Malam Menawan Negeri di Atas Awan

Menikmati musik jazz dengan balutan suhu di bawah 5 derajat celsius menjadi pengalaman yang tak biasa. Langit malam dipenuhi cahaya warna-warni, menorehkan keindahan. Beruntung, Anda tak perlu melancong hingga negeri seberang. Simfoni musik dan alam disuguhkan secara cuma-cuma oleh negeri sendiri, yakni Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah yang dikenal dengan Negeri di Atas Awan.

Berdasarkan julukan Dieng, acara panggung musik jazz dikenal dengan Jazz Atas Awan. Gelaran tahun kedua ini termasuk dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) yang diadakan pada hari pertama festival, Sabtu (30/8). Sejak pukul 19.00 WIB, penonton mulai berkumpul. Semakin malam, suasana kian ramai, sedikit bisa mengurangi rasa dingin.

Ribuan wisatawan yang berbaur dengan warga lokal asyik mengikuti lantunan lagu, lengkap dengan “teman penghangat” seperti sarung tangan, jaket, bahkan sarung. Terlihat beberapa di antara mereka sengaja menggerak-gerakkan tubuh lebih atraktif untuk melawan dingin. Meskipun demikian, sensasi dingin di ketinggian rata-rata 2.000 meter di atas permukaan laut tetap perlu diantisipasi.

Panggung Jazz Atas Awan menjadi ruang apresiasi terhadap musisi jazz dari berbagai komunitas di Indonesia. Sebagian besar penampil merupakan musisi-musisi lokal yang karya musiknya tak kalah dengan musisi yang terbiasa unjuk gigi di panggung-panggung ternama.

Dari 38 grup yang berminat tampil, panitia akhirnya harus menyeleksinya karena keterbatasan waktu dan sumber daya. Sebanyak 14 musisi terpilih, di antaranya Absurdnation, SNF, 4U feat Jam, Summer House Project, Sounday, dan Pandawa Jazz. Mereka pun tak sembarang dalam berpakaian karena panggung kali ini tidak seperti biasanya. Berada di atas awan, suhu bisa saja mencapai minus, terlebih lagi saat puncak musim kemarau tiba.

IMG_0803-1 copy

Lampion
Keindahan malam di Dieng tidak hanya berasal dari lampu panggung. Di sela-sela penampilan musisi, sebagian wisatawan menerbangkan lampion warna-warni. Panitia DCF sengaja menghadirkan kegiatan pesta lampion sebagai pendukung acara. Peserta festival yang membeli tiket akan mendapatkan paket khusus, termasuk lampion. Ribuan lampion membumbung tinggi ke langit mengiringi para musisi jazz bernyanyi. Sesekali, beradu juga dengan gemerlap dan bahana suara kembang api. [Dimuat dalam epaper 10 September 2014]

IMG_0824-8 copy

IMG_0811-2 copy

IMG_0813-3 copy

2 thoughts on “Malam Menawan Negeri di Atas Awan

  1. poto-potonya keren tulisannya kemrenyess!
    monggo pinarak lagi di DCF 2016 taun ini yg semoga tambah seru hehe

    salam kenal, mbak gandes 🙂

    • Terima kasih, Mas Edi atas kunjungannya kembali. Semoga bisa dolan lagi di DCF. Sukses lan lancar untuk acara tahun ini.

      Salam kenal juga, mas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s