FAQ #ceritauntukIndawa

Sejak 1 Maret silam, saya dan beberapa kawan menyuarakan #ceritauntukIndawa. Sebelumnya, gerakan ini sudah disuarakan oleh kawan saya yang bertugas sebagai guru di SD Inpres Indawa-Makki. Tulisannya ada di sini. Saya sendiri sudah menuliskan #ceritauntukIndawa di sini.

Tapi, masih banyak orang lain di luar sana yang ingin tahu lebih banyak, banyak, dan banyak. Oke. Inilah FAQ #ceritauntukIndawa.

1. Apa itu #ceritauntukIndawa?

#ceritauntukIndawa adalah gerakan inisiatif yang sifatnya independen, atas nama pribadi. Mengajak siapa pun untuk mendonasikan buku cerita anak berbahasa Indonesia untuk murid-murid SD Inpres Indawa-Makki. Salah satu guru di sana, Winant Marcelino (Ino), terlibat langsung dalam gerakan ini. Lanjutnya, sila mampir di sini atau di sini.

2. Di mana itu SD Inpres Indawa?

SD Inpres Indawa merupakan sekolah yang berdiri sejak 1982. Berlokasi di Distrik Indawa, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua. Lanny Jaya adalah pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya. Lanjutnya, sila mampir di sini dulu, lalu di sini.

3. Eh, terus, Pak Guru Ino itu siapa?
Ino adalah guru kontrak yang ditugaskan instansi swasta untuk menjadi guru di Papua. Ia mulai berdinas sejak Juli 2013 dan kontrak akan habis pada Juni 2014 mendatang. Ia mengajar matematika dan menjadi wali kelas 4. Nah, karena Ino merasakan langsung jadi pendidik di sana, sering curhat di Facebook, dan lihai menulis jurnal selama bertugas, kita semua jadi tahu keadaan di sana. Mulai dari hal yang seru dan menggelisahkan.

Beradaptasi dan mengenal keadaan selama beberapa bulan, sekitar awal 2014 silam Ino menyadari ada yang kurang. Salah satu yang menggelisahkan adalah minimnya persediaan buku cerita anak. Jarak yang jauh dari pusat kota menyebabkan informasi yang diterima sangat terbatas. Terlebih lagi, buku cerita anak perlu dibeli di Wamena. Harga satu buku di sana bisa mencapai 3 hingga 5 kali lipat dari buku cerita anak yang biasanya beredar di Pulau Jawa.

4. Sebentar, deh. Ino itu kan guru kontrak. Kalau kontrak habis, #ceritauntukIndawa udahan, gitu?
Tenang, Ino sampai sekarang masih menunggu keputusan di akhir penugasan. Akan diperpanjang atau tidak. Setidaknya, dia tahu apa yang harus dilakukan saat ini sebelum terlambat.

Nah, kalau kontrak dia diperpanjang, maka #ceritauntukIndawa pasti akan jalan lagi. Ndak hanya sekali ini. Kalau kontraknya tidak diperpanjang, kami sudah berdiskusi dengan pihak komunitas yang lebih besar dan memang menggalang donasi buku ke Papua. Rencana tersebut bersifat jangka panjang. Jadi, tetap akan ada follow-up berikutnya.

5. Berapa banyak buku yang dibutuhkan?
Sebanyak-banyaknya! Jumlah murid SD Inpres Indawa sekitar 200 siswa. Berharap, kami dapat mengumpulkan 200 buku. Satu anak, satu buku. Tapi, sesuai target atau tidak, kami akan tetap jalan terus. Berapa pun buku yang terkumpul, semua cerita akan tetap dikirim. Tapi, bukankah lebih baik jika adik-adik di SD Inpres Indawa mendapatkan banyak cerita?

6. Kok, pengumpulan donasi hanya sebulan? Mengapa?
Mengapa? karena masa dinas Ino tinggal beberapa bulan lagi. Paling tidak, kami bisa berbuat sesuatu untuk mereka. Jika kontrak Ino diperpanjang, #ceritauntukIndawa bisa jalan kembali dalam rentang waktu lebih lama. Kalau tidak diperpanjang? Simak lagi nomor 4.

7. Kapan pengiriman?
Periode pengumpulan buku dibatasi sampai 31 Maret. Pengiriman akan diagendakan paling lambat pada 12 April 2014. Buku-buku dari Yogyakarta perlu dikirim ke Jakarta agar pengiriman langsung dijadikan satu paket.

8. Pengiriman via apa?
Kami akan menggunakan jasa kargo. Di kawasan Tangerang (domisili saya) atau Jakarta memiliki pilihan jasa kargo. Ini relatif lebih murah dibandingkan pos dan sudah diterapkan oleh instansi Ino saat harus mengirimkan barang ke sekolah tersebut. Barang akan tiba di Wamena. Lalu, Ino akan mengambilnya di sana.

9. Nanti di sana bukunya gimana? Sudah ada perpustakaan? Kalau belum, berarti perlu biaya pengadaan dong?
SD Inpres Indawa belum memiliki perpustakaan, ya karena stok buku yang minim. Tapi, tenang saja. Buku yang telah didonasikan akan tetap terjaga dan terawatt. Perpustakaan bisa dikondisikan karena masih ada ruang kelas yang kosong dan sejumlah lemari yang bisa dimanfaatkan. Buku akan tersimpan baik. Ruangan akan disulap menjadi perpustakaan. Jadi, biar anak-anak menjalani apa yang sesuai dengan porsinya. Begitu juga dengan pengajar, pemda, dan instansi lain sebagai partner kerja sama. Kita? Melakukan apa yang bisa dilakukan.

10. Butuh biaya tambahan untuk pengadaan perpustakaan?

Tidak perlu ada biaya tambahan untuk pengadaan perpustakaan. Kami membutuhkan buku tambahan dan biaya tambahan untuk pengiriman.

11. Apa hubungannya #ceritauntukIndawa dengan Buku untuk Papua (BuP) kan sama-sama aksi donasi buku untuk Papua?
Hubungan kami baik. Hehehe…
Kami sama-sama bergerak melakukan sesuatu untuk Papua. #ceritauntukIndawa mendistribusikan buku fokus untuk SD Inpres Indawa karena Ino bertugas di sana. Sementara BuP, punya sejumlah titik distribusi di Papua. Keduanya saling dukung karena ada misi yang sama: mengumpulkan buku, mendistribusikan ilmu, semakin menanamkan minat baca bagi anak-anak Papua.

12. Lalu, berapa biaya yang diperlukan untuk mengirimkan semua buku yang telah terkumpul?

Sebagai gambaran, kami mendapatkan rekomendasi jasa kargo yang melayani pengiriman Tangerang-Wamena dengan tarif Rp 74.000 per kilogram. Tapi, kami masih terbuka dengan rekomendasi jasa kargo lainnya yang bisa menekan biaya pengiriman. Tujuannya sudah pasti menuju Wamena. Dari Wamena. nanti akan diambil oleh Ino dan para para pengajar SD Inpres Indawa.

13. Terus, apa yang bisa dilakukan?
Berbagi #ceritauntukIndawa dalam bentuk apapun. Mendonasikan buku cerita, mendonasikan uang untuk biaya pengiriman, menyebarkan informasi ini, dan mendoakan agar segalanya berjalan dengan lancar🙂

Ada pertanyaan lain? Sila kontak saya, Bung Diki, atau Pak Guru Ino. Anda bertanya, kami menjawab🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s