Daftar Lagu Penghantar Ikhlas

Iseng-iseng blogwalking ke “rumahnya” Mas @temukonco dan langsung tertarik pada satu artikel, List Lagu Patah Hati. Eh, ternyata artikel itu terinspirasi dari tulisan Lima Lagu Patah Hati yang ada di blog Bung @ardiwilda-situs personal yang ternyata pernah saya sambangi sebelum bertemu dengan pemiliknya di linimasa.

Saya mulai membaca kedua tulisan itu dengan hati-hati. Menarik. Ada beberapa lagu yang sempat menjadi lagu andalan atau pun penghuni playlist beberapa waktu silam. Misalnya saja, lagunya Monita, Maliq & d’essentials, Dewi Lestari feat Aqi Alexa, dan Semisonic.

Merasa tergelitik dengan artikel mereka berdua, saya memberanikan diri untuk mengintip playlist di Windows Media Player yang telah bertengger kurang lebih selama dua minggu dengan daftar lagu tak lebih dari 10 judul. Untunglah, lagu-lagu tersebut tidak disebutkan mereka, tetapi telinga tak bisa bohong: itu tetap saja lagu-lagu tentang patah hati.

motif balonnya "jumping" soalnya balon terakhir di-edit sama Mba Adit :)

Motif balonnya jumping soalnya Mba Adit mau ikutan bikin motif balon🙂

Berikut daftar lagu yang sudah berminggu-minggu menjadi teman ketika di kantor dan perjalanan pulang. Lagu yang tak henti-hentinya “me-pukpukpuk-kan” pundak saya setiap detik. Selamat menikmati lagu pilihan versi saya (baca: orang awam, bukan pemerhati dunia musik global).

Kisah Sebentar – Tulus

Denganmu senang hati terasa

Bangun dari mimpiku tahu aku tak sendiri

Kalau dengar lirik di bait pertama, bisa saja kita menduga kalau itu lagu jatuh cinta. Apalagi, iramanya juga tidak mendayu-dayu. Uniknya, Tulus adalah story-teller yang apik melalui lirik-liriknya, bahkan mampu memainkan dinamika dalam lagu demi membangkitkan unsur emosional.

Ayo ingat kata-katamu

Selamanya kamu hanya untuk aku

Inilah lirik yang terus diulang-ulang. Terkesan seperti orang sedang menagih janji, tapi juga bisa seperti sindiran. Alhasil, patah hati ndak terlalu membuat galau, tapi emosi… *salahfokus🙂

Semua Tak Sama – Padi

Siapa yang ndak kenal sama band lawas satu ini? Di bagian awal, lirik memang terdengar galau, seperti orang yang terus terkungkung masa lalu. Tapi, di bagian akhir lagu ada punch line yang bisa “menampar” perlahan-lahan. Mengingatkan, sebaiknya membuka mata dan hati agar bisa merelakan semuanya…

Sampai kapan kau terus bertahan

Sampai kapan kau tetap tenggelam

Sampai kapan kau mesti terlepas

Buka mata dan hatimu relakan semua…

Beautiful Goodbye – Maroon 5

Perempuan mana yang tak menggandrungi Maroon 5? Tentu saja, yang dihapal personilnya hanya Adam Levine. Apa pun itu, saya cukup heran mengapa lagu perpisahan (nyaris) selalu ada di album mereka? Ada Sweetest Goodbye atau Goodnight Goodnight. Apakah mereka adalah the men who love to say goodbye? Di album terbarunya, Beautiful Goodbye terdengar dan kembali mengondisikan perpisahan dengan keadaan yang kontradiktif: (seolah-olah) bahagia.

All the pain you try to hide

Shows through your mascara lines

As they stream down from your eyes

And let them go, let them fly

Holding back won’t turn back time

….

Gemilang – Andien

Tak tahu banyak mengenai perjalanan karier Andien dan lagu di setiap albumnya, Saya kembali jatuh hati pada lagu ini (setelah menikmati Pulang). Katanya, lagu Gemilang dinyanyikan Krakatau Band pada 1986, tapi Andien bisa me-remake dengan apik.

waktu terus menguji tekad yang kumiliki

kini t’lah terbukti segala kan kugapai

rintangan kuhadapi cobaan kulalui

semua t’lah kudapati tetaplah gemilang

Para perempuan yang mendengarkan seperti diajak untuk bangkit, menjadi sosok yang indipendent dan berprestasi. Tentu ini mampu mengalihkan perasaan yang sedang kalut dirundung mendung.

Be Okay – Ingrid Michaelson

Lagu ini menjadi soundtrack TVC Mizone. Tapi, saya lebih tertarik dengan lirik selain “I just wanna be okay”. Bait yang ada di tengah-tengah lagu ini secara tersurat mengakui ketidakberdayaan, namun terdengar struggle karena dikemas dengan beat yang cepat. Sangat “perempuan” sekali. Hehehe…

Open me up and you will see

I’m a gallery of broken hearts

I’m beyond repair, let me be

And give me back my broken parts

Let Go – Ingrid Michaelson

Ya, lagi-lagi Mba Ingrid ini mampu membuat saya memahami diri sendiri. Entah mengapa, saya justru dipertemukan dengan karya-karyanya baru beberapa bulan terakhir ini dan lebih tertarik dengan lagu-lagu yang ada di album tahun 2010-2011. Ah, mungkin perasaan saya yang memilihnya.

November silam, Mas @temukonco memberikan penjelasan apa bedanya “move on” dan “let it go” dengan mention bertubi-tubi. Meskipun sebelumnya pernah mendengar dari tweet Mas Barry Likumahuwa sewaktu acara Ngayogjazz, saya tetap menikmati “ceramah” itu. Toh, semakin menyadarkan bahwa “let it go” adalah kata yang tepat ketika kita ingin beranjak dari kesuraman akibat patah hati. Namun, saya lebih menyukai kata lugas dari bahasa lokal: legawa (ikhlas). The simple word, but hard to do.

Hey, I’ll move out of the way for you

Hey, I’ll move out of the way for her too

I never thought we’d end up here in seperate cages.

It doesn’t go like this

You’ve left out some pages

Kalau ada yang sering terganggu karena kicauan saya, pasti tahu lagu mana yang selalu saya elu-elukan beberapa bulan terakhir ini. Faktanya, sudah ada dua teman yang terkena “virusnya”.🙂

*Tak mau terkesan nelangsa, saya sengaja membuat judul tanpa keyword “patah hati”🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s