Dicari: Perpanjangan Tangan #ceritauntukIndawa

Saya percaya, orang-orang yang ada di sekitar kita adalah perpanjangan tangan dari Sang Pencipta.

Hampir selama setahun saya menyimak cerita seorang kawan yang menjadi guru di SD Inpres Indawa-Makki, Lany Jaya, Papua. Winant Marcelino, namanya. Ino, saya biasa memanggilnya, adalah teman seangkatan saat kuliah. Satu UKM pula.

Selama mengajar, laki-laki berwajah kalem (berhati usil) ini menceritakan pengalamannya melalui note Facebook. Mulai dari mengenalkan Indawa (di saat kita saya hanya familier dengan nama Sorong, Manokwari, Jayapura, Wamena, Raja Ampat, dan Merauke), “memamerkan” keindahan alam yang ada di sana, hingga mengenalkan keistimewaan hidup bersama anak-anak spesial. Ada yang mudah menangis di kelas, bercita-cita menjadi suster, ngambek gara-gara semangka, selalu mendapat nilai terbaik di kelas, atau kegirangan saat menyantap agar-agar.

Jika kamu adalah orang yang belum pernah menginjakkan kaki di tanah Papua, apa yang terlintas di  benakmu saat melihat ini? Ino berhasil membuat sebagian besar temannya patah hati. Perih.

Jika kamu adalah orang yang belum pernah menginjakkan kaki di tanah Papua, apa yang terlintas di benakmu saat melihat foto ini di timeline Facebook? Ino berhasil membuat sebagian besar temannya patah hati. Perih.

"Kenapa anak-anak saya ini perlu dicukur? Karena rambut mereka adalah tempat kutu dan telur-telurnya bersarang. Ngliatnya aja udah bikin merinding! Maka ada baiknya rambut mereka ini dicukur tipis. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi ini demi kesehatan," tulis Ino pada 12 Januari 2013.

“Kenapa anak-anak saya ini perlu dicukur? Karena rambut mereka adalah tempat kutu dan telur-telurnya bersarang. Ngliatnya aja udah bikin merinding! Maka ada baiknya rambut mereka ini dicukur tipis. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi ini demi kesehatan,” tulis Ino pada 12 Januari 2013.

Seru! Satu kata yang bisa menggambarkan perasaan saya ketika membaca cerita-cerita Ino. Sayangnya, ada kegelisahan di balik keseruan yang diceritakan. Kegelisahan yang tersadarkan berkat obrolan dengan kawan lain, Aring Sulistyo.

Para murid SD Inpres Indawa-Makki memang mampu menghadirkan banyak cerita sekaligus warna bagi Ino dan pengajar lainnya, tetapi mereka justru tak punya banyak buku cerita anak-anak yang bisa dibaca. Di satu sisi, pemda sedang berjuang keras menuntaskan melek huruf. Belum lagi, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak-anak membaca buku cerita. Tak percaya? Googling saja.

Lihat gaya mereka. Sudah bisa ditebak siapa yang menjadi pengarah gaya? :)

Lihat gaya mereka. Sudah bisa ditebak siapa yang menjadi pengarah gaya?🙂

Ino adalah perpanjangan tangan dari anak-anak Indawa. Ino menyuarakan hal yang barangkali belum sempat disuarakan sebelumnya.

Untuk apa berpura-pura tidak tahu apa-apa jika sebenarnya kita tahu harus berbuat apa.

Ide yang dibincangkan Aring dan Ino untuk membantu anak-anak di Indawa tak boleh berhenti begitu saja. Selama kita bisa melakukan sesuatu, mengapa harus berhenti untuk membantu?

Di tengah tantangan persediaan sinyal dan peranti tempur yang mendadak “rewel”, kami terus berkoordinasi. Teman-teman lainnya pun ikut membantu. Giras Pasopati yang meminjamkan laptop untuk membedah poster. Diki Cahyo yang bersedia menjadi contact person untuk wilayah Yogyakarta. Papua-Jakarta-Yogyakarta. Ada satu misi yang terbentang di antaranya.

Ino adalah perpanjangan tangan dari para murid SD Inpres Indawa. Aring adalah perpanjangan tangan dari Ino. Saya adalah perpanjangan tangan dari Aring. Giras dan Diki adalah perpanjangan tangan dari saya. Lalu… kalian menjadi perpanjangan tangan selanjutnya yang kami butuhkan hingga pada akhirnya anak-anak Indawa sendiri yang akan menerima uluran tangan kalian. Dalam bentuk apa pun.

Berikan kesempatan kepada mereka untuk terus membaca dan menceritakannya kembali kepada teman sebaya. Jadikan Indawa kian berwarna.

Apakah kamu bersiap untuk menjadi perpanjangan tangan #ceritauntukIndawa?

Melewatkan cerita-cerita Indawa? Sila mampir di sini:

Indawa, Indah pada Waktunya

Sekolah Ini Sudah Lama Berdiri

Mereka juga Berhak Bermimpi

Saya Punya Anak-anak Spesial

Dal Ngambek Gara-gara Semangka

Saya Malu Semalu-malunya

“Terima kasih…”

Jalang-jalang di Wamena

Bagi-bagi Ubi

“Hormaaat, graaak!!”

Aku dan Cita-citaku

Tangerang, 2 Maret 2014.

Selamat ulang tahun, Pak Guru Ino🙂

4 thoughts on “Dicari: Perpanjangan Tangan #ceritauntukIndawa

    • Hai, Mba Diph. Iya, nih sa belum blast di grup WA… Bisa banyak cara. Sebar info, ikut donasi buku, atau menyisihkan uang jajan nanti biar kami yang belikan buku cerita. Bisa klik link yang ada di teks: #ceritauntukIndawa ya… atau kunjungi notes FB milik bung Ino…. Suwun🙂

    • Beda, mas… Kami lebih spesifik di SD Inpres Indawa, tempat mengajar temen kampusku. Kalau BuP, mereka punya distribusi ke beberapa wilayah. Kebutuhan kami pun lebih spesifik, yaitu buku cerita anak. Bergerak murni atas inisiatif pribadi. Kami sudah berdiskusi dengan pihak mereka. Untuk jangka waktu dekat, mereka punya agenda lain. Jadi, kami tetap bergerak independen🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s