Little India, Penyerbak Aroma Rempah

Kios-kios kecil berjajar di tepi jalan, sebagian lain berada di pinggir lorong dan gang. Masing-masing menjual rempah-rempah dan untaian melati warna-warni yang berbentuk kalung panjang. Pemandangan khas ini dapat kita jumpai ketika menelusuri kawasan Little India, Singapura. Ya, tak perlu lagi jauh-jauh menjelajahi tanah India.

Sebagai salah satu kawasan budaya autentik paling ramai, Little India menawarkan keramaian dan aroma berbeda. Terlebih lagi, tempat ini menjadi kawasan utama bagi kaum etnis India di Singapura. Wisatawan akan bertemu dengan penjual kachang puteh (kacang bakar), penjual koran, hingga gedung bioskop yang menyediakan layar Bollywood.

Kalau pagi atau siang hari ke Little India, jalanan masih tampak lengang.

Menyambangi Little India pada pagi atau siang hari, jalanan masih tampak lengang. Barangkali, Little India ini serupa kawasan Malioboro, Yogyakarta tetapi memfungsikan akses jalan seluruhnya untuk jalur satu arah sehingga tampak lebih luas.

Bau rempah begitu kentara. Serasa di India. Padahal, saya juga belum pernah ke India.

Bau rempah begitu kentara. Serasa di India. Padahal, saya juga belum pernah ke sana.

Di salah satu sisi jalan ada penjual yang memajang tas ini. Saya jadi ingat tas lawas punya mama berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Di salah satu sisi jalan ada penjual yang memajang tas ini. Saya jadi ingat tas lawas punya mama berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Keseruan merasakan pengalaman India tentu tak akan lengkap jika tak mencicipi kuliner khas yang lekat dengan bumbu pedas. Terdapat sejumlah restoran ternama yang bisa jadi pilihan seperti Komala Villas, Banana Leaf Apolo, dan Muthu’s Curry. Ada pula penganan unik, yaitu roti prata dan thosai (panekuk ala India) di Tekka Market and Food Centre.

Para penggila belanja juga akan dimanjakan. Pusat perbelanjaan Mustafa Centre selalu sedia selama 24 jam bagi wisatawan yang hendak berburu oleh-oleh. Mulai dari pernak-pernik rumah tangga, hiasan dekoratif, makanan, rempah-rempah India, pakaian, hingga barang-barang elektronik tersedia dengan harga terjangkau. Pelancong pun tak perlu khawatir karena tersedia jasa money changer yang berada di bagian depan mal. Cara ini efektif bagi pengunjung yang tiba-tiba “kalap” dan kehabisan dollar. Hehehe…

Mal yang satu ini sering kali jadi destinasi wajib wisatawan. Mulai dari pakaian, makanan, suvenir, sampai CD pun dijual dengan harga terjangkau.

MUSTAFA CENTRE. Mal yang satu ini sering kali jadi destinasi wajib wisatawan. Mulai dari pakaian, makanan, suvenir, sampai CD pun dijual dengan harga terjangkau.

Sewaktu ke sana, di depan Mustafa Centre terjadi kemacetan panjang. Entah karena banyak mobil yang parkir di pinggir jalan atau akibat adanya perbaikan jalan di sekitarnya.

Sewaktu ke sana (10/1), di depan Mustafa Centre terjadi kemacetan panjang. Entah karena banyak mobil yang parkir di pinggir jalan atau akibat adanya perbaikan jalan di sekitarnya.

Kita bisa menjelajahi kawasan Little India dengan moda transportasi MRT dan melanjutkannya dengan berjalan kaki. Pilihan lainnya adalah SMRT Link, jasa bus reguler gratis pertama yang dikelola operator transportasi umum. SMRT Link berkeliling dari stasiun MRT Dhoby Ghaut sampai Little India, tersedia pada akhir pekan dan hari libur nasional mulai pukul 11.00 hingga 22.00 waktu setempat dengan frekuensi setiap 8–15 menit.

Saya pernah mengalami disorientasi arah saat berada di sini akibat adanya perbaikan jalan, pukul 22.30 waktu setempat. Sebenarnya, jalanan masih terlihat ramai karena terdapat pasar malam di sepanjang jalan. Namun, di beberapa sudut banyak kerumunan para pekerja bangunan yang sedang melepas lelah.

Pada malam hari, banyak pria (dengan ras India, tentunya) yang merokok dan berbicara dengan bahasa yang tidak saya mengerti. Beberapa di antaranya adalah kaum pekerja bangunan yang sedang melepas lelah. Dengan memegang prinsip “mereka tidak akan mengganggu jika saya tak mengganggu lebih dulu”, saya mencoba untuk tetap tenang. Membuka peta (berkali-kali). Setelah melintasi tempat yang sama sebanyak dua kali, akhirnya jalan yang benar pun ditemukan. [*]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s