Apa Kabar #ceritauntukIndawa? Saya Kangen

Duduk di tanah lapang dengan dikelilingi ilalang. Membaca buku kesayangan, duduk berlatarkan pemandangan menawan. Angin semilir sesekali berembus turut menggoda lembar halaman buku yang sedang diperhatikan.

Dok Winant Marcelino

Dok Winant Marcelino

Dok Winant Marcelino

Dok Winant Marcelino

Begitulah ilustrasi sering saya temukan dalam sampul buku cerita anak-anak. Menyenangkan sekali meski saya sendiri belum pernah benar-benar merasakannya. Beruntung, ada yang sudah merasakan langsung, mereka. Ya, adik-adik di SD Inpres Indawa-Makki, Lanny Jaya, Papua. Saya tahu karena sebuah foto meluncur di beranda Facebook. Awal bertugas di Papua, Ino “memamerkan” foto dirinya yang berlatar pemandangan alam nan ciamik. Di akhir semester, ia pun berhasil membuat saya iri lagi. Hehehe…

Continue reading

Dari Perempuan Pemalu untuk Lelaki yang Tak Sedang Dalam Pelukan

Lagi-lagi tak ada senja yang tertangkap kamera ponsel. Tertangkap oleh ingatan pun tidak karena memang tak ada yang terlihat. Pernah suatu waktu aku mengirimkan surat penawaran kepada senja, “Bisakah kau menunda kedatangan? Sembari menunggu tulisanku selesai, kau bisa menikmati kopi hangat lebih dulu di kafe yang tak jauh dari kantorku. Minumlah kopi barang satu hingga dua cangkir agar kau tak dilanda kantuk saat muncul nanti. Aku yang traktir.”

Ternyata, senja antisuap dan keras kepala. Ia tetap akan datang dan berlalu. Dua jam setelah kemunculannya, aku baru bisa benar-benar meninggalkan langit-langit ruangan dan merasakan langit malam. Gelap pun jatuh. Banyak bintang malam ini, mungkin ada seorang pemilik gelisah yang berusaha mengirimkan terang untuk mengelabui kekalutannya. Mungkin, ia tak ingin ada yang membaca pikirannya dan mempertanyakannya.

Continue reading

Berubah? Lalu, Kenapa?

“Tapi, dia enggak seperti yang dulu. Hmm… Gimana ya… Beda, deh pokoknya…”

Begitulah komentar seorang teman saat saya menanyakan pendapatnya tentang teman yang lain. Setahun yang lalu. Kala itu, saya juga menyadari adanya perubahan yang terlihat. Namun, saya tidak begitu mempermasalahkannya karena perubahan (bukan perobahan) tersebut saya maknai atau setidaknya bisa ditarik hikmah positifnya. Tetapi bagi teman yang lain, perubahan menimbulkan kejanggalan karena mematahkan kebiasaan.

Saya justru sempat khawatir kalau-kalau si pemberi komentar tidak lagi ingin berteman akrab dengan orang yang katanya telah berubah. Takut jalinan pertemanan mereka kandas hanya karena salah satu dari mereka ada yang berubah. Entahlah, malah saya yang dirundung gelisah dan sibuk memikirkan jalinan pertemanan orang lain.

Continue reading

Perjalanan, Pertanyaan, Ingatan, dan Pembelajaran

Tak seperti tahun lalu, perjalanan kali ini tak membawa saya keluar dari Tangerang dan Jakarta. Tahun ini tidak ada Ganjuran atau Yogyakarta. Tahun ini tidak ada keinginan menyepi di suatu tempat. Beruntung, selalu masih ada pembelajaran dari apa yang sudah didapatkan, lakukan, dan rasakan.

Perjalanan

Awal Maret silam, saya bersama beberapa kawan melakukan aksi #ceritauntukIndawa. Kami menggalang donasi buku dan finansial untuk adik-adik di SD Inpres Indawa. Kesempatan yang luar biasa untuk bisa bekerja sama dengan mereka dan mengenal lebih banyak orang lain. Lengkapnya, bisa disimak di sini.

Continue reading

#laporanmingguan V #ceritauntukIndawa (untuk disebarkan)

Apa kabar #ceritauntukIndawa?
Mencoba bercerita di sela-sela masih riuhnya pesta demokrasi dan segala macam atribut lainnya. Tiga puluh satu Maret sudah lewat. Periode donasi pun telah ditutup sejak pada saat itu. Namun, #ceritauntukIndawa masih terus kami kabarkan sesuai dengan kisah perjalanan terbaru.

Continue reading

#laporanmingguan IV #ceritauntukIndawa (untuk disebarkan, terima kasih)

Selamat tanggal tiga puluh satu. Apa yang spesial dari tanggal ini selain menjadi Hari Raya Nyepi? Tidak, saya tidak sedang berulang tahun. Tidak juga kawan saya yang bernama Winant Marcelino, Diki Cahyo, dan Aring Sulistyo. Tapi, hari ini adalah hari kesekian kalinya kami bersyukur dan kian belajar menghargai keikhlasan orang lain dalam berbagi. Berbagi saran, semangat, dukungan, doa, dan donasi. Bukan untuk kami, tetapi untuk adik-adik SD Inpres Indawa-Makki.

Ya, #ceritauntukIndawa yang kami suarakan sejak 1 Maret silam memberikan pembelajaran yang sangat sangat sangat berarti, sekecil apapun. Semoga kalimat barusan tidak terkesan berlebihan. Nyatanya, mengenal kalian semua sebagai perpanjangan tangan telah menjadi pengalaman menyenangkan dan menenangkan. Terima kasih telah banyak mengingatkan dan mengurangi kegelisahan.

Continue reading

Apa kabar #ceritauntukIndawa malam ini?

Selamat malam, kawan-kawan pemerhati #ceritauntukIndawa. Menyenangkan bisa mengenal kalian semua yang menjadi perpanjangan tangan #ceritauntukIndawa. Saling sapa dalam kata, bertemu dalam ruang maya maupun nyata, berdiskusi, atau saling mendukung melalui doa yang diam-diam dipanjatkan. Menyenangkan, menenangkan. Terima kasih banyak… Semesta memang maha baik. Sangat baik. Dan, selalu tahu yang terbaik.

Kabar #ceritauntukIndawa begitu baik, sangat baik. Berkat kalian semua. Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait banyaknya kabar terbaru setelah kami berdiskusi lintas kota, bahkan pulau.

Continue reading