Perjalanan, Pertanyaan, Ingatan, dan Pembelajaran

Tak seperti tahun lalu, perjalanan kali ini tak membawa saya keluar dari Tangerang dan Jakarta. Tahun ini tidak ada Ganjuran atau Yogyakarta. Tahun ini tidak ada keinginan menyepi di suatu tempat. Beruntung, selalu masih ada pembelajaran dari apa yang sudah didapatkan, lakukan, dan rasakan.

Perjalanan

Awal Maret silam, saya bersama beberapa kawan melakukan aksi #ceritauntukIndawa. Kami menggalang donasi buku dan finansial untuk adik-adik di SD Inpres Indawa. Kesempatan yang luar biasa untuk bisa bekerja sama dengan mereka dan mengenal lebih banyak orang lain. Lengkapnya, bisa disimak di sini.

Continue reading

#laporanmingguan V #ceritauntukIndawa (untuk disebarkan)

Apa kabar #ceritauntukIndawa?
Mencoba bercerita di sela-sela masih riuhnya pesta demokrasi dan segala macam atribut lainnya. Tiga puluh satu Maret sudah lewat. Periode donasi pun telah ditutup sejak pada saat itu. Namun, #ceritauntukIndawa masih terus kami kabarkan sesuai dengan kisah perjalanan terbaru.

Continue reading

#laporanmingguan IV #ceritauntukIndawa (untuk disebarkan, terima kasih)

Selamat tanggal tiga puluh satu. Apa yang spesial dari tanggal ini selain menjadi Hari Raya Nyepi? Tidak, saya tidak sedang berulang tahun. Tidak juga kawan saya yang bernama Winant Marcelino, Diki Cahyo, dan Aring Sulistyo. Tapi, hari ini adalah hari kesekian kalinya kami bersyukur dan kian belajar menghargai keikhlasan orang lain dalam berbagi. Berbagi saran, semangat, dukungan, doa, dan donasi. Bukan untuk kami, tetapi untuk adik-adik SD Inpres Indawa-Makki.

Ya, #ceritauntukIndawa yang kami suarakan sejak 1 Maret silam memberikan pembelajaran yang sangat sangat sangat berarti, sekecil apapun. Semoga kalimat barusan tidak terkesan berlebihan. Nyatanya, mengenal kalian semua sebagai perpanjangan tangan telah menjadi pengalaman menyenangkan dan menenangkan. Terima kasih telah banyak mengingatkan dan mengurangi kegelisahan.

Continue reading

Apa kabar #ceritauntukIndawa malam ini?

Selamat malam, kawan-kawan pemerhati #ceritauntukIndawa. Menyenangkan bisa mengenal kalian semua yang menjadi perpanjangan tangan #ceritauntukIndawa. Saling sapa dalam kata, bertemu dalam ruang maya maupun nyata, berdiskusi, atau saling mendukung melalui doa yang diam-diam dipanjatkan. Menyenangkan, menenangkan. Terima kasih banyak… Semesta memang maha baik. Sangat baik. Dan, selalu tahu yang terbaik.

Kabar #ceritauntukIndawa begitu baik, sangat baik. Berkat kalian semua. Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait banyaknya kabar terbaru setelah kami berdiskusi lintas kota, bahkan pulau.

Continue reading

#laporanmingguan III #ceritauntukIndawa (untuk disebarkan)

Ayee! Bertemu lagi dengan kami, tim #ceritauntukIndawa.

Tak terasa, sudah tiga pekan sejak saya dan beberapa kawan mulai menyuarakan #ceritauntukIndawa di media sosial. Kami mencari perpanjangan tangan demi anak-anak SD Inpres Indawa, Lanny Jaya, Papua. Puji puji puji Semesta yang semakin tak terhingga. Hingga saat ini, semakin banyak perpanjangan tangan yang menghampiri kami. Banyak kawan baru, banyak pula pembelajaran yang kami dapatkan. Terima kasih telah banyak membantu selama tiga pekan ini. Uluran tangan dalam bentuk apapun akan sangat membantu. Bukan hanya bagi kami, tetapi bagi mereka, adik-adik di SD Inpres Indawa.

Berikut ini #laporanmingguan III (periode 16-22 Maret 2014) #ceritauntukIndawa.

Dengan rincian, Jogja= 84 buku dan Jakarta= 107 buku.

Dengan rincian, Jogja= 84 buku dan Jakarta= 107 buku. Target 200 buku sudah tercapai. Terima kasih banyak untuk para donatur yang telah berbagi #ceritauntukIndawa

Terima kasih kepada  yang telah ikut bergerak dan berbagi #ceritauntukIndawa. Ada Sisca, Tony, Enji Sekar Ayu, Pratistha Adnyaswari, FX Harminanto, Andreas Fajar, Jallu Pratama, Heny Windaryati, NN dengan atas nama pengirim Gramedia Online (Ternyata, ini kiriman dari Kak Brian yang berasal dari Riau…), Any, NN, dan Ibu Vera (perpanjangan tangan dari Archie). Ada juga Narita dan kawan-kawan, NN (Solo), serta Jatmiko (Koko) yang telah menyisihkan uang jajan. Terima kasih untuk teman-teman komunitas yang telah mendukung, termasuk Buku untuk Papua dan Ruang Baca Kota. Terima kasih juga untuk beberapa abang ojek yang selalu menjaga tumpukan buku yang ada di depan motor, bertanya “ini untuk apa buku sebanyak ini?”, lalu berkata “sukses ya mba… semoga anak-anak Papua bisa baca bukunya…” :’)

Daaann… terima kasih untuk perpanjangan tangan lainnya yang telah menyebarkan #ceritauntukIndawa lebih luas lagi. Jangan berhenti sampai di sini ya… Kalian yang belum bisa berbagi buku, tetapi bisa menjadikan Indawa lebih berwarna dengan menyisihkan uang jajan. Donasi finansial akan digunakan untuk biaya pengiriman karena banyaknya buku yang akan dibagikan hingga Indawa. Hingga kini sudah tembus 300 lebih dan masih akan terus terus dan terus bertambah. Sebagai gambaran, biaya pengiriman akan menghabiskan Rp 74.000 per kilogram. Maka dari itu, kami masih membutuhkan perpanjangan tangan dari teman-teman lain agar buku-buku #ceritauntukIndawa yang telah terkumpul bisa tiba di tujuan.

Masih ada waktu untuk berbagi. Indawa masih membutuhkan kamu, kamu, kamu, dan kamu. Iya, kamu! :)

Poster oleh bung Diki dan Jallu. Terima kasih banyak ya... :)

Poster oleh bung Diki dan Jallu. Terima kasih banyak ya… :)

Melewatkan #laporanmingguan pertama? Sila mampir di sini.

Melewatkan #laporanmingguan kedua? Sila mampir di sini.

#laporanmingguan II #ceritauntukIndawa (untuk disebarkan)

Ayee! Bertemu lagi dengan kami, tim #ceritauntukIndawa.

Kali ini, sudah dua pekan sejak saya dan beberapa kawan mulai menyuarakan #ceritauntukIndawa di media sosial. Kami mencari perpanjangan tangan dari anak-anak SD Inpres Indawa, Lanny Jaya, Papua. Puji Semesta, semakin banyak perpanjangan tangan yang menghampiri kami. Banyak kawan baru, banyak pula pembelajaran yang kami dapatkan. Terima kasih telah banyak membantu selama dua pekan ini. Uluran tangan dalam bentuk apapun akan sangat membantu. Bukan hanya bagi kami, tetapi bagi mereka, adik-adik di SD Inpres Indawa.

Continue reading

FAQ #ceritauntukIndawa

Sejak 1 Maret silam, saya dan beberapa kawan menyuarakan #ceritauntukIndawa. Sebelumnya, gerakan ini sudah disuarakan oleh kawan saya yang bertugas sebagai guru di SD Inpres Indawa-Makki. Tulisannya ada di sini. Saya sendiri sudah menuliskan #ceritauntukIndawa di sini.

Tapi, masih banyak orang lain di luar sana yang ingin tahu lebih banyak, banyak, dan banyak. Oke. Inilah FAQ #ceritauntukIndawa.

Continue reading