Kami Menanti Kalian… (Part II)

Turut merasakan kehilangan dan menunggu kabar bisa menjadi alasan bagi saya untuk bertandang ke Kapel Kanisius di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (15/5). Saya belum pernah bertemu dengan Mba Femi. Mengetahui kegigihan dan kecerdasannya saja melalui media internet. Itupun baru beberapa hari yang lalu. Tepat satu hari setelah peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100, tanggal 10 Mei 2012 yang lalu.

Continue reading

Kami menanti kalian…

Sudah tiga hari saya merinding setiap kali membaca, mendengarkan, dan menyimak pemberitaan tentang kecelakaan pada Sukhoi Super Jet 100. Sebuah ajang joy flight ini ternyata berujung pada kedukaan yang saat ini belum bisa berhenti.

Saya memang bukan salah satu dari keluarga korban, tapi kedukaan yang rasa rasakan tak bisa ditutupi. Sudah tiga hari ini saya mencuri waktu di sela-sela pekerjaan untuk berselancar demi mencari informasi terbaru. Air mata pun acap kali diam-diam ingin keluar dari bendungan di kelopak mata.

Continue reading

Perempuan di Kamar Mandi

Perempuan itu sekarang gemar mandi. Bukan, ini bukan karena ia punya alergi sehingga memang harus rajin mandi sepulang kerja. Ia gemar mandi untuk meluapkan apa yang disembunyikan.

Malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Sesampainya di rumah, perempuan yang bermata sayu itu bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Menyalakan keran dan mulai membasahi diri. Keran diputar ke kanan, air semakin mengalir deras. Bak mandi yang telah terisi penuh dibiarkan terus terisi. Suara air kompak terdengar, dari keran, bak mandi, dan sepasang matanya.

Continue reading

Peace, Love, and Metal!

Perubahan yang terjadi di era 2000-an ternyata tidak hanya terlihat dari gaya pakaian, teknologi, dan hal-hal klise lainnya. Saya mencoba melihat perubahan dari sisi lain, yaitu dari gaya anak-anak di bawah usia 10 tahun saat difoto. Ajaib! Mereka mampu bergaya dengan mengacungkan jari membentuk “V” (yang justru dikenal sebagai tanda “peace”) dan “metal”. Bahkan, jari-jari dilekukan membentuk “love”. Lucunya, ada beberapa di antara mereka melihat jari temannya yang lain untuk segera ditiru. Apakah masa kecil Anda seperti mereka? :)

Continue reading

bersandar

BERSANDAR. Jika lelah mulai datang, izinkan ragaku bertopang padamu saat ini.

Tangerang (14/01), seorang perempuan tua penderita katarak kelelahan menunggu giliran untuk diperiksa oleh tim dokter dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh salah satu produsen produk kesehatan.

 

Perempuan Tikungan (II)

kepada perempuan yang menunggu di tikungan,

 

aku mendengan doa-doamu.

kau ingin mendapatkan apa yang kau inginkan.

jika aku melepaskannya untukmu, apakah ini akan mengabulkan doa-doamu?

hidup itu pilihan, nona.

bahkan, keinginanmu bisa memilih apakah mau menjadi seperti yang kau inginkan atau tidak.

belajar ikhlas itu perlu.