Berani Berharap (Lagi)

Minggu ini (17/3) saya tidak pergi ke Gereja. Tidak juga bertemu Bunda, padahal masih ada banyak hal yang ingin diceritakan. Namun, tiba-tiba saya teringat dengan setumpuk sedotan yang pernah menjadi penguat hidup.

Saya beranjak dari kursi ruang tamu yang sempat menjadi pengusir serangan migrain hebat. Saya bergegas ke kamar dan membuka lemari pakaian. Terlihat sebuah tabung mungil berisikan sedotan warna-warni.

Kertas-kertas bekas dikumpulkan, potongan sedotan pun telah disiapkan. Tak lupa juga bolpoin. Ah, sudah lebih dari dua tahun tradisi ini dilakukan. Sayangnya, kerap diabaikan sejak kembali ke Tangerang.

Satu sedotan dapat dibagi menjadi enam bagian. Kemudian, saya mulai menulis harapan pada enam potongan kertas bekas. Nantinya, kertas-kertas tersebut digulung dan dimasukkan ke dalam lubang sedotan. Ya, mirip seperti kocokan arisan.

Tertulis harapan untuk mereka dan saya. Tentu saja berisikan tentang harapan yang lebih baik. Harapan pertama dipersembahkan untuk seorang kawan. Di antara kegelisahan yang sulit ditepiskan, saya memberanikan diri untuk menulis harapan untuknya, benar-benar murni antara dia dengan dirinya sendiri.

“Apa yang harus diharapkan lagi jika semua telah baik-baik saja?” Pertanyaan ini  sempat terlintas sebelum akhirnya tetap menggulung kertas dan memasukkannya ke dalam sedotan.

Tadi pagi, pertanyaan kemarin sore akhirnya dibungkam dengan kegelisahan yang tergenapkan. Anggap saja ini adalah pertanda bahwa pengharapan tak boleh terputus begitu saja, begitu juga dengan doa.

Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. ~ Albert Einstein

Saya (masih) percaya. Hanya dengan harapan, manusia dapat bertahan melanjutkan hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s