Perempuan yang Penuh Semangat itu Bernama…

“Terakhir, tadi wawancara siapa, Yud?”

Tiga tahun silam, saya dan beberapa teman UKM mulai merasakan pentingnya regenerasi dalam sebuah organisasi. Ada harapan untuk mempertahankan organisasi yang sempat “dihidupkan” kembali. Namun, kami tentu tak akan selamanya berada di kampus untuk tinggal di dalam UKM.

Seiring dengan berjalannya waktu, semester demi semester, pikiran kami kian membuncah sampai-sampai harus menghadirkan tahap wawancara dalam perekrutan. Kami ingin memastikan bahwa generasi selanjutnya mampu merawat dan memperkaya warisan.

Malam hari. Masih ada beberapa teman dan calon “keluarga baru”. Saya justru masih ingat orang yang diwawancarai Yudo waktu itu. Menurutnya, orang tersebut mempunyai semangat. Kedua mata saya pun langsung tertuju pada mahasiswi angkatan 2009, berkarakter unik. Saya tersenyum, mengamini dugaan yang dilemparkan kepadanya.

 ***

“Mba Gaaannnn….”

Begitulah sapaan yang kerap saya dapatkan darinya. Sejak bergabung menjadi “keluarga baru”, beberapa kali kami berdua berkesempatan untuk produksi bersama. Sesekali ia bercerita tentang keluarganya, sesekali ia menceritakan keasyikan di antara kesendirian dan jarak, sesekali ia mengeluh, sesekali ia memberi semangat dan keceriaan, sesekali ia menginspirasi, sesekali ia butuh dibantu, sesekali gilirannya yang membantu.

Meski kebersamaan saya dengannya tidak setiap kali, setidaknya saya belajar banyak hal darinya. Salah satunya adalah semangat.

Semangat merawat ikan mas koki.

Semangat ber(e)kreasi.

Semangat menggambar.

Semangat berbagi waktu dengan para sahabat.

Semangat bertemu alien.

Semangat memberi semangat untuk (mencerahkan hidup) orang lain.

Ia bersemangat, tanpa harus kerap kali terlihat bersungut-sungut.

Senyumnya lebih banyak berkata jujur.

Salah satu karya miliknya yang sampai ke Tangerang.

Salah satu karya miliknya yang sampai ke Tangerang.

***

Meski kebersamaan saya dengannya tidak setiap kali, ada banyak hal yang saya rindukan. Salah satunya adalah bergoyang Sule pada pukul tiga dini hari. Waktu itu kami menyelesaikan produksi tahap pertama untuk film Love is (not) Blue. Emosinya tak karuan akibat kedatangan “tamu” bulanan, sementara saya memang segalanya sudah tak karuan.

Ya, kami pun sesekali berbagi keunikan.

Selamat ulang tahun, Della

Selamat melanjutkan level hidup selanjutnya. Semoga semakin bersahabat dengan waktu, semakin memahami diri sendiri, kapan harus berhenti, berjalan pelan, dan berlari. Selamat menentukan pilihan dengan lebih bijak dan tetaplah bersahaja. Tuhan memberkati.

Kapan kita goyang Sule lagi?🙂

Tangerang, 6 Juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s