Perempuan Perhitungan

Perempuan itu gemar sekali berhitung, meski ia tak pernah menjadi peserta olimpiade Matematika yang sebenarnya dibutuhkan oleh Negeri yang larut dalam kemalasan.

Ah. Mendapat nilai enam pas-pasan saja, ia sudah loncat kegirangan.

Perempuan itu gemar sekali berhitung, meski ia sebenarnya bukan orang yang perhitungan.

Ia justru tak segan-segan berbagi, termasuk berbagi kesenangan, menyerahkan (pemilik) senyum yang sempat menjadi sumber penghidupan.

1-20 of about 102

81-100 of about 189

161-170 of about 170

Sesekali memberanikan diri membuka pesan yang masih tersimpan, namun lebih banyak kesempatan yang mendapatinya bersikap serupa pecundang yang ketakutan.

Turus, teman perhitungan

Turus, teman perhitungan

Ia gemar sekali berhitung meski dalam setiap keraguan. Malam ia hitung. Siang ia hitung. Pesan yang tak kunjung ia hapus pun masih saja bisa terhitung. Bertahun-tahun. Perlahan-lahan.

Meski mengaku tak perhitungan, tetap saja ada hal yang membuatnya terlihat sangat perhitungan.

Ada hal-hal yang tak mau lagi ia bagi: kenangan.

Ada hal-hal yang masih saja takut ia temui: kenyataan.

Meski mengaku senang berhitung, tetap saja ada hal yang tak bisa ia hitung dengan tuntas: keikhlasan.

161-170 of about 170

 Masih ada yang tersimpan. Masih ada percakapan, ingatan, dan perjalanan yang harus diikhlaskan. Entah sampai kapan.

“Dibaca saja, tak perlu dirasa,” ucap 25 November 2012 mengingatkan.

“Gandes, ingat deadline,” lalu alter ego menampar pipi saya kiri dan kanan.

Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s