Surat Cinta Kepada J

Kepada J, how’s your life?

Banyak yang mengatakan kalau aku ini susah move on, begitulah istilah yang lagi ngetren saat ini. Bagaimana tidak, dengan berat hati aku meninggalkanmu satu setengah tahun yang lalu. Sebelum perpisahan, aku mengatakan kepada orang lain bahwa kemungkinan besar tidak ada kesempatan lagi untuk menemuimu terlalu sering.

“Setahun sekali bisa bertemu saja sudah bersyukur,” pikirku waktu itu. Namun, aku terlalu yakin dan congkak. Nyatanya, selama ini kau telah kutemui sebanyak lima kali, atau lebih. Jelas, ini melebihi ekspektasi. Hingga akhirnya, aku tak pernah mengagendakan apa pun. Biarkan alam yang menuntunku untuk menemuimu.

“Wah, ojo-ojobar iki kowe ora gelem ketemu meneh?” November 2012 silam, seorang kawan sempat menaruh curiga karena aku pergi menemuimu sendiri dan lebih berniat untuk menyepi.

“Hmm… ndak, kok. Selalu ada alasan untuk membuat pertemuan.” Keyakinanku berubah, tak seperti satu setengah satu yang lalu. Ini semakin menggenapkan diriku yang susah move on. Tapi, ketika alasan tak pernah hadir lagi, mungkinkah masih akan ada pertemuan?

Kepada J,

mengapa kau begitu istimewa?

Mengapa kau begitu lihai menghadirkan kenyamanan?

“Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi, bila hati mulai sepi tanpa terobati,” Kla Project pun merujuk padamu, Jogja…

-gandes yang sedang belajar menulis surat cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s