadi ya aku harus kasih selamat dan kado hari ini juga. Kalau besok ya itu hari ulang tahunnya orang lain. Kalau waktunya nggak keburu, bagaimana kalau Mba saja yang membelikan kadonya?”

Aku tersentak. Ia justru mempercayakanku untuk membeli kado. Aku sendiri tak mengenal siapa temannya, apalagi hobi ataupun benda favoritnya.

“Mba Lingga belum kenal temanmu, Aan…” Begitulah aku memanggilnya.

“Aku yakin kalau Mba Lingga bisa milih kado yang bagus. Nama temanku Kenangan, dia teman yang kukenal beberapa tahun yang lalu. Aku suka main bola bareng, ketawa bareng, dan berantem bareng. Tapi, aku sekarang kehilangan dan semakin berjarak…” nada bicaranya perlahan-lahan merendah dan nyaris lenyap.

“Baiklah…”

 ***

“Mba Linggaaaa… Kamu keren!”

Malam menunjukkan pukul 20.00 WIB dan sudah dua jam yang lalu aku tiba di rumah. Ternyata, benar kata orang. Hari ini tampak berbeda.

Selamat ulang tahun!

“Kenapa, Aan?” Tanyaku kepada bocah berambut ikal itu. Ia telah pulang dari rumah temannya, diantar ayahnya.

“Temanku suka banget, Mba… Kamu kasih apa? Tadi dia malah nggak ngasih tau aku… Sebel. Tapi, dia keliatan seneng banget. Senyumnya tulus…” ceritanya panjang lebar.

“Aku kasih ikhlas…”

Jakarta, 12 Desember 2012
Di dalam toilet kantor, pukul 15.25 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s