2012: Tahun Kehilangan

“Emang, kok Ndes. Saiki lagi musim putus…”

Minggu, 2 Desember 2012. Itulah ujaran yang dilontarkan seorang kawan di suatu malam. Tak cukup lantang, namun dapat membuat saya terhenyak sambil menatap jalanan yang basah akibat hujan yang betah mengguyur Yogyakarta sejak siang.

#1

Pernyataannya seolah-olah terdengar seperti kesimpulan. Saya sendiri tidak berani mengonfirmasi atau mempertanyakan lebih lanjut karena saya menyetujuinya. Ada beberapa kawan yang lain mengalami putus cinta. Tak perlu menyebut inisial, saya telah menemukan empat pasangan yang harus berpisah di tahun ini, terutama pada semester kedua. (Tampaknya, beberapa kawan yang memahami saya lebih dalam akan tersenyum kecil saat membaca paragraf ini)

#2

Bicara mengenai kehilangan, tentu tak melulu soal romantika hubungan personal. Tapi, tentu akan meninggalkan kesedihan, menyentuh sisi emosional. Kehilangan lainnya adalah saya tak bisa lagi membaca majalah Bung! di tahun depan. Majalah pria yang diproduksi ruangrupa atas kerja sama FordFoundation ini hanya memproduksi edisi #1-#4. Pada edisi #4 inilah para awak di belakangnya memaparkan sejarah awal dan alasan perpisahan.

Kehilangan Majalah Bung! yang begitu cepat rasanya seperti kehilangan kekasih yang sebenarnya justru kian disayang. Dibandingkan dengan majalah pria lainnya, Majalah Bung! menawarkan problematika pria dari sisi yang berbeda. Hal sepele pun bisa dibahas dari sudut pandang yang tak pernah terduga. Bagi yang penasaran, bisa memesan edisi pertama hingga terakhir via surel bung@ruangrupa.org.

Majalah Bung! edisi #4

Majalah Bung! edisi #4

Masih bicara mengenai majalah, 2012 juga menghantarkan kepergian Newsweek untuk mengakhiri peredarannya dalam wujud cetak di usia 79 tahun. Tahun depan, ia akan hadir dalam bentuk digital. Alasannya, sangatlah klise: profit yang kian lama kian menurun. Namun, mereka percaya bahwa terkadang perubahan tak sekadar baik, tetapi juga kebutuhan.

“Sometimes, change isn’t just good. It’s necessary,” lugas Editor in Chief Newsweek and The Daily Beast.

#lastprintissue

#lastprintissue

#3

Kehilangan dan kematian adalah dua hal yang akrab dan saling bergandengan. Tahun ini telah menghantarkan ayah dari beberapa kawan (kampus maupun sewaktu SD), adik angkatan di kampus, dan seorang sahabat dari sahabat saya akibat kanker serviks.

Meski kehilangan tak datang dari lingkup keluarga terdekat, saya turut merasakan kesedihan. Merasakan bagaimana rasanya kehilangan yang perlahan-lahan perlu diikhlaskan. Seorang kerabat dari teman-teman SD saya pun telah mendahului kami. Dengan usia yang sama dengan saya, ia harus menghentikan perjuangannya di dunia akibat penyakit stroke. Tuhan memberkati kepergian mereka semua.

#4

Kehilangan barangkali tak selalu terus-menerus menghadirkan kegalauan, tetapi bisa juga membawa senyuman. Pada 16 Desember 2012 silam, adik sepupu perempuan saya menikah. Tentu saja bu’lik dan pak’lik merasa kehilangan anak perempuan satu-satunya. Namun, kehilangan agar mendewasakan mereka. Dengan melepas, mereka berarti menghargai kebebasan sang anak untuk menikmati kebahagiaan lain bersama orang yang ia sayang.

Surabaya, 16 Desember 2012

Surabaya, 16 Desember 2012

“Kalau orang Jawa, yang disebut ‘mantu anak’ itu ya cuma kalau menikahkan anak perempuan karena bakal diboyong pihak lelaki,” begitu kata bu’lik sambil menatap sejumlah bingkisan seserahan yang berisi makanan basah.

Waktu itu, beliau sibuk memikirkan agar makanan tersebut tidak tersimpan lama dan akhirnya basi.

Kehilangan mengajarkan kita untuk mengenal air mata tanpa melupakan keikhlasan. Apabila kita tak luput, kelak kedewasaan akan hadir dan perlahan-lahan kita lebih bisa memahami: perpisahan adalah awal dari sebuah pertemuan (yang lain).

Selamat menyambut masa depan,

terima kasih untuk masa lalu (yang mendewasakan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s