#laporanmingguan V #ceritauntukIndawa (untuk disebarkan)

Apa kabar #ceritauntukIndawa?
Mencoba bercerita di sela-sela masih riuhnya pesta demokrasi dan segala macam atribut lainnya. Tiga puluh satu Maret sudah lewat. Periode donasi pun telah ditutup sejak pada saat itu. Namun, #ceritauntukIndawa masih terus kami kabarkan sesuai dengan kisah perjalanan terbaru.

Setelah penutupan periode donasi dengan hasil yang mengharukan, kami masih menunggu beberapa paket buku #ceritauntukIndawa yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan masing-masing PIC dropbox. Jadi, setelah 31 Maret masih ada penambahan buku dan berat paket. Ada pula kawan yang masih ingin memberikan donasi finansial. Kami benar-benar bersyukur atas semangat berbagi dari berbagai pihak. Terima kasih terima kasih terima kasih.

Winant Marcelino menceritakan kembali respons anak-anak SD Inpres Indawa ketika ia menceritakan tentang #ceritauntukIndawa. Nogoba Allah... :)

Winant Marcelino menceritakan kembali respons anak-anak SD Inpres Indawa ketika ia menceritakan tentang #ceritauntukIndawa. Nogoba Allah…🙂

Berikut ini catatan perjalanan #ceritauntukIndawa mulai dari 1 Maret hingga 7 April 2014.

Terima kasih kepada  yang telah ikut bergerak dan berbagi #ceritauntukIndawa pada periode 1-7 April 2014. Nurina Sofiana, Anindhita Pradiptia, Rumah Bawah, Angelo Fernando, Veronika Kaban, Benedikta Desideria, Gabriela Laras, Patriot Putra Mahendra, Aditya Irwantyanto, Lukas Hendra dan kawan-kawan, Adit, Teguh dan kawan-kawan, serta Natalia Indah (lagi).

Ada juga Yoga, kawan mba Vika, Chatarina Rini, Felix Ade, dan Hanum Kusuma Dewi yang telah menyisihkan uang jajan. Terima kasih sekali lagi untuk Rumah Bawah yang telah mengadakan program khusus donasi bagi #ceritauntukIndawa.

Sesuai dengan agenda, Sabtu kemarin (5/4) buku-buku dropbox Jakarta terbang menuju Jogjakarta. Dan, bahagia adalah HARI INI (10/4) BUKU SUDAH SAMPAI JOGJA! HORE! (maaf, caps lock jebol karena kelewat bungah). Terima kasiiiiiih. Ini berkat kalian semua. Buku-buku #ceritauntukIndawa mulai berjalan lebih jauh dan akan kembali berjalan lebih jauh lagi. Rencana berikutnya, menuntaskan perjalanan dari Jogjakarta menuju Wamena yang kami rencanakan pada 11 April 2014. Kami akan terus memberikan update sampai buku-buku #ceritauntukIndawa tiba di Wamena, lalu titik terakhir: SD Inpres Indawa. Mohon doa agar segalanya berjalan dengan lancar. Mestakung. Amin.

Terima kasih untuk mama yang ikut mengemas dan menemani berkemas. Ikut penasaran dan mendoakan.

Terima kasih untuk mama yang ikut mengemas dan menemani berkemas. Ikut penasaran dan mendoakan.

Jasa kargo punya timbangan digital dengan angka yang lebih akurat. Kalau saya, menimbang buku-buku dengan alat timbang berat tubuh. Mohon maaf jika ada perbedaan berat awal dan akhir. Setidaknya, selisih angkanya tidak begitu banyak ya... :p

Jasa kargo punya timbangan digital dengan angka yang lebih akurat. Kalau saya, menimbang buku-buku dengan alat timbang berat tubuh. Mohon maaf jika ada perbedaan berat awal dan akhir. Setidaknya, selisih angkanya tidak begitu banyak ya… :p

Karena tujuan pengiriman nebeng di tempat kerabat yang lain, maka informasi nama dan alamat lengkap kami sembunyikan ya... :)

Karena tujuan pengiriman nebeng di tempat kerabat yang lain, maka informasi nama dan alamat lengkap kami sembunyikan ya…🙂

Berikut rincian anggaran pengeluaran #ceritauntukIndawa (berdasarkan perkiraan). Berapapun besarnya, dana sisa akan dimanfaatkan untuk belanja keperluan alat-alat tulis. Berat yang tercantum adalah hasil timbangan dengan alat timbangan berat tubuh, bukan timbangan yang memang digunakan oleh jasa kargo. Jadi, bisa saja terdapat sedikit perbedaan (apalagi masalah pembulatan) antara berat yang kami timbang dengan berat yang ditimbang oleh jasa kargo nanti. Tapi, setidaknya, kami sudah memberikan gambaran mengenai anggaran pengeluaran.

Terlampir rincian anggaran dengan data terakhir yang kami himpun per 7 April 2014. Dana sisa akan kami manfaatkan untuk belanja alat-alat tulis. Segala amanah dari perpanjangan tangan akan kami sampaikan untuk adik-adik di SD Inpres Indawa-Makki. Ini bukan tentang kami, tetapi mereka :)

Terlampir rincian anggaran dengan data terakhir yang kami himpun per 7 April 2014. Dana sisa akan kami manfaatkan untuk belanja alat-alat tulis. Segala amanah dari perpanjangan tangan akan kami sampaikan untuk adik-adik di SD Inpres Indawa-Makki. Ini bukan tentang kami, tetapi mereka🙂

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Update 11 April 2014

Tadi sore (11/4), Bung Diki mengabarkan bahwa #ceritauntukIndawa telah kembali berjalan lebih jauh. Dari Jogja menuju Wamena. Puji semesta, satu per satu agenda berjalan sesuai dengan rencana. Kemungkinan, paket akan sampai maksimal 7-10 hari. Semua tergantung kondisi cuaca dan jadwal pesawat perintis yang menghantarkan hingga Wamena. Dari Wamena, pak guru Ino akan menjemput paket tersebut bersama teman-teman pengajar lainnya. Mohon doa agar buku-buku #ceritauntukIndawa tiba dengan selamat.

Berikut rincian anggaran yang benar-benar final. Ada beberapa revisi mengenai alokasi dana karena sekali lagi, ini lebih soal akurasi timbangan.Kami menimbang dengan alat timbangan manual. Tetapi, timbangan kargo lebih muktahir dengan angka di belakang koma yang lebih detail. Jadi, berat yang kami hitung total ada 175 kilogram, alhasil terhitung total oleh pihak kargo adalah 173 kg.

Perubahan anggaran juga disebabkan adanya biaya tambahan untuk potongan pajak dan biaya packing tambahan. Maklum, paket harus benar-benar dibungkus dengan rapi. Jadi ya… kami mempercayakan pihak kargo agar bisa mengemasnya sebaik mungkin. Berikut rincian anggaran yang baru.

Update 11 April 2014.

Update 11 April 2014.

Penjelasan pemanfaatan sisa dana

Kami coba melakukan alokasi dana kembali berdasarkan prioritas. Dana yang masuk diprioritaskan untuk membiayai pengiriman Jakarta-Yogyakarta, lalu Yogyakarta-Wamena. Kemudian, terdapat sisa dana Rp 125.755,00. Lalu, tim memanfaatkan sisa dana tersebut untuk dibelanjakan keperluan alat tulis pensil dan penghapus sebanyak 200 buah. Kenapa 200? Karena jumlah murid-murid SD Inpres Indawa ada 200 murid. Supaya semua murid kebagian, kami akan membagikannya satu per satu. Alhasil, tim menggenapkan dana sisa agar bisa membelikan alat-alat tulis tersebut. Dengan demikian, hasil donasi telah dimanfaatkan untuk kepentingan adik-adik di SD Inpres Indawa. Terima kasih, semuanya… :’)

Bung Diki juga memberikan beberapa dokumentasi. Terima kasih banyak, mas Dom yang sudah ikut menghantarkan buku-buku #ceritauntukIndawa…🙂

DSC06293

 

Karena tujuan pengiriman nebeng di tempat kerabat yang lain, maka informasi nama dan alamat lengkap kami sembunyikan ya... :)

Karena tujuan pengiriman nebeng di tempat kerabat yang lain, maka informasi nama dan alamat lengkap kami sembunyikan ya…🙂

via Diki Cahyo

via Diki Cahyo

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah memberikan perhatian khusus dengan #ceritauntukIndawa. Kalian semua sitimewa! Terima terima terima terima terima kasih… Nantikan selalu kabar #ceritauntukIndawa selanjutnya. Semesta selalu menyertai.

via Diki Cahyo

via Diki Cahyo

 

Melewatkan #laporanmingguan pertama? Sila mampir di sini.

Melewatkan #laporanmingguan kedua? Sila mampir di sini.

Melewatkan #laporanmingguan ketiga? Sila mampir di sini.

Melewatkan #laporanmingguan keempat? Sila mampir di sini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s